alexametrics
28.7 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Menyusuri Rel Sejauh 690 Meter

Terowongan Kereta Terpanjang Kedua di Indonesia

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sore itu, hujan disertai angin mengguyur kawasan sekitar Terowongan Kereta Api Mrawan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Dari dalam terowongan, tampak lampu penerangan berjajar. “Awas, hati-hati kalau ada kereta,” teriak warga sekitar kepada Jawa Pos Radar Jember dari kejauhan.

Sementara itu, muncul satu cahaya di tengah terowongan yang redup, tapi terus mendekat. Tanpa bunyi klakson kereta, atau suara roda kereta yang menggesek rel kereta, cahaya itu terus mendekat. Prak, prak, prak, bunyi langkah sepatu salah seorang pria dari dalam terowongan. Gelagatnya kian jelas. “Baru memantau rel kereta api di dalam terowongan,” ucap petugas jaga terowongan (PJTW), Budi Hartono.

Ya, inilah yang menjadi tugasnya di Terowongan Mrawan. Hal itu dia lakukan untuk mengantisipasi berbagai hal yang terjadi pada akses terowongan setiap kali ada kereta yang hendak melintasi terowongan. Pengamanan tersebut dilakukan dengan berjalan kali dari ujung terowongan ke ujung lainnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Terowongan Mrawan berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Terowongan yang membelah Gunung Gumitir ini terletak di antara Stasiun Mrawan dan Stasiun Kalibaru di KM 30+777. Pelaksana Harian (Pelakhar) Manajer Humas Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember Radhitya Mardika Putra memaparkan, sampai saat ini, terowongan dengan panjang 690 meter tersebut merupakan terowongan aktif terpanjang kedua di Indonesia. Setelah Terowongan Sasaksaat yang terletak di Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, dengan panjang terowongan sepanjang 949 kilometer.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sore itu, hujan disertai angin mengguyur kawasan sekitar Terowongan Kereta Api Mrawan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Dari dalam terowongan, tampak lampu penerangan berjajar. “Awas, hati-hati kalau ada kereta,” teriak warga sekitar kepada Jawa Pos Radar Jember dari kejauhan.

Sementara itu, muncul satu cahaya di tengah terowongan yang redup, tapi terus mendekat. Tanpa bunyi klakson kereta, atau suara roda kereta yang menggesek rel kereta, cahaya itu terus mendekat. Prak, prak, prak, bunyi langkah sepatu salah seorang pria dari dalam terowongan. Gelagatnya kian jelas. “Baru memantau rel kereta api di dalam terowongan,” ucap petugas jaga terowongan (PJTW), Budi Hartono.

Ya, inilah yang menjadi tugasnya di Terowongan Mrawan. Hal itu dia lakukan untuk mengantisipasi berbagai hal yang terjadi pada akses terowongan setiap kali ada kereta yang hendak melintasi terowongan. Pengamanan tersebut dilakukan dengan berjalan kali dari ujung terowongan ke ujung lainnya.

Terowongan Mrawan berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Terowongan yang membelah Gunung Gumitir ini terletak di antara Stasiun Mrawan dan Stasiun Kalibaru di KM 30+777. Pelaksana Harian (Pelakhar) Manajer Humas Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember Radhitya Mardika Putra memaparkan, sampai saat ini, terowongan dengan panjang 690 meter tersebut merupakan terowongan aktif terpanjang kedua di Indonesia. Setelah Terowongan Sasaksaat yang terletak di Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, dengan panjang terowongan sepanjang 949 kilometer.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sore itu, hujan disertai angin mengguyur kawasan sekitar Terowongan Kereta Api Mrawan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Dari dalam terowongan, tampak lampu penerangan berjajar. “Awas, hati-hati kalau ada kereta,” teriak warga sekitar kepada Jawa Pos Radar Jember dari kejauhan.

Sementara itu, muncul satu cahaya di tengah terowongan yang redup, tapi terus mendekat. Tanpa bunyi klakson kereta, atau suara roda kereta yang menggesek rel kereta, cahaya itu terus mendekat. Prak, prak, prak, bunyi langkah sepatu salah seorang pria dari dalam terowongan. Gelagatnya kian jelas. “Baru memantau rel kereta api di dalam terowongan,” ucap petugas jaga terowongan (PJTW), Budi Hartono.

Ya, inilah yang menjadi tugasnya di Terowongan Mrawan. Hal itu dia lakukan untuk mengantisipasi berbagai hal yang terjadi pada akses terowongan setiap kali ada kereta yang hendak melintasi terowongan. Pengamanan tersebut dilakukan dengan berjalan kali dari ujung terowongan ke ujung lainnya.

Terowongan Mrawan berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Terowongan yang membelah Gunung Gumitir ini terletak di antara Stasiun Mrawan dan Stasiun Kalibaru di KM 30+777. Pelaksana Harian (Pelakhar) Manajer Humas Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember Radhitya Mardika Putra memaparkan, sampai saat ini, terowongan dengan panjang 690 meter tersebut merupakan terowongan aktif terpanjang kedua di Indonesia. Setelah Terowongan Sasaksaat yang terletak di Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, dengan panjang terowongan sepanjang 949 kilometer.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/