alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Sudah Jengah dengan Dualisme

Suporter hingga Pengurus YPJ Turun Jalan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jalan Sudarman, Alun-Alun Jember, Kamis (20/5) dini hari, mendadak penuh anak muda. Mereka menggelar pesta kembang api hingga menyalakan flare merah. Sekitar seratusan pemuda itu adalah suporter sepak bola Persid, Jember Berani alias Berni. Acara yang sejatinya adalah peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-69 Persid itu berubah menjadi ajang mereka turun jalan. Mereka ingin dualisme Persid segera selesai.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di lokasisemakin larut, segerombolan pemuda mulai berdatangan ke alun-alun. Puncaknya mendekati pukul 00.00, suara suporter bola dengan nyanyian khas itu muncul. Kembang api juga mulai diluncurkan.

Dini hari kemarin, tepat di depan Kantor Pemkab Jember, warnanya memerah penuh dengan flare suporter. Di saat bersamaan, spanduk Persid dibentangkan di pagar kantor pemkab.

Mobile_AP_Rectangle 2

Para pencinta bola Jember itu juga melakukan orasi. Mereka menyerukan agar dualisme di klub yang dicintainya itu segera berakhir. Terlebih, akibat dualisme ini, Persid terancam tidak bisa mengikuti kompetisi liga. “Ayo, kita sepakati bersama, Persid mau dipegang yayasan atau dikembalikan ke pemkab?” ucap M Sholahudin Amrullah, seorang orator. Suporter Persid pun kompak menjawab, “dikembalikan ke pemkab.”

M Sholahudin atau yang akrab disapa Jo tersebut tidak lain adalah Ketua Pengurus Yayasan Persid Jember (YPJ). Dia menyatakan, kesanggupan dirinya menjadi Ketua Pengurus YPJ itu tidak lain karena dukungan suporter. “Bagi orang tidak tahu dari awal, ada yang menyimpulkan pengurus YPJ itu penyakit tahunan. Tiba-tiba muncul, dan lainnya,” ucapnya.

Padahal, pada waktu itu, Jo bersedia terjun dan menjadi Ketua Pengurus YPJ karena disetujui oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Berni. “Kami waktu itu kumpulkan Ketua Korwil Berni, dan sepakat untuk mengambil YPJ,” ungkapnya. Namun, di tengah jalan banyak terjadi benturan. Bahkan, dirinya juga dianggap sebagai pion. “Saya, sekretaris dan bendahara murni berjuang untuk Persid,” ujarnya.

 

Belum Klop dengan Pembina

Orasi yang dilontarkan Jo juga membuka tabir bahwa saat ini antara pengurus YPJ dengan pembina YPJ tidak sejalan lagi. Pengurus sepakat mengembalikan Persid ke pemkab. Namun, hal itu tidak bisa langsung dikembalikan begitu saja. Sebab, masih ada pembina YPJ.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jalan Sudarman, Alun-Alun Jember, Kamis (20/5) dini hari, mendadak penuh anak muda. Mereka menggelar pesta kembang api hingga menyalakan flare merah. Sekitar seratusan pemuda itu adalah suporter sepak bola Persid, Jember Berani alias Berni. Acara yang sejatinya adalah peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-69 Persid itu berubah menjadi ajang mereka turun jalan. Mereka ingin dualisme Persid segera selesai.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di lokasisemakin larut, segerombolan pemuda mulai berdatangan ke alun-alun. Puncaknya mendekati pukul 00.00, suara suporter bola dengan nyanyian khas itu muncul. Kembang api juga mulai diluncurkan.

Dini hari kemarin, tepat di depan Kantor Pemkab Jember, warnanya memerah penuh dengan flare suporter. Di saat bersamaan, spanduk Persid dibentangkan di pagar kantor pemkab.

Para pencinta bola Jember itu juga melakukan orasi. Mereka menyerukan agar dualisme di klub yang dicintainya itu segera berakhir. Terlebih, akibat dualisme ini, Persid terancam tidak bisa mengikuti kompetisi liga. “Ayo, kita sepakati bersama, Persid mau dipegang yayasan atau dikembalikan ke pemkab?” ucap M Sholahudin Amrullah, seorang orator. Suporter Persid pun kompak menjawab, “dikembalikan ke pemkab.”

