alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

1.258 Mahasiswa Jalani Upacara Penarikan KKPLP Daring

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebanyak 1. 258 mahasiswa FKIP Unej mengikuti upacara penarikan Kuliah Kerja dan Pengenalan Lapangan Sekolah (KKPLP) secara daring. Dalam agenda ini, para mahasiswa diwakili oleh 12 mahasiswa secara offline. Sisanya mengikuti upacara melalui Zoom cloud meeting. “Upacara daring ini juga diikuti oleh kepala sekolah, kepala lembaga, guru pamong, pamong belajar maupun pendamping KK,” papar Kepala Lab KKPLP, Slamet Hariyadi.

Secara offline, upacara ini berlangsung di ruangan aula lantai 3 gedung H FKIP Universitas Jember. Para mahasiswa yang mengikuti upacara penarikan telah mengikuti penugasan di 131 sekolah yang tersebar di 19 kota. “Termasuk yang berada di Thailand selatan,” tambah Slamet.

Sementara itu, Dekan FKIP Unej Prof Drs Dafik MSc PhD menyampaikan, model KKPLP FKIP Unej merupakan model yang pertama di kalangan Forum Komunikasi Dekan FKIP se-Indonesia. “Dan sekarang polanya mirip dengan program KMP (Kampus Mengajar Perintis) yang di-launching oleh Kemendikbud,” kata Dafik dalam sambutannya, Sabtu (19/9).

Mobile_AP_Rectangle 2

Walaupun dalam pelaksanaannya, lanjut Dafik, model ini tidak bergitu terlihat aktivitasnya secara fisik, interaksi antara guru, mahasiswa praktik dan siswa, namun melalui mekanisme daring semua kegiataan belajar mengajar ini berjalan dengan optimal. Bahkan, tugas-tugas yang harus diselesaikan oleh mahasiswa tidak kalah beratnya dibandingkan dengan KKPLP tatap muka. Hal ini dikarenakan mahasiswa menggunakan disruptive technology, terutama internet of things, dalam mengembangkan pembelajaran berbasis daring dengan aplikasi video maker yang ada.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebanyak 1. 258 mahasiswa FKIP Unej mengikuti upacara penarikan Kuliah Kerja dan Pengenalan Lapangan Sekolah (KKPLP) secara daring. Dalam agenda ini, para mahasiswa diwakili oleh 12 mahasiswa secara offline. Sisanya mengikuti upacara melalui Zoom cloud meeting. “Upacara daring ini juga diikuti oleh kepala sekolah, kepala lembaga, guru pamong, pamong belajar maupun pendamping KK,” papar Kepala Lab KKPLP, Slamet Hariyadi.

Secara offline, upacara ini berlangsung di ruangan aula lantai 3 gedung H FKIP Universitas Jember. Para mahasiswa yang mengikuti upacara penarikan telah mengikuti penugasan di 131 sekolah yang tersebar di 19 kota. “Termasuk yang berada di Thailand selatan,” tambah Slamet.

Sementara itu, Dekan FKIP Unej Prof Drs Dafik MSc PhD menyampaikan, model KKPLP FKIP Unej merupakan model yang pertama di kalangan Forum Komunikasi Dekan FKIP se-Indonesia. “Dan sekarang polanya mirip dengan program KMP (Kampus Mengajar Perintis) yang di-launching oleh Kemendikbud,” kata Dafik dalam sambutannya, Sabtu (19/9).

Walaupun dalam pelaksanaannya, lanjut Dafik, model ini tidak bergitu terlihat aktivitasnya secara fisik, interaksi antara guru, mahasiswa praktik dan siswa, namun melalui mekanisme daring semua kegiataan belajar mengajar ini berjalan dengan optimal. Bahkan, tugas-tugas yang harus diselesaikan oleh mahasiswa tidak kalah beratnya dibandingkan dengan KKPLP tatap muka. Hal ini dikarenakan mahasiswa menggunakan disruptive technology, terutama internet of things, dalam mengembangkan pembelajaran berbasis daring dengan aplikasi video maker yang ada.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebanyak 1. 258 mahasiswa FKIP Unej mengikuti upacara penarikan Kuliah Kerja dan Pengenalan Lapangan Sekolah (KKPLP) secara daring. Dalam agenda ini, para mahasiswa diwakili oleh 12 mahasiswa secara offline. Sisanya mengikuti upacara melalui Zoom cloud meeting. “Upacara daring ini juga diikuti oleh kepala sekolah, kepala lembaga, guru pamong, pamong belajar maupun pendamping KK,” papar Kepala Lab KKPLP, Slamet Hariyadi.

Secara offline, upacara ini berlangsung di ruangan aula lantai 3 gedung H FKIP Universitas Jember. Para mahasiswa yang mengikuti upacara penarikan telah mengikuti penugasan di 131 sekolah yang tersebar di 19 kota. “Termasuk yang berada di Thailand selatan,” tambah Slamet.

Sementara itu, Dekan FKIP Unej Prof Drs Dafik MSc PhD menyampaikan, model KKPLP FKIP Unej merupakan model yang pertama di kalangan Forum Komunikasi Dekan FKIP se-Indonesia. “Dan sekarang polanya mirip dengan program KMP (Kampus Mengajar Perintis) yang di-launching oleh Kemendikbud,” kata Dafik dalam sambutannya, Sabtu (19/9).

Walaupun dalam pelaksanaannya, lanjut Dafik, model ini tidak bergitu terlihat aktivitasnya secara fisik, interaksi antara guru, mahasiswa praktik dan siswa, namun melalui mekanisme daring semua kegiataan belajar mengajar ini berjalan dengan optimal. Bahkan, tugas-tugas yang harus diselesaikan oleh mahasiswa tidak kalah beratnya dibandingkan dengan KKPLP tatap muka. Hal ini dikarenakan mahasiswa menggunakan disruptive technology, terutama internet of things, dalam mengembangkan pembelajaran berbasis daring dengan aplikasi video maker yang ada.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/