alexametrics
24.9 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Giliran Sampah TPS Imam Bonjol Meluber

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dari kejauhan, tampak seorang pria setengah baya tengah mendorong gerobak sampah. Langkahnya berhenti tepat di depan tempat pembuangan sampah (TPS) di Jalan Imam Bonjol. Pria bercaping bambu itu langsung beranjak untuk mengais sampah.

“Aduh, sampahnya belum diangkut,” tutur Sunito. Pemulung itu menyatakan, dirinya kerap mengais sampah saat siang hari. Sebab, siang hari ada sampah baru yang dibuang oleh masyarakat. Dia tak perlu susah payah mengais timbunan sampah. “Kalau masih menumpuk seperti ini sulit,” ungkap pria 49 tahun tersebut.

Tak seperti biasanya, warga di Jalan Imam Bonjol, Kaliwates, itu kerap duduk karena tenaganya lebih terforsir. Caping andalannya digunakan sebagai kipas. Sesekali, dia mengusap keringat di dahinya. Menurut dia, tumpukan sampah kali itu yang paling parah. “Soalnya, banyak sampah yang sampai berserakan di jalan,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Akibat banyak sampah yang berserakan di jalan, justru mengundang para pengendara yang melintas untuk membuang sampah di lokasi itu. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, sedikitnya ada tiga pengendara motor yang membuang sampah di pinggir jalan hanya dalam setengah jam. Rata-rata pembuang sampah itu ada dua orang. Satu berkendara, sedangkan lainnya melempar sampah dari atas motor saat mendekati TPS.

Wah, kalau aktivitas membuang sampah sembarangan sudah tak bisa diragukan lagi,” ucap Heru. Bersama ketiga kawan dengan mengendarai pikap, mereka membuang limbah buah ke dalam TPS. “Setiap kali kami membuang sampah di sini, pasti ada warga yang membuang sampah di pinggir jalan saat melintas,” papar pria yang berusia 32 tahun tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dari kejauhan, tampak seorang pria setengah baya tengah mendorong gerobak sampah. Langkahnya berhenti tepat di depan tempat pembuangan sampah (TPS) di Jalan Imam Bonjol. Pria bercaping bambu itu langsung beranjak untuk mengais sampah.

“Aduh, sampahnya belum diangkut,” tutur Sunito. Pemulung itu menyatakan, dirinya kerap mengais sampah saat siang hari. Sebab, siang hari ada sampah baru yang dibuang oleh masyarakat. Dia tak perlu susah payah mengais timbunan sampah. “Kalau masih menumpuk seperti ini sulit,” ungkap pria 49 tahun tersebut.

Tak seperti biasanya, warga di Jalan Imam Bonjol, Kaliwates, itu kerap duduk karena tenaganya lebih terforsir. Caping andalannya digunakan sebagai kipas. Sesekali, dia mengusap keringat di dahinya. Menurut dia, tumpukan sampah kali itu yang paling parah. “Soalnya, banyak sampah yang sampai berserakan di jalan,” ucapnya.

Akibat banyak sampah yang berserakan di jalan, justru mengundang para pengendara yang melintas untuk membuang sampah di lokasi itu. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, sedikitnya ada tiga pengendara motor yang membuang sampah di pinggir jalan hanya dalam setengah jam. Rata-rata pembuang sampah itu ada dua orang. Satu berkendara, sedangkan lainnya melempar sampah dari atas motor saat mendekati TPS.

Wah, kalau aktivitas membuang sampah sembarangan sudah tak bisa diragukan lagi,” ucap Heru. Bersama ketiga kawan dengan mengendarai pikap, mereka membuang limbah buah ke dalam TPS. “Setiap kali kami membuang sampah di sini, pasti ada warga yang membuang sampah di pinggir jalan saat melintas,” papar pria yang berusia 32 tahun tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dari kejauhan, tampak seorang pria setengah baya tengah mendorong gerobak sampah. Langkahnya berhenti tepat di depan tempat pembuangan sampah (TPS) di Jalan Imam Bonjol. Pria bercaping bambu itu langsung beranjak untuk mengais sampah.

“Aduh, sampahnya belum diangkut,” tutur Sunito. Pemulung itu menyatakan, dirinya kerap mengais sampah saat siang hari. Sebab, siang hari ada sampah baru yang dibuang oleh masyarakat. Dia tak perlu susah payah mengais timbunan sampah. “Kalau masih menumpuk seperti ini sulit,” ungkap pria 49 tahun tersebut.

Tak seperti biasanya, warga di Jalan Imam Bonjol, Kaliwates, itu kerap duduk karena tenaganya lebih terforsir. Caping andalannya digunakan sebagai kipas. Sesekali, dia mengusap keringat di dahinya. Menurut dia, tumpukan sampah kali itu yang paling parah. “Soalnya, banyak sampah yang sampai berserakan di jalan,” ucapnya.

Akibat banyak sampah yang berserakan di jalan, justru mengundang para pengendara yang melintas untuk membuang sampah di lokasi itu. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, sedikitnya ada tiga pengendara motor yang membuang sampah di pinggir jalan hanya dalam setengah jam. Rata-rata pembuang sampah itu ada dua orang. Satu berkendara, sedangkan lainnya melempar sampah dari atas motor saat mendekati TPS.

Wah, kalau aktivitas membuang sampah sembarangan sudah tak bisa diragukan lagi,” ucap Heru. Bersama ketiga kawan dengan mengendarai pikap, mereka membuang limbah buah ke dalam TPS. “Setiap kali kami membuang sampah di sini, pasti ada warga yang membuang sampah di pinggir jalan saat melintas,” papar pria yang berusia 32 tahun tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/