alexametrics
30.6 C
Jember
Sunday, 23 January 2022

Pandemi Membawa Berkah Bagi Perempuan Ini sampai NTT

Di tengah aneka jajanan modern saat ini, jajanan tradisional tetap eksis. Buktinya, di sebuah dusun di Kecamatan Mayang, ada beberapa warga yang memiliki usaha kue kacang yang pangsa pasarnya sudah melanglang buana lintas pulau.

Mobile_AP_Rectangle 1

Masih di tahun 2020, dia juga mulai melayani penjualan daring, lalu dikirim dengan jasa pengiriman. Seiring meningkatnya penjualan itu, dia menyisihkan sebagian rezeki untuk mengembangkan usaha, menambah dana untuk membeli bahan dan peralatan. Dia juga mulai mengajak dan memperkerjakan empat orang ibu-ibu sekitar rumahnya untuk membantu usaha kue kacang tersebut.

Meski harganya terbilang murah, namun menurut dia, kue-kuenya itu kuat pada aroma semerbak wangi dan rasanya. Karenanya, walau tergolong jajanan tradisional, kue-kue warga di sana bisa terjual ke berbagai daerah.

Slamet Riyadi, suami Asmawati, mengungkapkan, selain dipasarkan di sekitar wilayah Jember, kue-kue warga, termasuk bikinan istrinya, diorder pelanggan dari sejumlah daerah. Baik dari Pulau Jawa maupun luar Jawa. “Alhamdulillah, kue bikinan istri sudah dipesan dari Banten, Jakarta, Surabaya. Bahkan di Bali dan NTT (Nusa Tenggara Timur, Red),” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Reporter : Asmawati For Radar Jember

Fotografer : Maulana

Editor : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Masih di tahun 2020, dia juga mulai melayani penjualan daring, lalu dikirim dengan jasa pengiriman. Seiring meningkatnya penjualan itu, dia menyisihkan sebagian rezeki untuk mengembangkan usaha, menambah dana untuk membeli bahan dan peralatan. Dia juga mulai mengajak dan memperkerjakan empat orang ibu-ibu sekitar rumahnya untuk membantu usaha kue kacang tersebut.

Meski harganya terbilang murah, namun menurut dia, kue-kuenya itu kuat pada aroma semerbak wangi dan rasanya. Karenanya, walau tergolong jajanan tradisional, kue-kue warga di sana bisa terjual ke berbagai daerah.

Slamet Riyadi, suami Asmawati, mengungkapkan, selain dipasarkan di sekitar wilayah Jember, kue-kue warga, termasuk bikinan istrinya, diorder pelanggan dari sejumlah daerah. Baik dari Pulau Jawa maupun luar Jawa. “Alhamdulillah, kue bikinan istri sudah dipesan dari Banten, Jakarta, Surabaya. Bahkan di Bali dan NTT (Nusa Tenggara Timur, Red),” ungkapnya.

Reporter : Asmawati For Radar Jember

Fotografer : Maulana

Editor : Mahrus Sholih

Masih di tahun 2020, dia juga mulai melayani penjualan daring, lalu dikirim dengan jasa pengiriman. Seiring meningkatnya penjualan itu, dia menyisihkan sebagian rezeki untuk mengembangkan usaha, menambah dana untuk membeli bahan dan peralatan. Dia juga mulai mengajak dan memperkerjakan empat orang ibu-ibu sekitar rumahnya untuk membantu usaha kue kacang tersebut.

Meski harganya terbilang murah, namun menurut dia, kue-kuenya itu kuat pada aroma semerbak wangi dan rasanya. Karenanya, walau tergolong jajanan tradisional, kue-kue warga di sana bisa terjual ke berbagai daerah.

Slamet Riyadi, suami Asmawati, mengungkapkan, selain dipasarkan di sekitar wilayah Jember, kue-kue warga, termasuk bikinan istrinya, diorder pelanggan dari sejumlah daerah. Baik dari Pulau Jawa maupun luar Jawa. “Alhamdulillah, kue bikinan istri sudah dipesan dari Banten, Jakarta, Surabaya. Bahkan di Bali dan NTT (Nusa Tenggara Timur, Red),” ungkapnya.

Reporter : Asmawati For Radar Jember

Fotografer : Maulana

Editor : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca