alexametrics
23.4 C
Jember
Friday, 12 August 2022

Petani ini Salahkan Pemkab yang Tak Hadir Dalam Tata Niaga Pertanian

Dulu Terjun Bebas, Kini Naik Drastis

Mobile_AP_Rectangle 1

Kondisi demikian, menurut Jumantoro, juga perlu peran pemerintah melalui penyuluh pertanian di lapangan untuk mengarahkan tanam komoditas apa yang menguntungkan. “Tahun depan bisa jadi cabai mahal, tomat murah. Sebab, petani cabai beralih ke tomat, karena tomat sebelumnya mahal,” paparnya.

Nur Ariyanto, petani pepaya california di daerah Tempurejo, mengaku, pada awal korona harga pepaya rusak karena akses distribusi banyak ditutup. Sekarang mulai membaik, bisa jadi karena kondisi pasar yang lebih baik.

Ketidakpastian harga komoditas pertanian di tengah pandemi juga dirasakan pertanian modern, yaitu petani selada hidroponik. Jika sebelumnya mengandalkan Surabaya sebagai pemasok utama, sekarang petani harus memutar otak untuk door to door ke resto dan hotel di Jember. “Belum pulih seratus persen. Mengatasinya, ya, jualan langsung ke kafe, hotel, dan restoran di Jember. Produksinya juga dikurangi,” ucap M Fieqih Hidayatullah, petani sayuran hidroponik di Kecamatan Pakusari.

Mobile_AP_Rectangle 2

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Kondisi demikian, menurut Jumantoro, juga perlu peran pemerintah melalui penyuluh pertanian di lapangan untuk mengarahkan tanam komoditas apa yang menguntungkan. “Tahun depan bisa jadi cabai mahal, tomat murah. Sebab, petani cabai beralih ke tomat, karena tomat sebelumnya mahal,” paparnya.

Nur Ariyanto, petani pepaya california di daerah Tempurejo, mengaku, pada awal korona harga pepaya rusak karena akses distribusi banyak ditutup. Sekarang mulai membaik, bisa jadi karena kondisi pasar yang lebih baik.

Ketidakpastian harga komoditas pertanian di tengah pandemi juga dirasakan pertanian modern, yaitu petani selada hidroponik. Jika sebelumnya mengandalkan Surabaya sebagai pemasok utama, sekarang petani harus memutar otak untuk door to door ke resto dan hotel di Jember. “Belum pulih seratus persen. Mengatasinya, ya, jualan langsung ke kafe, hotel, dan restoran di Jember. Produksinya juga dikurangi,” ucap M Fieqih Hidayatullah, petani sayuran hidroponik di Kecamatan Pakusari.

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih

Kondisi demikian, menurut Jumantoro, juga perlu peran pemerintah melalui penyuluh pertanian di lapangan untuk mengarahkan tanam komoditas apa yang menguntungkan. “Tahun depan bisa jadi cabai mahal, tomat murah. Sebab, petani cabai beralih ke tomat, karena tomat sebelumnya mahal,” paparnya.

Nur Ariyanto, petani pepaya california di daerah Tempurejo, mengaku, pada awal korona harga pepaya rusak karena akses distribusi banyak ditutup. Sekarang mulai membaik, bisa jadi karena kondisi pasar yang lebih baik.

Ketidakpastian harga komoditas pertanian di tengah pandemi juga dirasakan pertanian modern, yaitu petani selada hidroponik. Jika sebelumnya mengandalkan Surabaya sebagai pemasok utama, sekarang petani harus memutar otak untuk door to door ke resto dan hotel di Jember. “Belum pulih seratus persen. Mengatasinya, ya, jualan langsung ke kafe, hotel, dan restoran di Jember. Produksinya juga dikurangi,” ucap M Fieqih Hidayatullah, petani sayuran hidroponik di Kecamatan Pakusari.

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/