alexametrics
24 C
Jember
Monday, 8 August 2022

Penanganan PMK Andalkan Anggaran BTT

Bupati Hendy Segera Perbarui SK Petugas hingga Treatment PMK

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) belum dimasukkan ke dalam Anggaran Pembelanjaan Belanja Daerah (APBD). Meski begitu, masih menggunakan anggaran belanja tak terduga (BTT).

BTT untuk PMK Segera Dieksekusi Soal Dana Rp 107 Miliar dalam Proses

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan, meski menggunakan BTT, pemakaiannya tetap akan melihat konsepnya. Sebab, penanganan PMK berbeda dengan Covid-19. “Pemakaian BTT harus melihat konsep penanganannya seperti apa,” terangnya seusai rapat paripurna penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPP) APBD Tahun Anggaran 2021, awal pekan ini (18/7), di Gedung DPRD Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, tingkat penyebaran PMK masih terus dipantau. Dengan melihat pergerakannya, akan diketahui cara tepat untuk melakukan proteksi pada hewan ternak. Dia mengungkapkan bahwa penyebaran PMK di Jember saat ini menurun dan angkanya di bawah 100.

Berdasarkan data terbaru, kata Hendy, dalam sehari penularannya sekitar 30 sampai 60 kasus. Jumlah hewan ternak yang sembuh dari infeksi PMK, tambah dia, juga lebih banyak. Padahal, sebelum-sebelumnya penularannya dalam sehari bisa mencapai 300 ekor.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) belum dimasukkan ke dalam Anggaran Pembelanjaan Belanja Daerah (APBD). Meski begitu, masih menggunakan anggaran belanja tak terduga (BTT).

BTT untuk PMK Segera Dieksekusi Soal Dana Rp 107 Miliar dalam Proses

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan, meski menggunakan BTT, pemakaiannya tetap akan melihat konsepnya. Sebab, penanganan PMK berbeda dengan Covid-19. “Pemakaian BTT harus melihat konsep penanganannya seperti apa,” terangnya seusai rapat paripurna penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPP) APBD Tahun Anggaran 2021, awal pekan ini (18/7), di Gedung DPRD Jember.

Sementara itu, tingkat penyebaran PMK masih terus dipantau. Dengan melihat pergerakannya, akan diketahui cara tepat untuk melakukan proteksi pada hewan ternak. Dia mengungkapkan bahwa penyebaran PMK di Jember saat ini menurun dan angkanya di bawah 100.

Berdasarkan data terbaru, kata Hendy, dalam sehari penularannya sekitar 30 sampai 60 kasus. Jumlah hewan ternak yang sembuh dari infeksi PMK, tambah dia, juga lebih banyak. Padahal, sebelum-sebelumnya penularannya dalam sehari bisa mencapai 300 ekor.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) belum dimasukkan ke dalam Anggaran Pembelanjaan Belanja Daerah (APBD). Meski begitu, masih menggunakan anggaran belanja tak terduga (BTT).

BTT untuk PMK Segera Dieksekusi Soal Dana Rp 107 Miliar dalam Proses

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan, meski menggunakan BTT, pemakaiannya tetap akan melihat konsepnya. Sebab, penanganan PMK berbeda dengan Covid-19. “Pemakaian BTT harus melihat konsep penanganannya seperti apa,” terangnya seusai rapat paripurna penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPP) APBD Tahun Anggaran 2021, awal pekan ini (18/7), di Gedung DPRD Jember.

Sementara itu, tingkat penyebaran PMK masih terus dipantau. Dengan melihat pergerakannya, akan diketahui cara tepat untuk melakukan proteksi pada hewan ternak. Dia mengungkapkan bahwa penyebaran PMK di Jember saat ini menurun dan angkanya di bawah 100.

Berdasarkan data terbaru, kata Hendy, dalam sehari penularannya sekitar 30 sampai 60 kasus. Jumlah hewan ternak yang sembuh dari infeksi PMK, tambah dia, juga lebih banyak. Padahal, sebelum-sebelumnya penularannya dalam sehari bisa mencapai 300 ekor.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/