alexametrics
23 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Pameran Durian di Pinggir Jalan

Jajaran Durian Berbagai Varian di Sepanjang Jalan BAGI para penikmat durian di sekitar Jember-Bondowoso, tentu paham di mana tempat yang menyediakan puluhan durian. Salah satunya di sepanjang jalan dari Jember menuju Bondowoso. Paling banyak berada di Desa Sugerkidul, Kecamatan Jelbuk. Puluhan bahkan ratusan durian berjejer di kios-kios sepanjang jalan.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Para pedagang durian di warung pinggir jalan itu seperti menggelar pameran durian, yang kerap menjadi jujukan para pengendara yang melintas. Uniknya, saat tidak musim durian pun, tempat tersebut masih menjajakan durian dengan berbagai macam. Mulai dari durian lokal hingga durian montong dari Lampung dan Bali.
Salah seorang pedagang durian, Muhammad Munir, menerangkan bahwa banyak pengendara yang kerap mampir untuk membeli durian. Meski begitu, banyak juga yang berhenti lantaran penasaran dengan durian montong yang dipajang di warung. Ya, dibandingkan dengan durian lokal, durian montong memiliki ukuran lebih besar. Karena itu, kerap mengundang pengendara untuk mampir.
“Banyak yang berhenti karena penasaran. Berswafoto dengan durian montong berukuran jumbo. Lalu menikmati durian lokal atau durian montong yang lebih kecil karena lebih ekonomis,” ungkap warga Desa Sugerkidul, Kecamatan Jelbuk, itu.
Munir menerangkan bahwa harga durian di sana bermacam-macam. Mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 100 ribu untuk durian lokal. Yang dimaksud durian lokal adalah durian yang dipanen dari daerah-daerah penghasil durian di Kabupaten Jember. “Sayangnya, musim ini sepertinya banyak petani yang gagal panen. Jadi, kami lebih banyak ambil durian montong dari Bali dan Lampung,” papar pria berusia 46 tahun tersebut.


Sementara itu, pihaknya menjual durian montong dengan cara kiloan. “Per kilogramnya senilai Rp 60 ribu,” jelasnya. Saat ini, pihaknya memiliki durian montong dengan berat 9 kilogram. “Kalau pas mujur, bisa dapat yang lebih berat lagi,” terangnya.
Tak hanya buah, Munir mengungkapkan bahwa para pedagang di sana juga menjajakan bibit durian montong yang dijual dengan harga Rp 150 ribu. “Jadi, para penikmatnya juga disuguhkan dengan seni menanam durian sendiri,” pungkasnya. Dengan begitu, mereka bisa menikmatinya jika sudah berbuah. “Namun, memerlukan kesabaran karena biasanya harus menunggu mulai tiga hingga lima tahun,” jelasnya.

Jurnalis: Isnein Purnomo
Fotografer: Dwi Siswanto
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Para pedagang durian di warung pinggir jalan itu seperti menggelar pameran durian, yang kerap menjadi jujukan para pengendara yang melintas. Uniknya, saat tidak musim durian pun, tempat tersebut masih menjajakan durian dengan berbagai macam. Mulai dari durian lokal hingga durian montong dari Lampung dan Bali.
Salah seorang pedagang durian, Muhammad Munir, menerangkan bahwa banyak pengendara yang kerap mampir untuk membeli durian. Meski begitu, banyak juga yang berhenti lantaran penasaran dengan durian montong yang dipajang di warung. Ya, dibandingkan dengan durian lokal, durian montong memiliki ukuran lebih besar. Karena itu, kerap mengundang pengendara untuk mampir.
“Banyak yang berhenti karena penasaran. Berswafoto dengan durian montong berukuran jumbo. Lalu menikmati durian lokal atau durian montong yang lebih kecil karena lebih ekonomis,” ungkap warga Desa Sugerkidul, Kecamatan Jelbuk, itu.
Munir menerangkan bahwa harga durian di sana bermacam-macam. Mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 100 ribu untuk durian lokal. Yang dimaksud durian lokal adalah durian yang dipanen dari daerah-daerah penghasil durian di Kabupaten Jember. “Sayangnya, musim ini sepertinya banyak petani yang gagal panen. Jadi, kami lebih banyak ambil durian montong dari Bali dan Lampung,” papar pria berusia 46 tahun tersebut.


Sementara itu, pihaknya menjual durian montong dengan cara kiloan. “Per kilogramnya senilai Rp 60 ribu,” jelasnya. Saat ini, pihaknya memiliki durian montong dengan berat 9 kilogram. “Kalau pas mujur, bisa dapat yang lebih berat lagi,” terangnya.
Tak hanya buah, Munir mengungkapkan bahwa para pedagang di sana juga menjajakan bibit durian montong yang dijual dengan harga Rp 150 ribu. “Jadi, para penikmatnya juga disuguhkan dengan seni menanam durian sendiri,” pungkasnya. Dengan begitu, mereka bisa menikmatinya jika sudah berbuah. “Namun, memerlukan kesabaran karena biasanya harus menunggu mulai tiga hingga lima tahun,” jelasnya.

Jurnalis: Isnein Purnomo
Fotografer: Dwi Siswanto
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Para pedagang durian di warung pinggir jalan itu seperti menggelar pameran durian, yang kerap menjadi jujukan para pengendara yang melintas. Uniknya, saat tidak musim durian pun, tempat tersebut masih menjajakan durian dengan berbagai macam. Mulai dari durian lokal hingga durian montong dari Lampung dan Bali.
Salah seorang pedagang durian, Muhammad Munir, menerangkan bahwa banyak pengendara yang kerap mampir untuk membeli durian. Meski begitu, banyak juga yang berhenti lantaran penasaran dengan durian montong yang dipajang di warung. Ya, dibandingkan dengan durian lokal, durian montong memiliki ukuran lebih besar. Karena itu, kerap mengundang pengendara untuk mampir.
“Banyak yang berhenti karena penasaran. Berswafoto dengan durian montong berukuran jumbo. Lalu menikmati durian lokal atau durian montong yang lebih kecil karena lebih ekonomis,” ungkap warga Desa Sugerkidul, Kecamatan Jelbuk, itu.
Munir menerangkan bahwa harga durian di sana bermacam-macam. Mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 100 ribu untuk durian lokal. Yang dimaksud durian lokal adalah durian yang dipanen dari daerah-daerah penghasil durian di Kabupaten Jember. “Sayangnya, musim ini sepertinya banyak petani yang gagal panen. Jadi, kami lebih banyak ambil durian montong dari Bali dan Lampung,” papar pria berusia 46 tahun tersebut.


Sementara itu, pihaknya menjual durian montong dengan cara kiloan. “Per kilogramnya senilai Rp 60 ribu,” jelasnya. Saat ini, pihaknya memiliki durian montong dengan berat 9 kilogram. “Kalau pas mujur, bisa dapat yang lebih berat lagi,” terangnya.
Tak hanya buah, Munir mengungkapkan bahwa para pedagang di sana juga menjajakan bibit durian montong yang dijual dengan harga Rp 150 ribu. “Jadi, para penikmatnya juga disuguhkan dengan seni menanam durian sendiri,” pungkasnya. Dengan begitu, mereka bisa menikmatinya jika sudah berbuah. “Namun, memerlukan kesabaran karena biasanya harus menunggu mulai tiga hingga lima tahun,” jelasnya.

Jurnalis: Isnein Purnomo
Fotografer: Dwi Siswanto
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/