alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

PTM Bisa Mulai Digelar, Asal…

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Turunnya kebijakan Presiden Joko Widodo terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) tampaknya menjadi kabar yang sangat membahagiakan bagi Bupati Jember Hendy Siswanto. Orang nomor satu di Jember itu menyebut, pihaknya menyambut baik kebijakan tersebut. Sebab, melihat perkembangan kasus Covid-19 di daerah setempat, hampir satu pekan ini semakin menunjukkan tren yang baik.

Sebagai bentuk dukungan dan rasa perhatiannya pada sektor pendidikan, Hendy menyilakan pihak terkait untuk segera melaksanakan PTM. “Sekarang kami lemparkan ke Dinas Pendidikan. Silakan kalau mau PTM, tapi dengan protokol kesehatan. Tetap harus divaksin dan swab,” katanya.

Meski telah memberi ruang, Hendy mengimbau agar program vaksinasi dan swab, khususnya di kalangan pelajar, dapat segera dituntaskan. Dinas Pendidikan dan para tenaga pendidik disarankan agar tidak gegabah dalam melaksanakan PTM. Mereka juga harus memikirkan risikonya.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Pertanyaannya, mudah-mudahan anak kita mau di-swab. Karena tidak sesederhana seperti yang kita lihat. Banyak anak-anak yang takut juga,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember seusai gelaran pejabat struktural di Pendapa Wahyawibawagraha, Jumat (20/8) kemarin.

Hendy menegaskan, dengan adanya kabar baik ini, tugas Dinas Pendidikan tidak hanya menyusun model pembelajaran yang aman. Namun juga harus mendahulukan langkah persuasif kepada para pelajar untuk bersedia di-swab maupun divaksin. “Kita harus tetap persuasif, agar mereka mau divaksin atau swab. Dan kasih tahu mereka bahwa di-swab itu tidak apa-apa,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Turunnya kebijakan Presiden Joko Widodo terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) tampaknya menjadi kabar yang sangat membahagiakan bagi Bupati Jember Hendy Siswanto. Orang nomor satu di Jember itu menyebut, pihaknya menyambut baik kebijakan tersebut. Sebab, melihat perkembangan kasus Covid-19 di daerah setempat, hampir satu pekan ini semakin menunjukkan tren yang baik.

Sebagai bentuk dukungan dan rasa perhatiannya pada sektor pendidikan, Hendy menyilakan pihak terkait untuk segera melaksanakan PTM. “Sekarang kami lemparkan ke Dinas Pendidikan. Silakan kalau mau PTM, tapi dengan protokol kesehatan. Tetap harus divaksin dan swab,” katanya.

Meski telah memberi ruang, Hendy mengimbau agar program vaksinasi dan swab, khususnya di kalangan pelajar, dapat segera dituntaskan. Dinas Pendidikan dan para tenaga pendidik disarankan agar tidak gegabah dalam melaksanakan PTM. Mereka juga harus memikirkan risikonya.

“Pertanyaannya, mudah-mudahan anak kita mau di-swab. Karena tidak sesederhana seperti yang kita lihat. Banyak anak-anak yang takut juga,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember seusai gelaran pejabat struktural di Pendapa Wahyawibawagraha, Jumat (20/8) kemarin.

Hendy menegaskan, dengan adanya kabar baik ini, tugas Dinas Pendidikan tidak hanya menyusun model pembelajaran yang aman. Namun juga harus mendahulukan langkah persuasif kepada para pelajar untuk bersedia di-swab maupun divaksin. “Kita harus tetap persuasif, agar mereka mau divaksin atau swab. Dan kasih tahu mereka bahwa di-swab itu tidak apa-apa,” imbuhnya.

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Turunnya kebijakan Presiden Joko Widodo terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) tampaknya menjadi kabar yang sangat membahagiakan bagi Bupati Jember Hendy Siswanto. Orang nomor satu di Jember itu menyebut, pihaknya menyambut baik kebijakan tersebut. Sebab, melihat perkembangan kasus Covid-19 di daerah setempat, hampir satu pekan ini semakin menunjukkan tren yang baik.

Sebagai bentuk dukungan dan rasa perhatiannya pada sektor pendidikan, Hendy menyilakan pihak terkait untuk segera melaksanakan PTM. “Sekarang kami lemparkan ke Dinas Pendidikan. Silakan kalau mau PTM, tapi dengan protokol kesehatan. Tetap harus divaksin dan swab,” katanya.

Meski telah memberi ruang, Hendy mengimbau agar program vaksinasi dan swab, khususnya di kalangan pelajar, dapat segera dituntaskan. Dinas Pendidikan dan para tenaga pendidik disarankan agar tidak gegabah dalam melaksanakan PTM. Mereka juga harus memikirkan risikonya.

“Pertanyaannya, mudah-mudahan anak kita mau di-swab. Karena tidak sesederhana seperti yang kita lihat. Banyak anak-anak yang takut juga,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember seusai gelaran pejabat struktural di Pendapa Wahyawibawagraha, Jumat (20/8) kemarin.

Hendy menegaskan, dengan adanya kabar baik ini, tugas Dinas Pendidikan tidak hanya menyusun model pembelajaran yang aman. Namun juga harus mendahulukan langkah persuasif kepada para pelajar untuk bersedia di-swab maupun divaksin. “Kita harus tetap persuasif, agar mereka mau divaksin atau swab. Dan kasih tahu mereka bahwa di-swab itu tidak apa-apa,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/