alexametrics
24.9 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Perhatikan Asupan Oksigen

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR, RADARJEMBER.ID – Geliat sepeda semakin masif di tengah pandemi korona seperti ini. Namun, ada beberapa hal yang kurang diperhatikan oleh para pesepeda pemula. Itu membuat mereka gampang capek dan tidak kunjung bertambah staminanya.

Pengurus Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Jember Nanang Mufti mengatakan, untuk para pesepeda pemula yang baru memulai aktivitas bersepeda, ada cara mudah agar bersepeda itu tidak gampang capek. Salah satu yang diterapkan adalah tidak memaksakan fisik dan tidak memaksakan gear sepeda. “Bagi pemula ya tidak memakai gear yang berat. Perlahan, terpenting terus-menerus,” jelasnya.

Dalam hal mengayuh sepeda juga ada tekniknya sendiri. Yaitu mengayuh secara berkesinambungan. Kata dia, cara mengayuh sepeda yang benar itu bukan dikayuh cepat terus berhenti. Tapi adalah konstan dan terus-menerus. Jika dipaksa dengan gear berat dan kayuhan cepat pada awal, menurut Nanang, stamina tidak akan terbentuk.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di tengah pandemi korona seperti ini, Nanang menyarankan agar pesepeda tetap menerapkan protokol kesehatan. Walau memakai masker, alangkah baiknya memakai masker yang longgar saja. “Kalau sepeda city bike, yang santai pakai maskernya yang kendor saja. Jangan rapet-rapet,” tuturnya.

Sementara, jika bersepeda road bike atau yang memacu tenaga besar dan jantung berdenyut kencang, maka lebih baik tidak memakai masker. Menurut dia, jika memakai masker, apalagi masker begitu ketat, maka yang dihirup adalah CO2, bukan oksigen lagi. Hal itu tentu sangat berbahaya. Sebab, bersepeda butuh asupan oksigen banyak. “Saat sepeda boleh dilepas, tapi saat kumpul ya pakai masker dan jaga jarak,” jelasnya.

Dia juga memantau aktivitas sepeda sekarang banyak ke arah pinggiran kota. Seperti di Antirogo, Jalan Tidar, dan lainnya. Hal itu sangat bagus, agar tidak menumpuk di alun-alun saja.

- Advertisement -

RADAR, RADARJEMBER.ID – Geliat sepeda semakin masif di tengah pandemi korona seperti ini. Namun, ada beberapa hal yang kurang diperhatikan oleh para pesepeda pemula. Itu membuat mereka gampang capek dan tidak kunjung bertambah staminanya.

Pengurus Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Jember Nanang Mufti mengatakan, untuk para pesepeda pemula yang baru memulai aktivitas bersepeda, ada cara mudah agar bersepeda itu tidak gampang capek. Salah satu yang diterapkan adalah tidak memaksakan fisik dan tidak memaksakan gear sepeda. “Bagi pemula ya tidak memakai gear yang berat. Perlahan, terpenting terus-menerus,” jelasnya.

Dalam hal mengayuh sepeda juga ada tekniknya sendiri. Yaitu mengayuh secara berkesinambungan. Kata dia, cara mengayuh sepeda yang benar itu bukan dikayuh cepat terus berhenti. Tapi adalah konstan dan terus-menerus. Jika dipaksa dengan gear berat dan kayuhan cepat pada awal, menurut Nanang, stamina tidak akan terbentuk.

Di tengah pandemi korona seperti ini, Nanang menyarankan agar pesepeda tetap menerapkan protokol kesehatan. Walau memakai masker, alangkah baiknya memakai masker yang longgar saja. “Kalau sepeda city bike, yang santai pakai maskernya yang kendor saja. Jangan rapet-rapet,” tuturnya.

Sementara, jika bersepeda road bike atau yang memacu tenaga besar dan jantung berdenyut kencang, maka lebih baik tidak memakai masker. Menurut dia, jika memakai masker, apalagi masker begitu ketat, maka yang dihirup adalah CO2, bukan oksigen lagi. Hal itu tentu sangat berbahaya. Sebab, bersepeda butuh asupan oksigen banyak. “Saat sepeda boleh dilepas, tapi saat kumpul ya pakai masker dan jaga jarak,” jelasnya.

Dia juga memantau aktivitas sepeda sekarang banyak ke arah pinggiran kota. Seperti di Antirogo, Jalan Tidar, dan lainnya. Hal itu sangat bagus, agar tidak menumpuk di alun-alun saja.

RADAR, RADARJEMBER.ID – Geliat sepeda semakin masif di tengah pandemi korona seperti ini. Namun, ada beberapa hal yang kurang diperhatikan oleh para pesepeda pemula. Itu membuat mereka gampang capek dan tidak kunjung bertambah staminanya.

Pengurus Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Jember Nanang Mufti mengatakan, untuk para pesepeda pemula yang baru memulai aktivitas bersepeda, ada cara mudah agar bersepeda itu tidak gampang capek. Salah satu yang diterapkan adalah tidak memaksakan fisik dan tidak memaksakan gear sepeda. “Bagi pemula ya tidak memakai gear yang berat. Perlahan, terpenting terus-menerus,” jelasnya.

Dalam hal mengayuh sepeda juga ada tekniknya sendiri. Yaitu mengayuh secara berkesinambungan. Kata dia, cara mengayuh sepeda yang benar itu bukan dikayuh cepat terus berhenti. Tapi adalah konstan dan terus-menerus. Jika dipaksa dengan gear berat dan kayuhan cepat pada awal, menurut Nanang, stamina tidak akan terbentuk.

Di tengah pandemi korona seperti ini, Nanang menyarankan agar pesepeda tetap menerapkan protokol kesehatan. Walau memakai masker, alangkah baiknya memakai masker yang longgar saja. “Kalau sepeda city bike, yang santai pakai maskernya yang kendor saja. Jangan rapet-rapet,” tuturnya.

Sementara, jika bersepeda road bike atau yang memacu tenaga besar dan jantung berdenyut kencang, maka lebih baik tidak memakai masker. Menurut dia, jika memakai masker, apalagi masker begitu ketat, maka yang dihirup adalah CO2, bukan oksigen lagi. Hal itu tentu sangat berbahaya. Sebab, bersepeda butuh asupan oksigen banyak. “Saat sepeda boleh dilepas, tapi saat kumpul ya pakai masker dan jaga jarak,” jelasnya.

Dia juga memantau aktivitas sepeda sekarang banyak ke arah pinggiran kota. Seperti di Antirogo, Jalan Tidar, dan lainnya. Hal itu sangat bagus, agar tidak menumpuk di alun-alun saja.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/