alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Penebangan di Hulu, Sebabkan Bencana di Hilir

"Ketika ada sesuatu yang terjadi di bawah (hilir) pasti ada yang salah dari atasnya (hulu)." Yenny Dhokhikoh, Dosen Program Studi Sumber Daya Air dan Lingkungan Pascasarjana Unej.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banjir yang menerjang kawasan Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, dan sekitarnya belakangan ini, menyisakan duka bagi para korban. Banyak yang menilai, alam yang kurang bersahabat menjadi penyebab. Namun, juga muncul dugaan ada aktivitas yang merusak alam di bagian hulu.

Yenny Dhokhikoh, dosen Program Studi Sumber Daya Air dan Lingkungan Pascasarjana Unej, menguraikan, banjir yang terjadi di Desa Wonoasri memang bisa disebabkan berbagai faktor. Selain karena meningkatnya intensitas hujan yang hampir terjadi di semua wilayah, juga dimungkinkan adanya aktivitas di hulu sungai hingga menyebabkan meluap. “Ketika ada sesuatu yang terjadi di bawah (hilir), pasti ada yang salah dari atasnya (hulu),” ucapnya.

Dosen yang juga pengajar etika lingkungan itu menilai, dugaan itu bisa bermacam. Bisa karena aktivitas penebangan liar di hutan, bisa pula karena kedangkalan wilayah akibat pemadatan jumlah penduduk. “Kalau lingkungan penduduk kian padat, maka memungkinkan tanah turun sekian sentimeter ke bawah,” ulasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banjir yang menerjang kawasan Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, dan sekitarnya belakangan ini, menyisakan duka bagi para korban. Banyak yang menilai, alam yang kurang bersahabat menjadi penyebab. Namun, juga muncul dugaan ada aktivitas yang merusak alam di bagian hulu.

Yenny Dhokhikoh, dosen Program Studi Sumber Daya Air dan Lingkungan Pascasarjana Unej, menguraikan, banjir yang terjadi di Desa Wonoasri memang bisa disebabkan berbagai faktor. Selain karena meningkatnya intensitas hujan yang hampir terjadi di semua wilayah, juga dimungkinkan adanya aktivitas di hulu sungai hingga menyebabkan meluap. “Ketika ada sesuatu yang terjadi di bawah (hilir), pasti ada yang salah dari atasnya (hulu),” ucapnya.

Dosen yang juga pengajar etika lingkungan itu menilai, dugaan itu bisa bermacam. Bisa karena aktivitas penebangan liar di hutan, bisa pula karena kedangkalan wilayah akibat pemadatan jumlah penduduk. “Kalau lingkungan penduduk kian padat, maka memungkinkan tanah turun sekian sentimeter ke bawah,” ulasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banjir yang menerjang kawasan Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, dan sekitarnya belakangan ini, menyisakan duka bagi para korban. Banyak yang menilai, alam yang kurang bersahabat menjadi penyebab. Namun, juga muncul dugaan ada aktivitas yang merusak alam di bagian hulu.

Yenny Dhokhikoh, dosen Program Studi Sumber Daya Air dan Lingkungan Pascasarjana Unej, menguraikan, banjir yang terjadi di Desa Wonoasri memang bisa disebabkan berbagai faktor. Selain karena meningkatnya intensitas hujan yang hampir terjadi di semua wilayah, juga dimungkinkan adanya aktivitas di hulu sungai hingga menyebabkan meluap. “Ketika ada sesuatu yang terjadi di bawah (hilir), pasti ada yang salah dari atasnya (hulu),” ucapnya.

Dosen yang juga pengajar etika lingkungan itu menilai, dugaan itu bisa bermacam. Bisa karena aktivitas penebangan liar di hutan, bisa pula karena kedangkalan wilayah akibat pemadatan jumlah penduduk. “Kalau lingkungan penduduk kian padat, maka memungkinkan tanah turun sekian sentimeter ke bawah,” ulasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/