alexametrics
28.7 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Masih Banyak Pasutri yang Nikah Siri

Gelar Isbat Nikah agar Lebih Resmi

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Status perkawinan yang belum tercatat masih banyak ditemukan di Jember. Rata-rata pemicunya adalah faktor ekonomi. Untuk mengatasi masalah tersebut, Dinas Kependudukan dan Catatan sipil (Dispendukcapil) Jember pun mengambil langkah untuk bekerja sama dengan Pengadilan Agama (PA) dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat menggelar sidang isbat nikah di beberapa kecamatan. Yakni Kecamatan Puger, Silo, Mayang, Ajung, dan Sumberbaru.

Baca Juga : Lima Tahun Tekuni Profesi Langka Jasa Pencucian Keris 

Menurut Kepala Dispendukcapil Isnaini Dwi Susanti, sejak tahun lalu ada 78 pasangan yang mengajukan isbat nikah. Namun, mereka tidak serta-merta bisa mengikuti sidang tersebut. Sebab, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Mereka di KTP-nya harus warga Jember. Dan sudah lama melakukan nikah siri. Minimal di atas tiga tahunan. Sebab, kalau nikah sirinya di bawah tiga tahun, lalu diikutkan isbat, nanti kami ditegur oleh Kementerian Agama,” ungkapnya.

Kegiatan sidang yang dilakukan secara masal tersebut diselenggarakan demi meningkatkan pelayanan dan ketertiban administrasi kependudukan (adminduk) dan pencatatan sipil di Jember. Dikemas dalam program kegiatan Fasilitasi Pencatatan Sipil bagi Penduduk yang Tidak Mampu.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Status perkawinan yang belum tercatat masih banyak ditemukan di Jember. Rata-rata pemicunya adalah faktor ekonomi. Untuk mengatasi masalah tersebut, Dinas Kependudukan dan Catatan sipil (Dispendukcapil) Jember pun mengambil langkah untuk bekerja sama dengan Pengadilan Agama (PA) dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat menggelar sidang isbat nikah di beberapa kecamatan. Yakni Kecamatan Puger, Silo, Mayang, Ajung, dan Sumberbaru.

Baca Juga : Lima Tahun Tekuni Profesi Langka Jasa Pencucian Keris 

Menurut Kepala Dispendukcapil Isnaini Dwi Susanti, sejak tahun lalu ada 78 pasangan yang mengajukan isbat nikah. Namun, mereka tidak serta-merta bisa mengikuti sidang tersebut. Sebab, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

“Mereka di KTP-nya harus warga Jember. Dan sudah lama melakukan nikah siri. Minimal di atas tiga tahunan. Sebab, kalau nikah sirinya di bawah tiga tahun, lalu diikutkan isbat, nanti kami ditegur oleh Kementerian Agama,” ungkapnya.

Kegiatan sidang yang dilakukan secara masal tersebut diselenggarakan demi meningkatkan pelayanan dan ketertiban administrasi kependudukan (adminduk) dan pencatatan sipil di Jember. Dikemas dalam program kegiatan Fasilitasi Pencatatan Sipil bagi Penduduk yang Tidak Mampu.

SUMBERSARI, Radar Jember – Status perkawinan yang belum tercatat masih banyak ditemukan di Jember. Rata-rata pemicunya adalah faktor ekonomi. Untuk mengatasi masalah tersebut, Dinas Kependudukan dan Catatan sipil (Dispendukcapil) Jember pun mengambil langkah untuk bekerja sama dengan Pengadilan Agama (PA) dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat menggelar sidang isbat nikah di beberapa kecamatan. Yakni Kecamatan Puger, Silo, Mayang, Ajung, dan Sumberbaru.

Baca Juga : Lima Tahun Tekuni Profesi Langka Jasa Pencucian Keris 

Menurut Kepala Dispendukcapil Isnaini Dwi Susanti, sejak tahun lalu ada 78 pasangan yang mengajukan isbat nikah. Namun, mereka tidak serta-merta bisa mengikuti sidang tersebut. Sebab, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

“Mereka di KTP-nya harus warga Jember. Dan sudah lama melakukan nikah siri. Minimal di atas tiga tahunan. Sebab, kalau nikah sirinya di bawah tiga tahun, lalu diikutkan isbat, nanti kami ditegur oleh Kementerian Agama,” ungkapnya.

Kegiatan sidang yang dilakukan secara masal tersebut diselenggarakan demi meningkatkan pelayanan dan ketertiban administrasi kependudukan (adminduk) dan pencatatan sipil di Jember. Dikemas dalam program kegiatan Fasilitasi Pencatatan Sipil bagi Penduduk yang Tidak Mampu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/