alexametrics
21.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Ayo Dukung Balung Ikuti Lomba BUMDes Karya Mandiri

Optimistis Jadi BUMDes Terbaik Ikuti Ajang Lomba BUMDes Tingkat Provinsi

Mobile_AP_Rectangle 1

BALUNG KULON, RADARJEMBER.ID – Doa baik perlu dipanjatkan seluruh warga Jember untuk keberlangsungan Jember agar kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Salah satunya terkait salah satu Badan Usaha Milik Desa yang mengikuti lomba BUMDes tingkat provinsi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispemasdes) Adi Wijaya, kemarin (20/8) siang. Dia menjelaskan bahwa tim penilai dari Provinsi Jawa Timur telah datang dan melakukan penilaian terhadap BUMDes Karya Mandiri yang terletak di Desa Balun Kulon, Kecamatan Balung. “Alhamdulillah, BUMDes ini masuk enam besar dari 38 BUMDes kota/kabupaten se-Jatim,” paparnya.

Pada tahap awal, yakni administrasi. Setelah lolos hingga 12 besar, lanjutnya, ada presentasi. Karena berada di masa pandemi, presentasi dilaksanakan via Zoom Meeting. “Setelah memasuki tahap ketiga pada enam besar, tim penilai datang ke setiap BUMDes untuk melakukan penilaian,” imbuh Kepala Bidang Pengelolaan Keuangan Desa Dispemasdes Abdul Ghofur. Penilaian itu bertujuan untuk menyinkronkan materi yang disampaikan dengan yang sebenarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ghofur menerangkan bahwa ada beberapa pertimbangan yang membuat BUMDes Karya Mandiri ini masuk enam besar. Di antaranya, lantaran manajemen sehat dan dampak kepada masyarakat. “Seperti kita ketahui, unit usaha yang paling utama dalam BUMDes ini adalah kerajinan dan pengolahan sampah menjadi bank sampah,” lanjutnya.

Hal itu, lanjutnya, merupakan salah satu isu yang saat ini tengah menjadi tren. Sampah yang dianggap tidak ada hasilnya ternyata menghasilkan. “Itu yang saat ini kami seriusi untuk selanjutnya bisa dicontoh BUMDes lain,” paparnya.

Dari pengolahan atau inovasi itu, bisa meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama di masa pandemi. Hal itulah yang saat ini pihaknya tampilkan kepada provinsi untuk dikompetisikan dalam bentuk lomba.

Lebih lanjut, Ketua Tim Penilai sekaligus Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Jawa Timur Endah Binawati menyatakan bahwa dasar penilaian yang pihaknya lakukan berdasar pada SK Gubernur Jawa Timur. “Ada enam aspek yang dinilai. Yakni aspek kelembagaan, pengolahan usaha, keuangan, kemitraan, dampak, serta pembinaan dan pertanggungjawaban,” tuturnya.

- Advertisement -

BALUNG KULON, RADARJEMBER.ID – Doa baik perlu dipanjatkan seluruh warga Jember untuk keberlangsungan Jember agar kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Salah satunya terkait salah satu Badan Usaha Milik Desa yang mengikuti lomba BUMDes tingkat provinsi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispemasdes) Adi Wijaya, kemarin (20/8) siang. Dia menjelaskan bahwa tim penilai dari Provinsi Jawa Timur telah datang dan melakukan penilaian terhadap BUMDes Karya Mandiri yang terletak di Desa Balun Kulon, Kecamatan Balung. “Alhamdulillah, BUMDes ini masuk enam besar dari 38 BUMDes kota/kabupaten se-Jatim,” paparnya.

Pada tahap awal, yakni administrasi. Setelah lolos hingga 12 besar, lanjutnya, ada presentasi. Karena berada di masa pandemi, presentasi dilaksanakan via Zoom Meeting. “Setelah memasuki tahap ketiga pada enam besar, tim penilai datang ke setiap BUMDes untuk melakukan penilaian,” imbuh Kepala Bidang Pengelolaan Keuangan Desa Dispemasdes Abdul Ghofur. Penilaian itu bertujuan untuk menyinkronkan materi yang disampaikan dengan yang sebenarnya.

