alexametrics
23.9 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Optimistis Akan Meningkat Lagi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pariwisata dan perhotelan menjadi salah satu sektor yang terpukul di pandemi korona seperti ini. Namun keterpurukan ini dianggap tak akan berlangsung selamanya. Sektor perhotelan di Jember diyakini akan tumbuh berlipat-lipat setelah korona. Apalagi sekarang ini ada celah yang menarik saat korona.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember Teguh Soeprajitno mengatakan, kala pandemi korona, hampir semua sektor mengalami gejolak. Termasuk pariwisata yang juga berdampak pada tingkat hunian hotel. Namun, sektor perhotelan di Jember masih beruntung saat korona seperti ini, tidak seperti hotel-hotel seperti di daerah yang kasus koronanya begitu tinggi.

Dia mencontohkan di Kota Batu, sektor pariwisata menjadi penopang utama. Dengan beberapa penerapan kebijakan, imbauan pemerintah, serta penutupan pariwisata, dampaknya sangat luar biasa untuk hotel. “Kalau di Batu, ada hotel buka sudah didatangi petugas untuk tutup. Tapi untuk Jember tidak. Artinya, hotel Jember masih sedikit beruntung,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Teguh menuturkan, saat korona ini selesai, sektor perhotelan termasuk di Jember sangat optimistis akan mengalami lonjakan jumlah orang yang menginap luar biasa. Sebab, ada kecenderungan masyarakat akan berwisata. Orang yang dulu menunda ke luar kota, baik untuk bisnis ataupun berjumpa keluarga, akhirnya berangkat. “Sektor perhotelan setelah korona akan melesat berlipat-lipat,” jelasnya.

Walau begitu, pihaknya belum tahu kapan pandemi korona ini berakhir. Sebetulnya, tambah Teguh, saat ini ada celah meningkatkan pendapatan hotel Jember. Selain turut memasarkan produk makanan atau restoran lewat jejaring media daring, terdapat ceruk yang bisa dimanfaatkan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pariwisata dan perhotelan menjadi salah satu sektor yang terpukul di pandemi korona seperti ini. Namun keterpurukan ini dianggap tak akan berlangsung selamanya. Sektor perhotelan di Jember diyakini akan tumbuh berlipat-lipat setelah korona. Apalagi sekarang ini ada celah yang menarik saat korona.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember Teguh Soeprajitno mengatakan, kala pandemi korona, hampir semua sektor mengalami gejolak. Termasuk pariwisata yang juga berdampak pada tingkat hunian hotel. Namun, sektor perhotelan di Jember masih beruntung saat korona seperti ini, tidak seperti hotel-hotel seperti di daerah yang kasus koronanya begitu tinggi.

Dia mencontohkan di Kota Batu, sektor pariwisata menjadi penopang utama. Dengan beberapa penerapan kebijakan, imbauan pemerintah, serta penutupan pariwisata, dampaknya sangat luar biasa untuk hotel. “Kalau di Batu, ada hotel buka sudah didatangi petugas untuk tutup. Tapi untuk Jember tidak. Artinya, hotel Jember masih sedikit beruntung,” tuturnya.

Teguh menuturkan, saat korona ini selesai, sektor perhotelan termasuk di Jember sangat optimistis akan mengalami lonjakan jumlah orang yang menginap luar biasa. Sebab, ada kecenderungan masyarakat akan berwisata. Orang yang dulu menunda ke luar kota, baik untuk bisnis ataupun berjumpa keluarga, akhirnya berangkat. “Sektor perhotelan setelah korona akan melesat berlipat-lipat,” jelasnya.

Walau begitu, pihaknya belum tahu kapan pandemi korona ini berakhir. Sebetulnya, tambah Teguh, saat ini ada celah meningkatkan pendapatan hotel Jember. Selain turut memasarkan produk makanan atau restoran lewat jejaring media daring, terdapat ceruk yang bisa dimanfaatkan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pariwisata dan perhotelan menjadi salah satu sektor yang terpukul di pandemi korona seperti ini. Namun keterpurukan ini dianggap tak akan berlangsung selamanya. Sektor perhotelan di Jember diyakini akan tumbuh berlipat-lipat setelah korona. Apalagi sekarang ini ada celah yang menarik saat korona.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember Teguh Soeprajitno mengatakan, kala pandemi korona, hampir semua sektor mengalami gejolak. Termasuk pariwisata yang juga berdampak pada tingkat hunian hotel. Namun, sektor perhotelan di Jember masih beruntung saat korona seperti ini, tidak seperti hotel-hotel seperti di daerah yang kasus koronanya begitu tinggi.

Dia mencontohkan di Kota Batu, sektor pariwisata menjadi penopang utama. Dengan beberapa penerapan kebijakan, imbauan pemerintah, serta penutupan pariwisata, dampaknya sangat luar biasa untuk hotel. “Kalau di Batu, ada hotel buka sudah didatangi petugas untuk tutup. Tapi untuk Jember tidak. Artinya, hotel Jember masih sedikit beruntung,” tuturnya.

Teguh menuturkan, saat korona ini selesai, sektor perhotelan termasuk di Jember sangat optimistis akan mengalami lonjakan jumlah orang yang menginap luar biasa. Sebab, ada kecenderungan masyarakat akan berwisata. Orang yang dulu menunda ke luar kota, baik untuk bisnis ataupun berjumpa keluarga, akhirnya berangkat. “Sektor perhotelan setelah korona akan melesat berlipat-lipat,” jelasnya.

Walau begitu, pihaknya belum tahu kapan pandemi korona ini berakhir. Sebetulnya, tambah Teguh, saat ini ada celah meningkatkan pendapatan hotel Jember. Selain turut memasarkan produk makanan atau restoran lewat jejaring media daring, terdapat ceruk yang bisa dimanfaatkan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/