alexametrics
24.3 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Usung Sinergisitas dan Gotong Royong

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Semangat bersama-sama membangun Jember menjadi jargon pasangan calon bupati dan wakil bupati (cabup-cawabup wabup) Jember, Abdusalam – Ifan Ariadna Wijaya (Salam-Ifan). Duo milenial ini bakal membangun Jember dengan semangat gotong royong. Keduanya mengaku siap bergerak bersama membenahi Jember menjadi kabupaten Juara dengan visi: Gotong Royong Membangun Jember Maju, Adil, dan Sejahtera.

Pasangan paling muda di antara paslon lainnya ini akan melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur untuk menunjang perekonomian, pariwisata, dan pendidikan. Juga mewujudkan Jember yang lebih sejahtera secara merata, serta membenahi layanan publik dengan cepat dan ramah melalui tatanan birokrasi profesional.

Sepuluh program yang diusung Salam-Ifan dalam pilkada 2020 kali ini menggarap isu mulai dari ekonomi ketenagakerjaan, infrastruktur, dan ketahanan pangan. Selain itu, juga pendidikan, pelayanan publik, serta kesejahteraan guru, guru ngaji, kader posyandu, dan RT/RW. Mereka juga mengangkat isu seputar layanan kesehatan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak hanya itu, Salam-Ifan berjanji bakal memberikan akses internet gratis di kantor desa dan fasilitas umum lainnya. Selanjutnya, menurunkan jumlah penduduk miskin. “Selain itu, kami juga ingin membangun pusat-pusat pembinaan olahraga dan meningkatkan prestasi olahraga Jember,” ucap Salam.

Seluruh program tersebut bakal dijalankan dengan sinergisitas seluruh elemen yang ada di Jember. Mulai dari eksekutif dan legislatif, para stakeholder di bidang terkait, pengusaha muda, pihak swasta, pemuda UMKM, hingga jajaran pemerintah desa.

Menurut pria kelahiran 10 Mei 1983 tersebut, jika program yang berjalan tidak ada harmonisasi semua pihak, maka tidak bisa berjalan optimal. Sebab, semua berjalan sendiri-sendiri. “Artinya, kalau tidak ada keseimbangan mengambil keputusan atau controlling dalam penyusunan APBD, maka tidak bisa diimplementasikan kepada masyarakat,” jelas Salam.

Ketidakharmonisan itu, kata dia, sangat jauh dari nilai-nilai birokrasi yang ada. Imbasnya adalah masyarakat Jember itu sendiri. Masyarakat belum dapat merasakan manfaat pembangunan yang ada. “Seharusnya, anggaran bisa diimplementasikan kepada masyarakat. Baik di kota maupun desa. Tapi kalau tidak ada sinergisitas, akhirnya terhambat,” imbuh CEO dan Owner PT Kinansyah Group tersebut.

Sementara itu, Ifan menambahkan, sinergisitas itu tecermin pada visi mereka, yakni gotong royong. Menurut dia, kinerja kolaboratif dan kerja sama semua elemen itu sangatlah diperlukan. “Saya dan Cak Salam bukan manusia sempurna. Maka dari itu, kita tak bisa berjalan sendiri. Perlu dorongan dan bantuan dari stakeholder yang ada,” ujarnya.

Salam kembali memaparkan, pihaknya ingin membangun suasana pemerintahan yang egaliter dan melibatkan semua pihak untuk bersama-sama membangun Jember. “Kami ingin merangkul seluruh pihak. Kalau tidak dengan gotong royong, Jember bisa ketinggalan. Ini agar semua merasa memiliki Jember, serta agar seluruhnya merasa terpanggil membangun Jember,” pungkasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Semangat bersama-sama membangun Jember menjadi jargon pasangan calon bupati dan wakil bupati (cabup-cawabup wabup) Jember, Abdusalam – Ifan Ariadna Wijaya (Salam-Ifan). Duo milenial ini bakal membangun Jember dengan semangat gotong royong. Keduanya mengaku siap bergerak bersama membenahi Jember menjadi kabupaten Juara dengan visi: Gotong Royong Membangun Jember Maju, Adil, dan Sejahtera.

Pasangan paling muda di antara paslon lainnya ini akan melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur untuk menunjang perekonomian, pariwisata, dan pendidikan. Juga mewujudkan Jember yang lebih sejahtera secara merata, serta membenahi layanan publik dengan cepat dan ramah melalui tatanan birokrasi profesional.

Sepuluh program yang diusung Salam-Ifan dalam pilkada 2020 kali ini menggarap isu mulai dari ekonomi ketenagakerjaan, infrastruktur, dan ketahanan pangan. Selain itu, juga pendidikan, pelayanan publik, serta kesejahteraan guru, guru ngaji, kader posyandu, dan RT/RW. Mereka juga mengangkat isu seputar layanan kesehatan.

Tak hanya itu, Salam-Ifan berjanji bakal memberikan akses internet gratis di kantor desa dan fasilitas umum lainnya. Selanjutnya, menurunkan jumlah penduduk miskin. “Selain itu, kami juga ingin membangun pusat-pusat pembinaan olahraga dan meningkatkan prestasi olahraga Jember,” ucap Salam.

Seluruh program tersebut bakal dijalankan dengan sinergisitas seluruh elemen yang ada di Jember. Mulai dari eksekutif dan legislatif, para stakeholder di bidang terkait, pengusaha muda, pihak swasta, pemuda UMKM, hingga jajaran pemerintah desa.