M Sholahudin atau yang akrab disapa Jo tersebut tidak lain adalah Ketua Pengurus Yayasan Persid Jember (YPJ). Dia menyatakan, kesanggupan dirinya menjadi Ketua Pengurus YPJ itu tidak lain karena dukungan suporter. “Bagi orang tidak tahu dari awal, ada yang menyimpulkan pengurus YPJ itu penyakit tahunan. Tiba-tiba muncul, dan lainnya,” ucapnya.

Padahal, pada waktu itu, Jo bersedia terjun dan menjadi Ketua Pengurus YPJ karena disetujui oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Berni. “Kami waktu itu kumpulkan Ketua Korwil Berni, dan sepakat untuk mengambil YPJ,” ungkapnya. Namun, di tengah jalan banyak terjadi benturan. Bahkan, dirinya juga dianggap sebagai pion. “Saya, sekretaris dan bendahara murni berjuang untuk Persid,” ujarnya.

 

Belum Klop dengan Pembina

Orasi yang dilontarkan Jo juga membuka tabir bahwa saat ini antara pengurus YPJ dengan pembina YPJ tidak sejalan lagi. Pengurus sepakat mengembalikan Persid ke pemkab. Namun, hal itu tidak bisa langsung dikembalikan begitu saja. Sebab, masih ada pembina YPJ.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jalan Sudarman, Alun-Alun Jember, Kamis (20/5) dini hari, mendadak penuh anak muda. Mereka menggelar pesta kembang api hingga menyalakan flare merah. Sekitar seratusan pemuda itu adalah suporter sepak bola Persid, Jember Berani alias Berni. Acara yang sejatinya adalah peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-69 Persid itu berubah menjadi ajang mereka turun jalan. Mereka ingin dualisme Persid segera selesai.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di lokasisemakin larut, segerombolan pemuda mulai berdatangan ke alun-alun. Puncaknya mendekati pukul 00.00, suara suporter bola dengan nyanyian khas itu muncul. Kembang api juga mulai diluncurkan.

Dini hari kemarin, tepat di depan Kantor Pemkab Jember, warnanya memerah penuh dengan flare suporter. Di saat bersamaan, spanduk Persid dibentangkan di pagar kantor pemkab.

Para pencinta bola Jember itu juga melakukan orasi. Mereka menyerukan agar dualisme di klub yang dicintainya itu segera berakhir. Terlebih, akibat dualisme ini, Persid terancam tidak bisa mengikuti kompetisi liga. “Ayo, kita sepakati bersama, Persid mau dipegang yayasan atau dikembalikan ke pemkab?” ucap M Sholahudin Amrullah, seorang orator. Suporter Persid pun kompak menjawab, “dikembalikan ke pemkab.”

M Sholahudin atau yang akrab disapa Jo tersebut tidak lain adalah Ketua Pengurus Yayasan Persid Jember (YPJ). Dia menyatakan, kesanggupan dirinya menjadi Ketua Pengurus YPJ itu tidak lain karena dukungan suporter. “Bagi orang tidak tahu dari awal, ada yang menyimpulkan pengurus YPJ itu penyakit tahunan. Tiba-tiba muncul, dan lainnya,” ucapnya.

Padahal, pada waktu itu, Jo bersedia terjun dan menjadi Ketua Pengurus YPJ karena disetujui oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Berni. “Kami waktu itu kumpulkan Ketua Korwil Berni, dan sepakat untuk mengambil YPJ,” ungkapnya. Namun, di tengah jalan banyak terjadi benturan. Bahkan, dirinya juga dianggap sebagai pion. “Saya, sekretaris dan bendahara murni berjuang untuk Persid,” ujarnya.

 

Belum Klop dengan Pembina

Orasi yang dilontarkan Jo juga membuka tabir bahwa saat ini antara pengurus YPJ dengan pembina YPJ tidak sejalan lagi. Pengurus sepakat mengembalikan Persid ke pemkab. Namun, hal itu tidak bisa langsung dikembalikan begitu saja. Sebab, masih ada pembina YPJ.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/