Ghofur menerangkan bahwa ada beberapa pertimbangan yang membuat BUMDes Karya Mandiri ini masuk enam besar. Di antaranya, lantaran manajemen sehat dan dampak kepada masyarakat. “Seperti kita ketahui, unit usaha yang paling utama dalam BUMDes ini adalah kerajinan dan pengolahan sampah menjadi bank sampah,” lanjutnya.

Hal itu, lanjutnya, merupakan salah satu isu yang saat ini tengah menjadi tren. Sampah yang dianggap tidak ada hasilnya ternyata menghasilkan. “Itu yang saat ini kami seriusi untuk selanjutnya bisa dicontoh BUMDes lain,” paparnya.

Dari pengolahan atau inovasi itu, bisa meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama di masa pandemi. Hal itulah yang saat ini pihaknya tampilkan kepada provinsi untuk dikompetisikan dalam bentuk lomba.

Lebih lanjut, Ketua Tim Penilai sekaligus Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Jawa Timur Endah Binawati menyatakan bahwa dasar penilaian yang pihaknya lakukan berdasar pada SK Gubernur Jawa Timur. “Ada enam aspek yang dinilai. Yakni aspek kelembagaan, pengolahan usaha, keuangan, kemitraan, dampak, serta pembinaan dan pertanggungjawaban,” tuturnya.

BALUNG KULON, RADARJEMBER.ID – Doa baik perlu dipanjatkan seluruh warga Jember untuk keberlangsungan Jember agar kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Salah satunya terkait salah satu Badan Usaha Milik Desa yang mengikuti lomba BUMDes tingkat provinsi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispemasdes) Adi Wijaya, kemarin (20/8) siang. Dia menjelaskan bahwa tim penilai dari Provinsi Jawa Timur telah datang dan melakukan penilaian terhadap BUMDes Karya Mandiri yang terletak di Desa Balun Kulon, Kecamatan Balung. “Alhamdulillah, BUMDes ini masuk enam besar dari 38 BUMDes kota/kabupaten se-Jatim,” paparnya.

Pada tahap awal, yakni administrasi. Setelah lolos hingga 12 besar, lanjutnya, ada presentasi. Karena berada di masa pandemi, presentasi dilaksanakan via Zoom Meeting. “Setelah memasuki tahap ketiga pada enam besar, tim penilai datang ke setiap BUMDes untuk melakukan penilaian,” imbuh Kepala Bidang Pengelolaan Keuangan Desa Dispemasdes Abdul Ghofur. Penilaian itu bertujuan untuk menyinkronkan materi yang disampaikan dengan yang sebenarnya.

Ghofur menerangkan bahwa ada beberapa pertimbangan yang membuat BUMDes Karya Mandiri ini masuk enam besar. Di antaranya, lantaran manajemen sehat dan dampak kepada masyarakat. “Seperti kita ketahui, unit usaha yang paling utama dalam BUMDes ini adalah kerajinan dan pengolahan sampah menjadi bank sampah,” lanjutnya.

Hal itu, lanjutnya, merupakan salah satu isu yang saat ini tengah menjadi tren. Sampah yang dianggap tidak ada hasilnya ternyata menghasilkan. “Itu yang saat ini kami seriusi untuk selanjutnya bisa dicontoh BUMDes lain,” paparnya.

Dari pengolahan atau inovasi itu, bisa meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama di masa pandemi. Hal itulah yang saat ini pihaknya tampilkan kepada provinsi untuk dikompetisikan dalam bentuk lomba.

Lebih lanjut, Ketua Tim Penilai sekaligus Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Jawa Timur Endah Binawati menyatakan bahwa dasar penilaian yang pihaknya lakukan berdasar pada SK Gubernur Jawa Timur. “Ada enam aspek yang dinilai. Yakni aspek kelembagaan, pengolahan usaha, keuangan, kemitraan, dampak, serta pembinaan dan pertanggungjawaban,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/