alexametrics
24.7 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Simak Peraturan Beli Minyak Goreng di Jember

Stok Minyak Goreng Ludes, Warga Jember Panic Buying

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Turunnya harga minyak goreng di Indonesia, termasuk di Jember, membuat warga berbondong-bondong untuk segera membelinya. Harga minyak yang awalnya Rp 20 ribu per liter itu kini turun menjadi Rp 14 ribu per liter.

Sejak Rabu (19/1) lalu, sejumlah toko bahan pokok yang menjual minyak goreng ataupun minimarket kedatangan banyak pembeli. Rata-rata warga membeli minyak lebih dari satu liter. Akibat pembelian berlebih tersebut, sejumlah toko pun kehabisan stok minyak dalam waktu sekejap.

“Di hari pertama itu langsung ramai. Rata-rata belinya di atas dua pieces. Ada yang sampai beli sepuluh. Padahal untuk dikonsumsi sendiri,” ungkap Nurul Laili, pemilik minimarket di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates.

Mobile_AP_Rectangle 2

Khawatir kembali mengalami kelangkaan, dia membatasi jumlah pembelian minyak kepada setiap pembeli. Satu pembeli boleh membeli maksimal dua liter saja. “Tadi masih sisa banyak, sekitar 40 liter. Belum pukul 15.00 ternyata sudah habis,” kata ibu dua anak ini.

Begitu juga yang dialami oleh Sayyidi, pemilik toko kelontong di Jalan Tanjungsari, Desa/Kecamatan Mayang. Dia mengungkapkan, warga mengalami panic buying sejak turunnya harga minyak. Dirinya selalu kehabisan stok minyak selama dua hari ini.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Turunnya harga minyak goreng di Indonesia, termasuk di Jember, membuat warga berbondong-bondong untuk segera membelinya. Harga minyak yang awalnya Rp 20 ribu per liter itu kini turun menjadi Rp 14 ribu per liter.

Sejak Rabu (19/1) lalu, sejumlah toko bahan pokok yang menjual minyak goreng ataupun minimarket kedatangan banyak pembeli. Rata-rata warga membeli minyak lebih dari satu liter. Akibat pembelian berlebih tersebut, sejumlah toko pun kehabisan stok minyak dalam waktu sekejap.

“Di hari pertama itu langsung ramai. Rata-rata belinya di atas dua pieces. Ada yang sampai beli sepuluh. Padahal untuk dikonsumsi sendiri,” ungkap Nurul Laili, pemilik minimarket di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates.

Khawatir kembali mengalami kelangkaan, dia membatasi jumlah pembelian minyak kepada setiap pembeli. Satu pembeli boleh membeli maksimal dua liter saja. “Tadi masih sisa banyak, sekitar 40 liter. Belum pukul 15.00 ternyata sudah habis,” kata ibu dua anak ini.

Begitu juga yang dialami oleh Sayyidi, pemilik toko kelontong di Jalan Tanjungsari, Desa/Kecamatan Mayang. Dia mengungkapkan, warga mengalami panic buying sejak turunnya harga minyak. Dirinya selalu kehabisan stok minyak selama dua hari ini.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Turunnya harga minyak goreng di Indonesia, termasuk di Jember, membuat warga berbondong-bondong untuk segera membelinya. Harga minyak yang awalnya Rp 20 ribu per liter itu kini turun menjadi Rp 14 ribu per liter.

Sejak Rabu (19/1) lalu, sejumlah toko bahan pokok yang menjual minyak goreng ataupun minimarket kedatangan banyak pembeli. Rata-rata warga membeli minyak lebih dari satu liter. Akibat pembelian berlebih tersebut, sejumlah toko pun kehabisan stok minyak dalam waktu sekejap.

“Di hari pertama itu langsung ramai. Rata-rata belinya di atas dua pieces. Ada yang sampai beli sepuluh. Padahal untuk dikonsumsi sendiri,” ungkap Nurul Laili, pemilik minimarket di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates.

Khawatir kembali mengalami kelangkaan, dia membatasi jumlah pembelian minyak kepada setiap pembeli. Satu pembeli boleh membeli maksimal dua liter saja. “Tadi masih sisa banyak, sekitar 40 liter. Belum pukul 15.00 ternyata sudah habis,” kata ibu dua anak ini.

Begitu juga yang dialami oleh Sayyidi, pemilik toko kelontong di Jalan Tanjungsari, Desa/Kecamatan Mayang. Dia mengungkapkan, warga mengalami panic buying sejak turunnya harga minyak. Dirinya selalu kehabisan stok minyak selama dua hari ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/