alexametrics
22.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Ruko di Atas Jembatan Jompo Segera Dibongkar

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER KIDUL, Radar Jember – Sebanyak tujuh bangunan rumah dan toko (ruko) di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, bakal segera ditertibkan. Rencana eksekusi bangunan yang berdiri di atas jembatan Kali Jompo itu karena melanggar aturan.

BACA JUGA : Penambang Batu yang Hidup Sendirian Hilang Terseret Arus Deras Kali Jompo

Kabid Sarana dan Prasarana Disperindag Jember Eko Wahyu Septianto membenarkan kabar tersebut. Menurut dia, rencana itu menyusul hasil survei dari Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Pemprov Jatim. Kondisi bangunan di atas jembatan dinilai menyalahi ketentuan Peraturan Menteri PUPR Nomor 28 Tahun 2015 tentang Penetapan Sempadan Sungai dan Danau, serta Perda Pemprov Jatim Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Sungai. “Jadi, setelah 30 ruko roboh di sisi selatan itu, ada peninjauan ulang. Ternyata di sisi utara juga menyalahi aturan tersebut, makanya akan dirobohkan,” kata Eko.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dari hasil survei dan penelusuran itu pula, diketahui tujuh ruko tersebut dibangun pada medio tahun 1987 silam. Secara bersamaan diketahui ada semacam perjanjian bahwa ruko atau bangunan itu diberi jangka waktu 20 tahun untuk ditempati. Sejak saat itu pula, tujuh ruko tersebut tercatat sebagai aset Pemkab Jember. “Itu bangunannya pemda. Jadi, mereka selama ini cuma menempati saja, dan selama itu pula, di catatan kami, tidak dipungut retribusi sama sekali,” kata Eko.

- Advertisement -

JEMBER KIDUL, Radar Jember – Sebanyak tujuh bangunan rumah dan toko (ruko) di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, bakal segera ditertibkan. Rencana eksekusi bangunan yang berdiri di atas jembatan Kali Jompo itu karena melanggar aturan.

BACA JUGA : Penambang Batu yang Hidup Sendirian Hilang Terseret Arus Deras Kali Jompo

Kabid Sarana dan Prasarana Disperindag Jember Eko Wahyu Septianto membenarkan kabar tersebut. Menurut dia, rencana itu menyusul hasil survei dari Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Pemprov Jatim. Kondisi bangunan di atas jembatan dinilai menyalahi ketentuan Peraturan Menteri PUPR Nomor 28 Tahun 2015 tentang Penetapan Sempadan Sungai dan Danau, serta Perda Pemprov Jatim Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Sungai. “Jadi, setelah 30 ruko roboh di sisi selatan itu, ada peninjauan ulang. Ternyata di sisi utara juga menyalahi aturan tersebut, makanya akan dirobohkan,” kata Eko.

Dari hasil survei dan penelusuran itu pula, diketahui tujuh ruko tersebut dibangun pada medio tahun 1987 silam. Secara bersamaan diketahui ada semacam perjanjian bahwa ruko atau bangunan itu diberi jangka waktu 20 tahun untuk ditempati. Sejak saat itu pula, tujuh ruko tersebut tercatat sebagai aset Pemkab Jember. “Itu bangunannya pemda. Jadi, mereka selama ini cuma menempati saja, dan selama itu pula, di catatan kami, tidak dipungut retribusi sama sekali,” kata Eko.

JEMBER KIDUL, Radar Jember – Sebanyak tujuh bangunan rumah dan toko (ruko) di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, bakal segera ditertibkan. Rencana eksekusi bangunan yang berdiri di atas jembatan Kali Jompo itu karena melanggar aturan.

BACA JUGA : Penambang Batu yang Hidup Sendirian Hilang Terseret Arus Deras Kali Jompo

Kabid Sarana dan Prasarana Disperindag Jember Eko Wahyu Septianto membenarkan kabar tersebut. Menurut dia, rencana itu menyusul hasil survei dari Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Pemprov Jatim. Kondisi bangunan di atas jembatan dinilai menyalahi ketentuan Peraturan Menteri PUPR Nomor 28 Tahun 2015 tentang Penetapan Sempadan Sungai dan Danau, serta Perda Pemprov Jatim Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Sungai. “Jadi, setelah 30 ruko roboh di sisi selatan itu, ada peninjauan ulang. Ternyata di sisi utara juga menyalahi aturan tersebut, makanya akan dirobohkan,” kata Eko.

Dari hasil survei dan penelusuran itu pula, diketahui tujuh ruko tersebut dibangun pada medio tahun 1987 silam. Secara bersamaan diketahui ada semacam perjanjian bahwa ruko atau bangunan itu diberi jangka waktu 20 tahun untuk ditempati. Sejak saat itu pula, tujuh ruko tersebut tercatat sebagai aset Pemkab Jember. “Itu bangunannya pemda. Jadi, mereka selama ini cuma menempati saja, dan selama itu pula, di catatan kami, tidak dipungut retribusi sama sekali,” kata Eko.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/