alexametrics
23.7 C
Jember
Sunday, 25 September 2022

Cegah Kekerasan Seksual oleh Orang Dekat, Ortu Harus Paham Sex Education

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Akhir-akhir ini ramai diberitakan tentang kasus kekerasan seksual (KS) yang terjadi, khususnya di lingkup keluarga. Kejadian terbaru adalah rudapaksa yang dilakukan oleh seorang kakek terhadap cucu kandungnya sendiri di Kecamatan Mayang, Jember. Lalu, bukankah seharusnya orang terdekat di rumah menjadi tempat teraman dari ancaman tindakan seperti itu? Apa faktor yang memengaruhi terjadinya hal tersebut?

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember Suprihandoko menyatakan, kurangnya pengetahuan mengenai perencanaan keluarga berkualitas menjadi faktor utama terjadinya KS di lingkup keluarga. “Kejadian seperti itu kan biasanya terjadi di keluarga yang tidak memiliki kualitas yang baik,” ucapnya saat diwawancarai, Rabu (21/9).

BACA JUGA: Kakek di Jember Tega Perkosa Cucu Sendiri hingga 10 Kali

Mobile_AP_Rectangle 2

Keluarga yang berkualitas, menurut Suprihandoko, adalah keluarga yang memiliki perencanaan kehidupan berkeluarga. Sehingga mendidik balita, remaja sampai pemberdayaan lanjut usia (lansia) dapat dilakukan secara terencana. “Saya percaya dengan adanya persiapan dalam berkeluarga seperti itu, dapat mencegah terjadinya kasus-kasus yang tidak seharusnya terjadi,” tambah Suprihandoko.

Hingga Agustus 2022, kasus KS di Kabupaten Jember mencapai 120 kasus dengan total 70 korban. Di antara perkara tersebut, sebagian besar pelakunya adalah orang terdekat korban.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Akhir-akhir ini ramai diberitakan tentang kasus kekerasan seksual (KS) yang terjadi, khususnya di lingkup keluarga. Kejadian terbaru adalah rudapaksa yang dilakukan oleh seorang kakek terhadap cucu kandungnya sendiri di Kecamatan Mayang, Jember. Lalu, bukankah seharusnya orang terdekat di rumah menjadi tempat teraman dari ancaman tindakan seperti itu? Apa faktor yang memengaruhi terjadinya hal tersebut?

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember Suprihandoko menyatakan, kurangnya pengetahuan mengenai perencanaan keluarga berkualitas menjadi faktor utama terjadinya KS di lingkup keluarga. “Kejadian seperti itu kan biasanya terjadi di keluarga yang tidak memiliki kualitas yang baik,” ucapnya saat diwawancarai, Rabu (21/9).

BACA JUGA: Kakek di Jember Tega Perkosa Cucu Sendiri hingga 10 Kali

Keluarga yang berkualitas, menurut Suprihandoko, adalah keluarga yang memiliki perencanaan kehidupan berkeluarga. Sehingga mendidik balita, remaja sampai pemberdayaan lanjut usia (lansia) dapat dilakukan secara terencana. “Saya percaya dengan adanya persiapan dalam berkeluarga seperti itu, dapat mencegah terjadinya kasus-kasus yang tidak seharusnya terjadi,” tambah Suprihandoko.

Hingga Agustus 2022, kasus KS di Kabupaten Jember mencapai 120 kasus dengan total 70 korban. Di antara perkara tersebut, sebagian besar pelakunya adalah orang terdekat korban.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Akhir-akhir ini ramai diberitakan tentang kasus kekerasan seksual (KS) yang terjadi, khususnya di lingkup keluarga. Kejadian terbaru adalah rudapaksa yang dilakukan oleh seorang kakek terhadap cucu kandungnya sendiri di Kecamatan Mayang, Jember. Lalu, bukankah seharusnya orang terdekat di rumah menjadi tempat teraman dari ancaman tindakan seperti itu? Apa faktor yang memengaruhi terjadinya hal tersebut?

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember Suprihandoko menyatakan, kurangnya pengetahuan mengenai perencanaan keluarga berkualitas menjadi faktor utama terjadinya KS di lingkup keluarga. “Kejadian seperti itu kan biasanya terjadi di keluarga yang tidak memiliki kualitas yang baik,” ucapnya saat diwawancarai, Rabu (21/9).

BACA JUGA: Kakek di Jember Tega Perkosa Cucu Sendiri hingga 10 Kali

Keluarga yang berkualitas, menurut Suprihandoko, adalah keluarga yang memiliki perencanaan kehidupan berkeluarga. Sehingga mendidik balita, remaja sampai pemberdayaan lanjut usia (lansia) dapat dilakukan secara terencana. “Saya percaya dengan adanya persiapan dalam berkeluarga seperti itu, dapat mencegah terjadinya kasus-kasus yang tidak seharusnya terjadi,” tambah Suprihandoko.

Hingga Agustus 2022, kasus KS di Kabupaten Jember mencapai 120 kasus dengan total 70 korban. Di antara perkara tersebut, sebagian besar pelakunya adalah orang terdekat korban.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/