alexametrics
27.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Operasi Pasar, Cegah Kenaikan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok saat mulai memasuki bulan Ramadan sudah seperti fenomena tahunan. Kenaikan itu bahkan tidak hanya meliputi harga barang kebutuhan pokok, namun juga diikuti oleh berbagai komoditas lainnya.

Kegagapan melakukan kontrol harga pasar itu jelas akan memunculkan keuntungan sepihak. Sementara, sebagian besar masyarakat lainnya justru merugi. Menyikapi hal itu, pemerintah tidak bisa menutup mata. “Pemerintah perlu melakukan sesuatu, salah satunya bisa melalui operasi pasar,” kata Nyoman Aribowo, anggota DPRD Jember.

Anggota Komisi B ini menyebut, sebenarnya fenomena kenaikan harga barang menjelang Ramadan itu suatu keniscayaan. Sebab, bisa jadi selama beberapa bulan para pengusaha menjalankan usahanya, mereka bisa menutup kerugian atas usahanya itu saat Ramadan hingga Lebaran.

Mobile_AP_Rectangle 2

Seperti pengusaha ternak, sembako, penjual baju, ternak ayam, dan lainnya itu, jauh sebelum Ramadan, bisnis mereka datar-datar saja. Nah, ketika menjelang Ramadan itulah mereka bisa memanen. “Panennya memang di hari raya. Karena permintaan akan kebutuhan barang-barang itu semakin meningkat, maka harganya sudah pasti naik. Ini sudah mekanisme pasar,” kata wakil rakyat yang juga pengusaha ternak ini.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok saat mulai memasuki bulan Ramadan sudah seperti fenomena tahunan. Kenaikan itu bahkan tidak hanya meliputi harga barang kebutuhan pokok, namun juga diikuti oleh berbagai komoditas lainnya.

Kegagapan melakukan kontrol harga pasar itu jelas akan memunculkan keuntungan sepihak. Sementara, sebagian besar masyarakat lainnya justru merugi. Menyikapi hal itu, pemerintah tidak bisa menutup mata. “Pemerintah perlu melakukan sesuatu, salah satunya bisa melalui operasi pasar,” kata Nyoman Aribowo, anggota DPRD Jember.

Anggota Komisi B ini menyebut, sebenarnya fenomena kenaikan harga barang menjelang Ramadan itu suatu keniscayaan. Sebab, bisa jadi selama beberapa bulan para pengusaha menjalankan usahanya, mereka bisa menutup kerugian atas usahanya itu saat Ramadan hingga Lebaran.

Seperti pengusaha ternak, sembako, penjual baju, ternak ayam, dan lainnya itu, jauh sebelum Ramadan, bisnis mereka datar-datar saja. Nah, ketika menjelang Ramadan itulah mereka bisa memanen. “Panennya memang di hari raya. Karena permintaan akan kebutuhan barang-barang itu semakin meningkat, maka harganya sudah pasti naik. Ini sudah mekanisme pasar,” kata wakil rakyat yang juga pengusaha ternak ini.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok saat mulai memasuki bulan Ramadan sudah seperti fenomena tahunan. Kenaikan itu bahkan tidak hanya meliputi harga barang kebutuhan pokok, namun juga diikuti oleh berbagai komoditas lainnya.

Kegagapan melakukan kontrol harga pasar itu jelas akan memunculkan keuntungan sepihak. Sementara, sebagian besar masyarakat lainnya justru merugi. Menyikapi hal itu, pemerintah tidak bisa menutup mata. “Pemerintah perlu melakukan sesuatu, salah satunya bisa melalui operasi pasar,” kata Nyoman Aribowo, anggota DPRD Jember.

Anggota Komisi B ini menyebut, sebenarnya fenomena kenaikan harga barang menjelang Ramadan itu suatu keniscayaan. Sebab, bisa jadi selama beberapa bulan para pengusaha menjalankan usahanya, mereka bisa menutup kerugian atas usahanya itu saat Ramadan hingga Lebaran.

Seperti pengusaha ternak, sembako, penjual baju, ternak ayam, dan lainnya itu, jauh sebelum Ramadan, bisnis mereka datar-datar saja. Nah, ketika menjelang Ramadan itulah mereka bisa memanen. “Panennya memang di hari raya. Karena permintaan akan kebutuhan barang-barang itu semakin meningkat, maka harganya sudah pasti naik. Ini sudah mekanisme pasar,” kata wakil rakyat yang juga pengusaha ternak ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/