alexametrics
26.4 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Bangku dan Buku Kelelep Banjir

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – PASCA-terjadinya banjir di Desa Curahnongko dan Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kamis (14/1), serta banjir susulan, Selasa (19/1), mengakibatkan ruang kelas dan guru di SDN Curahnongko 8 dan SMPN 4 Tempurejo terdampak. Air luapan Sungai Curahnongko dan Andongrejo itu tak hanya menggenangi rumah pekerja kebun di Afdeling Terate, Dusun Pager Gunung, Desa Curahnongko saja. Tapi juga dua lembaga pendidikan di kawasan setempat.

Luapan air sungai yang menggenangi dua lembaga negeri itu hingga ketinggian satu meteran. Bahkan, saat air mulai surut, ternyata ada banjir susulan. “Sehingga membuat ruang kelas tergenangi lagi,” kata Sisyono, guru olahraga SMPN 4 Tempurejo.

Menurutnya, tiga ruang kelas dan ruang guru SMPN 4 Tempurejo berantakan dan banyak yang roboh. “Ini karena air yang masuk datang tiba-tiba,” kata Sisyono. Demikian juga dengan kursi yang ada di ruang kepala sekolah. “Beberapa buku cetakan juga terendam setelah meja guru terguling,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sejak banjir pertama, kata Sisyono, pihak sekolah belum bisa membersihkan karena hujan masih terus berlangsung. Selain SMPN 4 Tempurejo, air juga menggenangi seluruh ruang kelas di SDN Curahnongko 8, serta berdampak terhadap TK Theobroma yang terletak di Afdeling Terate.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – PASCA-terjadinya banjir di Desa Curahnongko dan Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kamis (14/1), serta banjir susulan, Selasa (19/1), mengakibatkan ruang kelas dan guru di SDN Curahnongko 8 dan SMPN 4 Tempurejo terdampak. Air luapan Sungai Curahnongko dan Andongrejo itu tak hanya menggenangi rumah pekerja kebun di Afdeling Terate, Dusun Pager Gunung, Desa Curahnongko saja. Tapi juga dua lembaga pendidikan di kawasan setempat.

Luapan air sungai yang menggenangi dua lembaga negeri itu hingga ketinggian satu meteran. Bahkan, saat air mulai surut, ternyata ada banjir susulan. “Sehingga membuat ruang kelas tergenangi lagi,” kata Sisyono, guru olahraga SMPN 4 Tempurejo.

Menurutnya, tiga ruang kelas dan ruang guru SMPN 4 Tempurejo berantakan dan banyak yang roboh. “Ini karena air yang masuk datang tiba-tiba,” kata Sisyono. Demikian juga dengan kursi yang ada di ruang kepala sekolah. “Beberapa buku cetakan juga terendam setelah meja guru terguling,” ujarnya.

Sejak banjir pertama, kata Sisyono, pihak sekolah belum bisa membersihkan karena hujan masih terus berlangsung. Selain SMPN 4 Tempurejo, air juga menggenangi seluruh ruang kelas di SDN Curahnongko 8, serta berdampak terhadap TK Theobroma yang terletak di Afdeling Terate.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – PASCA-terjadinya banjir di Desa Curahnongko dan Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kamis (14/1), serta banjir susulan, Selasa (19/1), mengakibatkan ruang kelas dan guru di SDN Curahnongko 8 dan SMPN 4 Tempurejo terdampak. Air luapan Sungai Curahnongko dan Andongrejo itu tak hanya menggenangi rumah pekerja kebun di Afdeling Terate, Dusun Pager Gunung, Desa Curahnongko saja. Tapi juga dua lembaga pendidikan di kawasan setempat.

Luapan air sungai yang menggenangi dua lembaga negeri itu hingga ketinggian satu meteran. Bahkan, saat air mulai surut, ternyata ada banjir susulan. “Sehingga membuat ruang kelas tergenangi lagi,” kata Sisyono, guru olahraga SMPN 4 Tempurejo.

Menurutnya, tiga ruang kelas dan ruang guru SMPN 4 Tempurejo berantakan dan banyak yang roboh. “Ini karena air yang masuk datang tiba-tiba,” kata Sisyono. Demikian juga dengan kursi yang ada di ruang kepala sekolah. “Beberapa buku cetakan juga terendam setelah meja guru terguling,” ujarnya.

Sejak banjir pertama, kata Sisyono, pihak sekolah belum bisa membersihkan karena hujan masih terus berlangsung. Selain SMPN 4 Tempurejo, air juga menggenangi seluruh ruang kelas di SDN Curahnongko 8, serta berdampak terhadap TK Theobroma yang terletak di Afdeling Terate.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/