alexametrics
26.7 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Optimistis Akan Meningkat Lagi

Mobile_AP_Rectangle 1

“Masyarakat sekarang mulai ada kecenderungan bosan di rumah. Saya pantau ada beberapa hotel yang sudah melakukan promo untuk inap,” terangnya. Tentu saja, hotel juga melakukan prosedur yang baik untuk mencegah penularan. Salah satunya selalu sedia masker, cuci tangan, hingga hand sanitizer.

Selain itu, tambah dia, ada juga celah hotel membuka layanan untuk isolasi mandiri. Hal itu sudah diterapkan di beberapa hotel di kota besar dengan kasus korona cukup tinggi. Tapi untuk Jember, menurut Teguh, belum ada hotel membuka layanan isolasi mandiri. “Mungkin opsi layanan isolasi mandiri bisa dilakukan kelak,” tuturnya.

Teguh mengaku, saat korona seperti ini, okupansi hotel setidaknya hanya 5 persen dari jumlah kamar yang ada. Sehingga, untuk mengurangi pengeluaran, beberapa hotel melakukan kebijakan berbeda-beda. Pria berkacamata ini mengaku, memang ada hotel yang menonaktifkan pegawainya atau PHK, namun jumlahnya sedikit.

Mobile_AP_Rectangle 2

Rata-rata pihak hotel sementara mengistirahatkan karyawannya. Ada pula memotong gaji pegawai, lantaran ada pengaturan jam kerja pegawai. “Ada yang mengistirahatkan. Jika kembali normal, mereka dipanggil lagi. Ada pula dengan sistem kerjanya tidak setiap hari, sehingga gajinya dipotong,” tambahnya.

Beruntunglah pegawai di Jember ini saling pengertian. “Antara pegawai dan pengusaha ini saling mengerti di kondisi seperti ini,” pungkasnya.

- Advertisement -

“Masyarakat sekarang mulai ada kecenderungan bosan di rumah. Saya pantau ada beberapa hotel yang sudah melakukan promo untuk inap,” terangnya. Tentu saja, hotel juga melakukan prosedur yang baik untuk mencegah penularan. Salah satunya selalu sedia masker, cuci tangan, hingga hand sanitizer.

Selain itu, tambah dia, ada juga celah hotel membuka layanan untuk isolasi mandiri. Hal itu sudah diterapkan di beberapa hotel di kota besar dengan kasus korona cukup tinggi. Tapi untuk Jember, menurut Teguh, belum ada hotel membuka layanan isolasi mandiri. “Mungkin opsi layanan isolasi mandiri bisa dilakukan kelak,” tuturnya.

Teguh mengaku, saat korona seperti ini, okupansi hotel setidaknya hanya 5 persen dari jumlah kamar yang ada. Sehingga, untuk mengurangi pengeluaran, beberapa hotel melakukan kebijakan berbeda-beda. Pria berkacamata ini mengaku, memang ada hotel yang menonaktifkan pegawainya atau PHK, namun jumlahnya sedikit.

Rata-rata pihak hotel sementara mengistirahatkan karyawannya. Ada pula memotong gaji pegawai, lantaran ada pengaturan jam kerja pegawai. “Ada yang mengistirahatkan. Jika kembali normal, mereka dipanggil lagi. Ada pula dengan sistem kerjanya tidak setiap hari, sehingga gajinya dipotong,” tambahnya.

Beruntunglah pegawai di Jember ini saling pengertian. “Antara pegawai dan pengusaha ini saling mengerti di kondisi seperti ini,” pungkasnya.

“Masyarakat sekarang mulai ada kecenderungan bosan di rumah. Saya pantau ada beberapa hotel yang sudah melakukan promo untuk inap,” terangnya. Tentu saja, hotel juga melakukan prosedur yang baik untuk mencegah penularan. Salah satunya selalu sedia masker, cuci tangan, hingga hand sanitizer.

Selain itu, tambah dia, ada juga celah hotel membuka layanan untuk isolasi mandiri. Hal itu sudah diterapkan di beberapa hotel di kota besar dengan kasus korona cukup tinggi. Tapi untuk Jember, menurut Teguh, belum ada hotel membuka layanan isolasi mandiri. “Mungkin opsi layanan isolasi mandiri bisa dilakukan kelak,” tuturnya.

Teguh mengaku, saat korona seperti ini, okupansi hotel setidaknya hanya 5 persen dari jumlah kamar yang ada. Sehingga, untuk mengurangi pengeluaran, beberapa hotel melakukan kebijakan berbeda-beda. Pria berkacamata ini mengaku, memang ada hotel yang menonaktifkan pegawainya atau PHK, namun jumlahnya sedikit.

Rata-rata pihak hotel sementara mengistirahatkan karyawannya. Ada pula memotong gaji pegawai, lantaran ada pengaturan jam kerja pegawai. “Ada yang mengistirahatkan. Jika kembali normal, mereka dipanggil lagi. Ada pula dengan sistem kerjanya tidak setiap hari, sehingga gajinya dipotong,” tambahnya.

Beruntunglah pegawai di Jember ini saling pengertian. “Antara pegawai dan pengusaha ini saling mengerti di kondisi seperti ini,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/