Menurut pria kelahiran 10 Mei 1983 tersebut, jika program yang berjalan tidak ada harmonisasi semua pihak, maka tidak bisa berjalan optimal. Sebab, semua berjalan sendiri-sendiri. “Artinya, kalau tidak ada keseimbangan mengambil keputusan atau controlling dalam penyusunan APBD, maka tidak bisa diimplementasikan kepada masyarakat,” jelas Salam.

Ketidakharmonisan itu, kata dia, sangat jauh dari nilai-nilai birokrasi yang ada. Imbasnya adalah masyarakat Jember itu sendiri. Masyarakat belum dapat merasakan manfaat pembangunan yang ada. “Seharusnya, anggaran bisa diimplementasikan kepada masyarakat. Baik di kota maupun desa. Tapi kalau tidak ada sinergisitas, akhirnya terhambat,” imbuh CEO dan Owner PT Kinansyah Group tersebut.

Sementara itu, Ifan menambahkan, sinergisitas itu tecermin pada visi mereka, yakni gotong royong. Menurut dia, kinerja kolaboratif dan kerja sama semua elemen itu sangatlah diperlukan. “Saya dan Cak Salam bukan manusia sempurna. Maka dari itu, kita tak bisa berjalan sendiri. Perlu dorongan dan bantuan dari stakeholder yang ada,” ujarnya.

Salam kembali memaparkan, pihaknya ingin membangun suasana pemerintahan yang egaliter dan melibatkan semua pihak untuk bersama-sama membangun Jember. “Kami ingin merangkul seluruh pihak. Kalau tidak dengan gotong royong, Jember bisa ketinggalan. Ini agar semua merasa memiliki Jember, serta agar seluruhnya merasa terpanggil membangun Jember,” pungkasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Semangat bersama-sama membangun Jember menjadi jargon pasangan calon bupati dan wakil bupati (cabup-cawabup wabup) Jember, Abdusalam – Ifan Ariadna Wijaya (Salam-Ifan). Duo milenial ini bakal membangun Jember dengan semangat gotong royong. Keduanya mengaku siap bergerak bersama membenahi Jember menjadi kabupaten Juara dengan visi: Gotong Royong Membangun Jember Maju, Adil, dan Sejahtera.

Pasangan paling muda di antara paslon lainnya ini akan melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur untuk menunjang perekonomian, pariwisata, dan pendidikan. Juga mewujudkan Jember yang lebih sejahtera secara merata, serta membenahi layanan publik dengan cepat dan ramah melalui tatanan birokrasi profesional.

Sepuluh program yang diusung Salam-Ifan dalam pilkada 2020 kali ini menggarap isu mulai dari ekonomi ketenagakerjaan, infrastruktur, dan ketahanan pangan. Selain itu, juga pendidikan, pelayanan publik, serta kesejahteraan guru, guru ngaji, kader posyandu, dan RT/RW. Mereka juga mengangkat isu seputar layanan kesehatan.

Tak hanya itu, Salam-Ifan berjanji bakal memberikan akses internet gratis di kantor desa dan fasilitas umum lainnya. Selanjutnya, menurunkan jumlah penduduk miskin. “Selain itu, kami juga ingin membangun pusat-pusat pembinaan olahraga dan meningkatkan prestasi olahraga Jember,” ucap Salam.

Seluruh program tersebut bakal dijalankan dengan sinergisitas seluruh elemen yang ada di Jember. Mulai dari eksekutif dan legislatif, para stakeholder di bidang terkait, pengusaha muda, pihak swasta, pemuda UMKM, hingga jajaran pemerintah desa.

Menurut pria kelahiran 10 Mei 1983 tersebut, jika program yang berjalan tidak ada harmonisasi semua pihak, maka tidak bisa berjalan optimal. Sebab, semua berjalan sendiri-sendiri. “Artinya, kalau tidak ada keseimbangan mengambil keputusan atau controlling dalam penyusunan APBD, maka tidak bisa diimplementasikan kepada masyarakat,” jelas Salam.

Ketidakharmonisan itu, kata dia, sangat jauh dari nilai-nilai birokrasi yang ada. Imbasnya adalah masyarakat Jember itu sendiri. Masyarakat belum dapat merasakan manfaat pembangunan yang ada. “Seharusnya, anggaran bisa diimplementasikan kepada masyarakat. Baik di kota maupun desa. Tapi kalau tidak ada sinergisitas, akhirnya terhambat,” imbuh CEO dan Owner PT Kinansyah Group tersebut.

Sementara itu, Ifan menambahkan, sinergisitas itu tecermin pada visi mereka, yakni gotong royong. Menurut dia, kinerja kolaboratif dan kerja sama semua elemen itu sangatlah diperlukan. “Saya dan Cak Salam bukan manusia sempurna. Maka dari itu, kita tak bisa berjalan sendiri. Perlu dorongan dan bantuan dari stakeholder yang ada,” ujarnya.

Salam kembali memaparkan, pihaknya ingin membangun suasana pemerintahan yang egaliter dan melibatkan semua pihak untuk bersama-sama membangun Jember. “Kami ingin merangkul seluruh pihak. Kalau tidak dengan gotong royong, Jember bisa ketinggalan. Ini agar semua merasa memiliki Jember, serta agar seluruhnya merasa terpanggil membangun Jember,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/