alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Rumah Dibedah, Penghuni Meninggal

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suedi dipastikan tak bisa menikmati rumah baru hasil renovasi yang dilakukan para relawan sosial. Padahal, rumah yang dia tempati bersama dua anaknya selama ini mulai direhabilitasi akibat kondisinya yang tak layak. Sayangnya, sebelum rumah itu selesai dibangun, pria 80 tahun tersebut sudah mengembuskan napas terakhirnya.

Suedi dan dua anaknya, Urip dan Abdria, tinggal di lahan tumpang karang milik pengairan, di Jalan Sentot Prawirodirjo RT 3 RW 5, Lingkungan Talangsari, Jember Kidul, Kaliwates. Kemiskinan akut yang dialaminya baru diketahui saat Andria, salah seorang anaknya, masuk ke Puskesmas Jember Kidul, termasuk Suedi yang sakit akibat faktor usia.

Para relawan yang mengetahui hal itu, kemudian melaporkannya kepada lurah dan camat setempat. Hanya dua hari, dana dari para relawan terkumpul dan rumah Suedi mulai dibedah. Diharapkan, rumah itu selesai dibangun sebelum Suedi keluar dari puskesmas.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kondisi keluarga Suedi ini diketahui khalayak setelah putranya masuk ke Puskesmas Jember Kidul. Keesokan harinya, Suedi menyusul dan ikut dirawat di puskesmas. Mengetahui keluarga ini hidup di bawah garis kemiskinan, para relawan pun mengumpulkan sumbangan untuk bedah rumah. Hal itu dilakukan karena proses bedah rumah tidak bisa diambilkan dari dana pemerintah karena status tanahnya tumpang karang di lahan pengairan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suedi dipastikan tak bisa menikmati rumah baru hasil renovasi yang dilakukan para relawan sosial. Padahal, rumah yang dia tempati bersama dua anaknya selama ini mulai direhabilitasi akibat kondisinya yang tak layak. Sayangnya, sebelum rumah itu selesai dibangun, pria 80 tahun tersebut sudah mengembuskan napas terakhirnya.

Suedi dan dua anaknya, Urip dan Abdria, tinggal di lahan tumpang karang milik pengairan, di Jalan Sentot Prawirodirjo RT 3 RW 5, Lingkungan Talangsari, Jember Kidul, Kaliwates. Kemiskinan akut yang dialaminya baru diketahui saat Andria, salah seorang anaknya, masuk ke Puskesmas Jember Kidul, termasuk Suedi yang sakit akibat faktor usia.

Para relawan yang mengetahui hal itu, kemudian melaporkannya kepada lurah dan camat setempat. Hanya dua hari, dana dari para relawan terkumpul dan rumah Suedi mulai dibedah. Diharapkan, rumah itu selesai dibangun sebelum Suedi keluar dari puskesmas.

Kondisi keluarga Suedi ini diketahui khalayak setelah putranya masuk ke Puskesmas Jember Kidul. Keesokan harinya, Suedi menyusul dan ikut dirawat di puskesmas. Mengetahui keluarga ini hidup di bawah garis kemiskinan, para relawan pun mengumpulkan sumbangan untuk bedah rumah. Hal itu dilakukan karena proses bedah rumah tidak bisa diambilkan dari dana pemerintah karena status tanahnya tumpang karang di lahan pengairan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suedi dipastikan tak bisa menikmati rumah baru hasil renovasi yang dilakukan para relawan sosial. Padahal, rumah yang dia tempati bersama dua anaknya selama ini mulai direhabilitasi akibat kondisinya yang tak layak. Sayangnya, sebelum rumah itu selesai dibangun, pria 80 tahun tersebut sudah mengembuskan napas terakhirnya.

Suedi dan dua anaknya, Urip dan Abdria, tinggal di lahan tumpang karang milik pengairan, di Jalan Sentot Prawirodirjo RT 3 RW 5, Lingkungan Talangsari, Jember Kidul, Kaliwates. Kemiskinan akut yang dialaminya baru diketahui saat Andria, salah seorang anaknya, masuk ke Puskesmas Jember Kidul, termasuk Suedi yang sakit akibat faktor usia.

Para relawan yang mengetahui hal itu, kemudian melaporkannya kepada lurah dan camat setempat. Hanya dua hari, dana dari para relawan terkumpul dan rumah Suedi mulai dibedah. Diharapkan, rumah itu selesai dibangun sebelum Suedi keluar dari puskesmas.

Kondisi keluarga Suedi ini diketahui khalayak setelah putranya masuk ke Puskesmas Jember Kidul. Keesokan harinya, Suedi menyusul dan ikut dirawat di puskesmas. Mengetahui keluarga ini hidup di bawah garis kemiskinan, para relawan pun mengumpulkan sumbangan untuk bedah rumah. Hal itu dilakukan karena proses bedah rumah tidak bisa diambilkan dari dana pemerintah karena status tanahnya tumpang karang di lahan pengairan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/