alexametrics
24.4 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Seru, Bermain Sekaligus Belajar

Media Pengenalan Angka dan Warna

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jari tengah Mat Hari harus menahan salah satu balok di sisi kanan, sementara telunjuknya mencoba menarik balok lain keluar dari tumpukan balok warna-warni di atasnya. Hal ini dia lakukan agar menara balok tak sampai jatuh. “Tangannya satu, nggak boleh pakai dua tangan,” seru Ivona, yang juga tegang menunggu apakah tumpukan balok lainnya jatuh atau tetap bertahan.
Sayangnya, begitu potongan balok berwarna biru berhasil dia keluarkan, seketika menara tersebut ambruk diiringi tawa dan seruan terkejut dari pemain lainnya. Dengan demikian, Mat Hari dinyatakan kalah karena tak bisa mempertahankan menara balok tetap berdiri.


Ya, inilah gambaran sederhana dari permainan UNO Stacko. Para pemain yang terlibat harus mengambil satu per satu potongan balok dari menara balok yang disusun saling silang tanpa menjatuhkan menara. Lalu menumpuknya kembali di bagian atas.
Pada permainan ini, terdapat 51 balok dengan empat warna, yang diberi nomor satu hingga empat. Selain itu, terdapat pula simbol lain seperti reverse atau putar balik, draw two atau mengambil dua balok berurutan, wild atau bebas mengambil balok lain, dan skip atau kehilangan giliran bermain.
Cara bermainnya cukup mudah. Ketika angka berwarna muncul, pemain menarik balok yang memiliki warna atau nomor yang sama seperti sisi yang ditunjukkan. Misalnya, jika seorang pemain mengambil balok kuning nomor 4, pemain berikutnya harus menarik balok lain yang berwarna kuning atau balok lain dengan angka 4. Kemudian, balok yang sudah diambil ditumpuk kembali di bagian atas menara. Jika dalam proses menarik balok menara balok tersebut ambruk, maka pemain terakhir dinyatakan kalah.
Meski lebih banyak dimainkan oleh orang dewasa, namun permainan UNO Stacko ini juga bisa dimanfaatkan sebagai media belajar bagi si kecil. Sebab, dapat meningkatkan aspek kognitif pada otak. Hal ini diungkapkan oleh Holifaturosyida, guru SD yang juga hobi bermain UNO Stacko.
Holif, sapaan akrabnya, menuturkan, permainan ini dapat dijadikan alternatif pengenalan konsep angka pada anak. Holifaturosyida kerap mengajari adik-adiknya belajar angka dan warna melalui balok-balok UNO Stacko. “Minimal anak-anak itu tahu dengan angka dan warna di setiap balok yang berbeda,” tuturnya.

Jurnalis: Dian Cahyani
Fotografer: Dwi Siswanto
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jari tengah Mat Hari harus menahan salah satu balok di sisi kanan, sementara telunjuknya mencoba menarik balok lain keluar dari tumpukan balok warna-warni di atasnya. Hal ini dia lakukan agar menara balok tak sampai jatuh. “Tangannya satu, nggak boleh pakai dua tangan,” seru Ivona, yang juga tegang menunggu apakah tumpukan balok lainnya jatuh atau tetap bertahan.
Sayangnya, begitu potongan balok berwarna biru berhasil dia keluarkan, seketika menara tersebut ambruk diiringi tawa dan seruan terkejut dari pemain lainnya. Dengan demikian, Mat Hari dinyatakan kalah karena tak bisa mempertahankan menara balok tetap berdiri.


