alexametrics
22.3 C
Jember
Tuesday, 9 August 2022

Kemiskinan Masih Jadi Masalah Klasik

Penduduk Bertambah, Kemiskinan Juga Naik

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Angka kemiskinan di Jember dua tahun terakhir masih tinggi. Tercatat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, tahun 2021 lalu presentasi kemiskinan jember menyentuh angka 10,41 persen.

Kepala BPS Jember Arif Joko Sutejo menjelaskan bahwa semenjak adanya pandemi korona, angka kemiskinan semakin meningkat mulai dari tahun 2019. Hal itu memang terjadi di seluruh kabupaten/kota. Tak hanya di Jember.

“Penyebab kemiskinan di Jember di antaranya angka pengangguran yang semakin meningkat. Banyak sekali para pekerja yang di-PHK dan harga bahan pokok yang semakin lama semakin meningkat,” urainya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menambahkan, dampak sosial kemiskinan saat pandemi Covid-19 lalu ada kaitannya, seperti mobilitas terbatas. Orang-orang jarang yang menggunakan angkutan umum dan lebih memilih kendaraan pribadi. Namun, saat ini sudah mulai normal kembali.

Saat momen Idul Fitri tingkat inflasi juga meningkat, sekitar bulan Maret dan April lalu. Menurutnya, program-program pemerintah juga sudah banyak yang mengatasi kemiskinan, terutama di Jember. Seperti program Bantuan Langsung Tunai (BLT). Ada juga bantuan sosial lainnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Angka kemiskinan di Jember dua tahun terakhir masih tinggi. Tercatat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, tahun 2021 lalu presentasi kemiskinan jember menyentuh angka 10,41 persen.

Kepala BPS Jember Arif Joko Sutejo menjelaskan bahwa semenjak adanya pandemi korona, angka kemiskinan semakin meningkat mulai dari tahun 2019. Hal itu memang terjadi di seluruh kabupaten/kota. Tak hanya di Jember.

“Penyebab kemiskinan di Jember di antaranya angka pengangguran yang semakin meningkat. Banyak sekali para pekerja yang di-PHK dan harga bahan pokok yang semakin lama semakin meningkat,” urainya.

Dia menambahkan, dampak sosial kemiskinan saat pandemi Covid-19 lalu ada kaitannya, seperti mobilitas terbatas. Orang-orang jarang yang menggunakan angkutan umum dan lebih memilih kendaraan pribadi. Namun, saat ini sudah mulai normal kembali.

Saat momen Idul Fitri tingkat inflasi juga meningkat, sekitar bulan Maret dan April lalu. Menurutnya, program-program pemerintah juga sudah banyak yang mengatasi kemiskinan, terutama di Jember. Seperti program Bantuan Langsung Tunai (BLT). Ada juga bantuan sosial lainnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Angka kemiskinan di Jember dua tahun terakhir masih tinggi. Tercatat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, tahun 2021 lalu presentasi kemiskinan jember menyentuh angka 10,41 persen.

Kepala BPS Jember Arif Joko Sutejo menjelaskan bahwa semenjak adanya pandemi korona, angka kemiskinan semakin meningkat mulai dari tahun 2019. Hal itu memang terjadi di seluruh kabupaten/kota. Tak hanya di Jember.

“Penyebab kemiskinan di Jember di antaranya angka pengangguran yang semakin meningkat. Banyak sekali para pekerja yang di-PHK dan harga bahan pokok yang semakin lama semakin meningkat,” urainya.

Dia menambahkan, dampak sosial kemiskinan saat pandemi Covid-19 lalu ada kaitannya, seperti mobilitas terbatas. Orang-orang jarang yang menggunakan angkutan umum dan lebih memilih kendaraan pribadi. Namun, saat ini sudah mulai normal kembali.

Saat momen Idul Fitri tingkat inflasi juga meningkat, sekitar bulan Maret dan April lalu. Menurutnya, program-program pemerintah juga sudah banyak yang mengatasi kemiskinan, terutama di Jember. Seperti program Bantuan Langsung Tunai (BLT). Ada juga bantuan sosial lainnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/