alexametrics
22 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Usung Sinergisitas dan Gotong Royong

Mobile_AP_Rectangle 1

 

Gandeng Kampus Kembangkan Pertanian

 

Mobile_AP_Rectangle 2

Paslon Salam-Ifan melihat, sebagai kota penghasil tembakau, Jember perlu peran aktif pemerintah. Menurut keduanya, pemerintah harus hadir dalam berbagai polemik yang dihadapi petani tembakau. “Kebanyakan, para petani tembakau itu tidak mendapatkan kepastian harga atau kelayakan harga. Dari bibit yang ditanam tak mendapat perhatian soal kualitasnya. Kalau tidak ada bibit yang bagus, tidak akan mendapat kualitas terbaiknya,” ujar Salam.

Jaminan harga yang berdasarkan kesepakatan antara petani dengan pengusaha tembakau dinilainya sangat perlu. Nantinya, hal itu menjadi kesempatan bagi pemerintah dalam memberikan kepastian harga, kualitas, dan kesejahteraan masyarakat tembakau. “Kita berkewajiban mem-branding tembakau ini bersama-sama,” imbuh Salam.

Di sisi lain, Ifan juga memaparkan, langkah konkret pemerintah memberikan jaminan adalah adanya peran sentral BUMD. Badan usaha milik pemerintah daerah ini harus berfungsi membantu petani di segala sektor pertanian. Termasuk memasarkan produk-produk hasil pertanian itu sendiri. Sebab, selama ini yang menjadi momok petani adalah masalah harga.

Selain itu, Ifan menyebut, salah satu masalah krusial di sektor pertanian adalah regenerasi. Para pemuda enggan bekerja di sektor pertanian karena pandangan mereka, Ifan mengungkapkan, pertanian kurang menjanjikan. “Kami berkomitmen bagaimana menaikkan sektor unggulan pertanian dengan menggandeng seluruh stakeholder,” ucapnya.

Di Jember, mantan jurnalis ini menuturkan, banyak potensi sumber daya manusia (SDM) yang bagus. Seperti halnya perguruan tinggi (PT). “Akan kami rangkul. Bagaimana kita bisa membuat cara bertani baru yang modern untuk pemuda. Sehingga mereka tertarik terjun di dunia pertanian,” lanjut dia.

Ifan juga menyoroti hasil cukai yang masih belum kembali kepada para petani. Bahwa hasil cukai tersebut belum tepat sasaran. “Belum ada porsinya. Belum ada manfaatnya ke para petani. Padahal mereka berhak mendapatkan,” pungkas Ifan.

- Advertisement -

 

Gandeng Kampus Kembangkan Pertanian

 

Paslon Salam-Ifan melihat, sebagai kota penghasil tembakau, Jember perlu peran aktif pemerintah. Menurut keduanya, pemerintah harus hadir dalam berbagai polemik yang dihadapi petani tembakau. “Kebanyakan, para petani tembakau itu tidak mendapatkan kepastian harga atau kelayakan harga. Dari bibit yang ditanam tak mendapat perhatian soal kualitasnya. Kalau tidak ada bibit yang bagus, tidak akan mendapat kualitas terbaiknya,” ujar Salam.

Jaminan harga yang berdasarkan kesepakatan antara petani dengan pengusaha tembakau dinilainya sangat perlu. Nantinya, hal itu menjadi kesempatan bagi pemerintah dalam memberikan kepastian harga, kualitas, dan kesejahteraan masyarakat tembakau. “Kita berkewajiban mem-branding tembakau ini bersama-sama,” imbuh Salam.

Di sisi lain, Ifan juga memaparkan, langkah konkret pemerintah memberikan jaminan adalah adanya peran sentral BUMD. Badan usaha milik pemerintah daerah ini harus berfungsi membantu petani di segala sektor pertanian. Termasuk memasarkan produk-produk hasil pertanian itu sendiri. Sebab, selama ini yang menjadi momok petani adalah masalah harga.

Selain itu, Ifan menyebut, salah satu masalah krusial di sektor pertanian adalah regenerasi. Para pemuda enggan bekerja di sektor pertanian karena pandangan mereka, Ifan mengungkapkan, pertanian kurang menjanjikan. “Kami berkomitmen bagaimana menaikkan sektor unggulan pertanian dengan menggandeng seluruh stakeholder,” ucapnya.

Di Jember, mantan jurnalis ini menuturkan, banyak potensi sumber daya manusia (SDM) yang bagus. Seperti halnya perguruan tinggi (PT). “Akan kami rangkul. Bagaimana kita bisa membuat cara bertani baru yang modern untuk pemuda. Sehingga mereka tertarik terjun di dunia pertanian,” lanjut dia.

Ifan juga menyoroti hasil cukai yang masih belum kembali kepada para petani. Bahwa hasil cukai tersebut belum tepat sasaran. “Belum ada porsinya. Belum ada manfaatnya ke para petani. Padahal mereka berhak mendapatkan,” pungkas Ifan.

 

Gandeng Kampus Kembangkan Pertanian

 

Paslon Salam-Ifan melihat, sebagai kota penghasil tembakau, Jember perlu peran aktif pemerintah. Menurut keduanya, pemerintah harus hadir dalam berbagai polemik yang dihadapi petani tembakau. “Kebanyakan, para petani tembakau itu tidak mendapatkan kepastian harga atau kelayakan harga. Dari bibit yang ditanam tak mendapat perhatian soal kualitasnya. Kalau tidak ada bibit yang bagus, tidak akan mendapat kualitas terbaiknya,” ujar Salam.

Jaminan harga yang berdasarkan kesepakatan antara petani dengan pengusaha tembakau dinilainya sangat perlu. Nantinya, hal itu menjadi kesempatan bagi pemerintah dalam memberikan kepastian harga, kualitas, dan kesejahteraan masyarakat tembakau. “Kita berkewajiban mem-branding tembakau ini bersama-sama,” imbuh Salam.

Di sisi lain, Ifan juga memaparkan, langkah konkret pemerintah memberikan jaminan adalah adanya peran sentral BUMD. Badan usaha milik pemerintah daerah ini harus berfungsi membantu petani di segala sektor pertanian. Termasuk memasarkan produk-produk hasil pertanian itu sendiri. Sebab, selama ini yang menjadi momok petani adalah masalah harga.

Selain itu, Ifan menyebut, salah satu masalah krusial di sektor pertanian adalah regenerasi. Para pemuda enggan bekerja di sektor pertanian karena pandangan mereka, Ifan mengungkapkan, pertanian kurang menjanjikan. “Kami berkomitmen bagaimana menaikkan sektor unggulan pertanian dengan menggandeng seluruh stakeholder,” ucapnya.

Di Jember, mantan jurnalis ini menuturkan, banyak potensi sumber daya manusia (SDM) yang bagus. Seperti halnya perguruan tinggi (PT). “Akan kami rangkul. Bagaimana kita bisa membuat cara bertani baru yang modern untuk pemuda. Sehingga mereka tertarik terjun di dunia pertanian,” lanjut dia.

Ifan juga menyoroti hasil cukai yang masih belum kembali kepada para petani. Bahwa hasil cukai tersebut belum tepat sasaran. “Belum ada porsinya. Belum ada manfaatnya ke para petani. Padahal mereka berhak mendapatkan,” pungkas Ifan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/