Ya, inilah gambaran sederhana dari permainan UNO Stacko. Para pemain yang terlibat harus mengambil satu per satu potongan balok dari menara balok yang disusun saling silang tanpa menjatuhkan menara. Lalu menumpuknya kembali di bagian atas.
Pada permainan ini, terdapat 51 balok dengan empat warna, yang diberi nomor satu hingga empat. Selain itu, terdapat pula simbol lain seperti reverse atau putar balik, draw two atau mengambil dua balok berurutan, wild atau bebas mengambil balok lain, dan skip atau kehilangan giliran bermain.
Cara bermainnya cukup mudah. Ketika angka berwarna muncul, pemain menarik balok yang memiliki warna atau nomor yang sama seperti sisi yang ditunjukkan. Misalnya, jika seorang pemain mengambil balok kuning nomor 4, pemain berikutnya harus menarik balok lain yang berwarna kuning atau balok lain dengan angka 4. Kemudian, balok yang sudah diambil ditumpuk kembali di bagian atas menara. Jika dalam proses menarik balok menara balok tersebut ambruk, maka pemain terakhir dinyatakan kalah.
Meski lebih banyak dimainkan oleh orang dewasa, namun permainan UNO Stacko ini juga bisa dimanfaatkan sebagai media belajar bagi si kecil. Sebab, dapat meningkatkan aspek kognitif pada otak. Hal ini diungkapkan oleh Holifaturosyida, guru SD yang juga hobi bermain UNO Stacko.
Holif, sapaan akrabnya, menuturkan, permainan ini dapat dijadikan alternatif pengenalan konsep angka pada anak. Holifaturosyida kerap mengajari adik-adiknya belajar angka dan warna melalui balok-balok UNO Stacko. “Minimal anak-anak itu tahu dengan angka dan warna di setiap balok yang berbeda,” tuturnya.

Jurnalis: Dian Cahyani
Fotografer: Dwi Siswanto
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jari tengah Mat Hari harus menahan salah satu balok di sisi kanan, sementara telunjuknya mencoba menarik balok lain keluar dari tumpukan balok warna-warni di atasnya. Hal ini dia lakukan agar menara balok tak sampai jatuh. “Tangannya satu, nggak boleh pakai dua tangan,” seru Ivona, yang juga tegang menunggu apakah tumpukan balok lainnya jatuh atau tetap bertahan.
Sayangnya, begitu potongan balok berwarna biru berhasil dia keluarkan, seketika menara tersebut ambruk diiringi tawa dan seruan terkejut dari pemain lainnya. Dengan demikian, Mat Hari dinyatakan kalah karena tak bisa mempertahankan menara balok tetap berdiri.


Ya, inilah gambaran sederhana dari permainan UNO Stacko. Para pemain yang terlibat harus mengambil satu per satu potongan balok dari menara balok yang disusun saling silang tanpa menjatuhkan menara. Lalu menumpuknya kembali di bagian atas.
Pada permainan ini, terdapat 51 balok dengan empat warna, yang diberi nomor satu hingga empat. Selain itu, terdapat pula simbol lain seperti reverse atau putar balik, draw two atau mengambil dua balok berurutan, wild atau bebas mengambil balok lain, dan skip atau kehilangan giliran bermain.
Cara bermainnya cukup mudah. Ketika angka berwarna muncul, pemain menarik balok yang memiliki warna atau nomor yang sama seperti sisi yang ditunjukkan. Misalnya, jika seorang pemain mengambil balok kuning nomor 4, pemain berikutnya harus menarik balok lain yang berwarna kuning atau balok lain dengan angka 4. Kemudian, balok yang sudah diambil ditumpuk kembali di bagian atas menara. Jika dalam proses menarik balok menara balok tersebut ambruk, maka pemain terakhir dinyatakan kalah.
Meski lebih banyak dimainkan oleh orang dewasa, namun permainan UNO Stacko ini juga bisa dimanfaatkan sebagai media belajar bagi si kecil. Sebab, dapat meningkatkan aspek kognitif pada otak. Hal ini diungkapkan oleh Holifaturosyida, guru SD yang juga hobi bermain UNO Stacko.
Holif, sapaan akrabnya, menuturkan, permainan ini dapat dijadikan alternatif pengenalan konsep angka pada anak. Holifaturosyida kerap mengajari adik-adiknya belajar angka dan warna melalui balok-balok UNO Stacko. “Minimal anak-anak itu tahu dengan angka dan warna di setiap balok yang berbeda,” tuturnya.

Jurnalis: Dian Cahyani
Fotografer: Dwi Siswanto
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/