alexametrics
27.9 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

 Ngadat Lagi di Tanjakan Maut     

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jalur maut layak disematkan di Jalan Merak, Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang. Masalahnya, banyak sekali mobil besar yang jadi korban.

Jalur yang naik turun dan banyak menikung ini bikin truk sering macet. Bahkan, tak jarang kendaraan tersebut ngadat di tengah jalan. Imbasnya, selalu bikin macet kendaraan lain.

Kejadian paling gres adalah kemarin sekitar pukul 13.30 WIB. Sebuah truk gandeng plat P 8296 UQ yang disopiri Ma’ruf, 49, warga Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, tiba-tiba ngadat di tengah jalan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Truk gandeng itu memang sarat dengan muatan berat berupa gula pasir. ”Ada 45 ton gula milik PTP XI yang saya angkut dari PG Prajekan, Bondowoso,” jelas sang sopir.

Ma’ruf menyebut, sejak mulai mau naik ke tanjakan di jalur maut tersebut, dirinya sudah ancang-ancang menggunakan gigi satu. Tiba-tiba, ada tiga pemotor dari arah seberang yang naik sambil bergurau. ”Spontan, saya kaget dan mengurangi kecepatan,” katanya. Ironisnya, saat kendaraannya mau jalan lagi, truknya sudah tidak kuat jalan lagi.

Mandek jegrek. Karena truk terpaksa berhenti setelah menghindari pemotor. Saat saya injek gas lagi… eh, nggak kuat jalan. Bahkan as roda belakang ikut patah,” keluhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jalur maut layak disematkan di Jalan Merak, Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang. Masalahnya, banyak sekali mobil besar yang jadi korban.

Jalur yang naik turun dan banyak menikung ini bikin truk sering macet. Bahkan, tak jarang kendaraan tersebut ngadat di tengah jalan. Imbasnya, selalu bikin macet kendaraan lain.

Kejadian paling gres adalah kemarin sekitar pukul 13.30 WIB. Sebuah truk gandeng plat P 8296 UQ yang disopiri Ma’ruf, 49, warga Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, tiba-tiba ngadat di tengah jalan.

Truk gandeng itu memang sarat dengan muatan berat berupa gula pasir. ”Ada 45 ton gula milik PTP XI yang saya angkut dari PG Prajekan, Bondowoso,” jelas sang sopir.

Ma’ruf menyebut, sejak mulai mau naik ke tanjakan di jalur maut tersebut, dirinya sudah ancang-ancang menggunakan gigi satu. Tiba-tiba, ada tiga pemotor dari arah seberang yang naik sambil bergurau. ”Spontan, saya kaget dan mengurangi kecepatan,” katanya. Ironisnya, saat kendaraannya mau jalan lagi, truknya sudah tidak kuat jalan lagi.

Mandek jegrek. Karena truk terpaksa berhenti setelah menghindari pemotor. Saat saya injek gas lagi… eh, nggak kuat jalan. Bahkan as roda belakang ikut patah,” keluhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jalur maut layak disematkan di Jalan Merak, Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang. Masalahnya, banyak sekali mobil besar yang jadi korban.

Jalur yang naik turun dan banyak menikung ini bikin truk sering macet. Bahkan, tak jarang kendaraan tersebut ngadat di tengah jalan. Imbasnya, selalu bikin macet kendaraan lain.

Kejadian paling gres adalah kemarin sekitar pukul 13.30 WIB. Sebuah truk gandeng plat P 8296 UQ yang disopiri Ma’ruf, 49, warga Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, tiba-tiba ngadat di tengah jalan.

Truk gandeng itu memang sarat dengan muatan berat berupa gula pasir. ”Ada 45 ton gula milik PTP XI yang saya angkut dari PG Prajekan, Bondowoso,” jelas sang sopir.

Ma’ruf menyebut, sejak mulai mau naik ke tanjakan di jalur maut tersebut, dirinya sudah ancang-ancang menggunakan gigi satu. Tiba-tiba, ada tiga pemotor dari arah seberang yang naik sambil bergurau. ”Spontan, saya kaget dan mengurangi kecepatan,” katanya. Ironisnya, saat kendaraannya mau jalan lagi, truknya sudah tidak kuat jalan lagi.

Mandek jegrek. Karena truk terpaksa berhenti setelah menghindari pemotor. Saat saya injek gas lagi… eh, nggak kuat jalan. Bahkan as roda belakang ikut patah,” keluhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

Atlet Cilik Makin Antusias

Kontingen Dilepas Paling Akhir

/