alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Pebisnis Rumahan Belum Maksimal

Masih Banyak Andalkan Penjualan Konvensional

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Momen kemerdekaan juga dirasakan sejumlah pelaku usaha. Tak sedikit dari mereka yang dinilai masih tertatih-tatih dalam bertahan di tengah terjangan persaingan pasar.

“Selama ini hanya bisa andalkan pameran atau bazar seperti ini. Pindah ke tempat satu dan lainnya,” kata Dian Wiji Astuti, salah satu pebisnis kuliner bumbu dapur asal Balung.

Sebenarnya, ia juga memanfaatkan media sosial. Namun, hal itu dinilainya kurang optimal. Terlebih lagi, produk miliknya masih diproduksi dalam skala kecil dan hanya mengantongi izin berupa produk industri rumah tangga (PIRT).

Mobile_AP_Rectangle 2

Media sosial dan stan pameran menjadi upaya mereka selama ini untuk melapak. Meskipun masih mengandalkan model penjualan secara konvensional dengan keuntungan yang tidak seberapa, namun hal itu mereka galakkan untuk menjajaki pasar lokal.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Momen kemerdekaan juga dirasakan sejumlah pelaku usaha. Tak sedikit dari mereka yang dinilai masih tertatih-tatih dalam bertahan di tengah terjangan persaingan pasar.

“Selama ini hanya bisa andalkan pameran atau bazar seperti ini. Pindah ke tempat satu dan lainnya,” kata Dian Wiji Astuti, salah satu pebisnis kuliner bumbu dapur asal Balung.

Sebenarnya, ia juga memanfaatkan media sosial. Namun, hal itu dinilainya kurang optimal. Terlebih lagi, produk miliknya masih diproduksi dalam skala kecil dan hanya mengantongi izin berupa produk industri rumah tangga (PIRT).

Media sosial dan stan pameran menjadi upaya mereka selama ini untuk melapak. Meskipun masih mengandalkan model penjualan secara konvensional dengan keuntungan yang tidak seberapa, namun hal itu mereka galakkan untuk menjajaki pasar lokal.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Momen kemerdekaan juga dirasakan sejumlah pelaku usaha. Tak sedikit dari mereka yang dinilai masih tertatih-tatih dalam bertahan di tengah terjangan persaingan pasar.

“Selama ini hanya bisa andalkan pameran atau bazar seperti ini. Pindah ke tempat satu dan lainnya,” kata Dian Wiji Astuti, salah satu pebisnis kuliner bumbu dapur asal Balung.

Sebenarnya, ia juga memanfaatkan media sosial. Namun, hal itu dinilainya kurang optimal. Terlebih lagi, produk miliknya masih diproduksi dalam skala kecil dan hanya mengantongi izin berupa produk industri rumah tangga (PIRT).

Media sosial dan stan pameran menjadi upaya mereka selama ini untuk melapak. Meskipun masih mengandalkan model penjualan secara konvensional dengan keuntungan yang tidak seberapa, namun hal itu mereka galakkan untuk menjajaki pasar lokal.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/