alexametrics
30.4 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Catatan Kecil atas Dialog Publik ‘Kubawa ke Mana Jember?’

Mobile_AP_Rectangle 1

Bagaimana komunikasi politik dari tiap pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Jember dalam Webinar Dialog Publik itu?

Sebelum menjawab, saya perlu menjelaskan landasan pemahaman yang baku dalam ilmu komunikasi politik. Begini, para ahli sepakat bahwa komunikasi politik itu menuntut kemampuan dan kredibilitas aktor untuk menyampaikan pesan, terutama yang paling penting dibutuhkan oleh masyarakat. Pesan itu memuat informasi dan hal-hal lainnya yang dapat memengaruhi sikap, opini, keyakinan, dan perilaku calon pemilih terhadap apa yang ditawarkan sebagai janji politik.

 

Mobile_AP_Rectangle 2

Informasi apa yang perlu disampaikan dalam komunikasi politik?

Harusnya adalah Prospective Policy-Choices (lihat Joslyn, 1991 dan Mendoza & Jamieson, 2001) yakni: pilihan-pilihan kebijakan prospektif yang akan dijalankan jika seseorang terpilih menjadi pejabat publik. Seharusnya juga tidak perlu lagi lebih mengedepankan politik pencitraan yang mengandalkan Politik Citra terhadap personalitas.

Meminjam istilah pakar komunikasi Corner, J. and Pels, D. dalam buku Media and the Restyling of Politics (2003), Pilkada Jember 2020 ini sudah memasuki Era 3-C, yaitu Consumerism, Celebrity, dan Cynicism. Artinya, masyarakat Jember dibawa dalam situasi layaknya konsumen media massa semata yang baru sebatas menonton tawaran iklan-iklan/materi kampanye (consumerism) dari para pasangan calon yang tampil seperti figur artis atau bintang iklan (celebrity) yang sedang mempromosikan produk.

Suka cita janji besar-besar tanpa detail itu membuat semua perasaan bergejolak. Ekspektasi menjadi melambung jauh begitu tinggi. Di tengah politik citra itulah sinisme (cynism) akan menjadi-jadi. Apalagi dengan jarak yang terasa begitu jauh antara janji-janji nan indah dengan kenyataan kerasnya kehidupan rakyat.

 

Bagaimana menurut Anda tentang pesan yang disampaikan oleh ketiga paslon? Pertama, paslon Faida-Vian?

Ketiga pasangan Calon Bupati Jember telah memaparkan pesan-pesan politik mereka di acara Dialog Publik itu. Ketiganya sama-sama menawarkan sejumlah program kebijakan yang mereka nilai prospektif untuk masyarakat Jember.

- Advertisement -

Bagaimana komunikasi politik dari tiap pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Jember dalam Webinar Dialog Publik itu?

Sebelum menjawab, saya perlu menjelaskan landasan pemahaman yang baku dalam ilmu komunikasi politik. Begini, para ahli sepakat bahwa komunikasi politik itu menuntut kemampuan dan kredibilitas aktor untuk menyampaikan pesan, terutama yang paling penting dibutuhkan oleh masyarakat. Pesan itu memuat informasi dan hal-hal lainnya yang dapat memengaruhi sikap, opini, keyakinan, dan perilaku calon pemilih terhadap apa yang ditawarkan sebagai janji politik.

 

Informasi apa yang perlu disampaikan dalam komunikasi politik?

Harusnya adalah Prospective Policy-Choices (lihat Joslyn, 1991 dan Mendoza & Jamieson, 2001) yakni: pilihan-pilihan kebijakan prospektif yang akan dijalankan jika seseorang terpilih menjadi pejabat publik. Seharusnya juga tidak perlu lagi lebih mengedepankan politik pencitraan yang mengandalkan Politik Citra terhadap personalitas.

Meminjam istilah pakar komunikasi Corner, J. and Pels, D. dalam buku Media and the Restyling of Politics (2003), Pilkada Jember 2020 ini sudah memasuki Era 3-C, yaitu Consumerism, Celebrity, dan Cynicism. Artinya, masyarakat Jember dibawa dalam situasi layaknya konsumen media massa semata yang baru sebatas menonton tawaran iklan-iklan/materi kampanye (consumerism) dari para pasangan calon yang tampil seperti figur artis atau bintang iklan (celebrity) yang sedang mempromosikan produk.

Suka cita janji besar-besar tanpa detail itu membuat semua perasaan bergejolak. Ekspektasi menjadi melambung jauh begitu tinggi. Di tengah politik citra itulah sinisme (cynism) akan menjadi-jadi. Apalagi dengan jarak yang terasa begitu jauh antara janji-janji nan indah dengan kenyataan kerasnya kehidupan rakyat.

 

Bagaimana menurut Anda tentang pesan yang disampaikan oleh ketiga paslon? Pertama, paslon Faida-Vian?

Ketiga pasangan Calon Bupati Jember telah memaparkan pesan-pesan politik mereka di acara Dialog Publik itu. Ketiganya sama-sama menawarkan sejumlah program kebijakan yang mereka nilai prospektif untuk masyarakat Jember.

Bagaimana komunikasi politik dari tiap pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Jember dalam Webinar Dialog Publik itu?

Sebelum menjawab, saya perlu menjelaskan landasan pemahaman yang baku dalam ilmu komunikasi politik. Begini, para ahli sepakat bahwa komunikasi politik itu menuntut kemampuan dan kredibilitas aktor untuk menyampaikan pesan, terutama yang paling penting dibutuhkan oleh masyarakat. Pesan itu memuat informasi dan hal-hal lainnya yang dapat memengaruhi sikap, opini, keyakinan, dan perilaku calon pemilih terhadap apa yang ditawarkan sebagai janji politik.

 

Informasi apa yang perlu disampaikan dalam komunikasi politik?

Harusnya adalah Prospective Policy-Choices (lihat Joslyn, 1991 dan Mendoza & Jamieson, 2001) yakni: pilihan-pilihan kebijakan prospektif yang akan dijalankan jika seseorang terpilih menjadi pejabat publik. Seharusnya juga tidak perlu lagi lebih mengedepankan politik pencitraan yang mengandalkan Politik Citra terhadap personalitas.

Meminjam istilah pakar komunikasi Corner, J. and Pels, D. dalam buku Media and the Restyling of Politics (2003), Pilkada Jember 2020 ini sudah memasuki Era 3-C, yaitu Consumerism, Celebrity, dan Cynicism. Artinya, masyarakat Jember dibawa dalam situasi layaknya konsumen media massa semata yang baru sebatas menonton tawaran iklan-iklan/materi kampanye (consumerism) dari para pasangan calon yang tampil seperti figur artis atau bintang iklan (celebrity) yang sedang mempromosikan produk.

Suka cita janji besar-besar tanpa detail itu membuat semua perasaan bergejolak. Ekspektasi menjadi melambung jauh begitu tinggi. Di tengah politik citra itulah sinisme (cynism) akan menjadi-jadi. Apalagi dengan jarak yang terasa begitu jauh antara janji-janji nan indah dengan kenyataan kerasnya kehidupan rakyat.

 

Bagaimana menurut Anda tentang pesan yang disampaikan oleh ketiga paslon? Pertama, paslon Faida-Vian?

Ketiga pasangan Calon Bupati Jember telah memaparkan pesan-pesan politik mereka di acara Dialog Publik itu. Ketiganya sama-sama menawarkan sejumlah program kebijakan yang mereka nilai prospektif untuk masyarakat Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/