alexametrics
24.5 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Penyaluran Dana Desa di Jember Pakai Data Penurunan Angka Stunting

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang akhir tahun, serapan anggaran dana desa (DD) di Kabupaten Jember cukup memuaskan. Mencapai 98,4 persen. Hal itu dipaparkan oleh Kepala Bidang Ekonomi Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jember Abdul Ghofur. Ia menyebut, 1,6 persen yang belum tersalurkan itu disebabkan masih adanya 23 desa yang dalam tahap proses transfer atau pencairan.

Sebelum menerima anggaran DD tersebut, setiap desa wajib mengajukan anggaran bantuan langsung tunai (BLT) yang akan diberikan kepada warganya per Desember ini. Kemudian, juga membuat laporan penyerapan DD tahap sebelumnya, serta output yang dihasilkan. “Tersalur dan tidaknya itu dari pengajuan desanya, laporan penyerapan, dan capaian output-nya. Jadi, untuk mengajukan tahap 3 itu harus ada laporan serapan minimal 90 persen pada tahap keduanya. Kemudian, capaian output minimal 75 persen,” tutur Ghofur.

Anggaran 98,4 persen itu jika dihitung nominalnya yakni senilai Rp 307 miliar dari Rp 312 miliar. Artinya, masih ada sekitar Rp 6 Miliar dana yang masih dalam proses penyaluran. “Memang sedang proses, karena masih ada yang baru mengajukan. Kemudian, ada syarat yang belum dipenuhi oleh mereka. Salah satunya harus melaporkan BLT desanya per bulan Desember itu,” lanjutnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kemudian, lanjut dia, yang tak kalah penting adalah penyetoran data penurunan angka stunting. Data ini juga menjadi syarat dalam penyaluran DD. Setiap desa diminta untuk membuat laporan terkait konvergensi angka stunting hingga November 2021.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang akhir tahun, serapan anggaran dana desa (DD) di Kabupaten Jember cukup memuaskan. Mencapai 98,4 persen. Hal itu dipaparkan oleh Kepala Bidang Ekonomi Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jember Abdul Ghofur. Ia menyebut, 1,6 persen yang belum tersalurkan itu disebabkan masih adanya 23 desa yang dalam tahap proses transfer atau pencairan.

Sebelum menerima anggaran DD tersebut, setiap desa wajib mengajukan anggaran bantuan langsung tunai (BLT) yang akan diberikan kepada warganya per Desember ini. Kemudian, juga membuat laporan penyerapan DD tahap sebelumnya, serta output yang dihasilkan. “Tersalur dan tidaknya itu dari pengajuan desanya, laporan penyerapan, dan capaian output-nya. Jadi, untuk mengajukan tahap 3 itu harus ada laporan serapan minimal 90 persen pada tahap keduanya. Kemudian, capaian output minimal 75 persen,” tutur Ghofur.

Anggaran 98,4 persen itu jika dihitung nominalnya yakni senilai Rp 307 miliar dari Rp 312 miliar. Artinya, masih ada sekitar Rp 6 Miliar dana yang masih dalam proses penyaluran. “Memang sedang proses, karena masih ada yang baru mengajukan. Kemudian, ada syarat yang belum dipenuhi oleh mereka. Salah satunya harus melaporkan BLT desanya per bulan Desember itu,” lanjutnya.

Kemudian, lanjut dia, yang tak kalah penting adalah penyetoran data penurunan angka stunting. Data ini juga menjadi syarat dalam penyaluran DD. Setiap desa diminta untuk membuat laporan terkait konvergensi angka stunting hingga November 2021.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang akhir tahun, serapan anggaran dana desa (DD) di Kabupaten Jember cukup memuaskan. Mencapai 98,4 persen. Hal itu dipaparkan oleh Kepala Bidang Ekonomi Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jember Abdul Ghofur. Ia menyebut, 1,6 persen yang belum tersalurkan itu disebabkan masih adanya 23 desa yang dalam tahap proses transfer atau pencairan.

Sebelum menerima anggaran DD tersebut, setiap desa wajib mengajukan anggaran bantuan langsung tunai (BLT) yang akan diberikan kepada warganya per Desember ini. Kemudian, juga membuat laporan penyerapan DD tahap sebelumnya, serta output yang dihasilkan. “Tersalur dan tidaknya itu dari pengajuan desanya, laporan penyerapan, dan capaian output-nya. Jadi, untuk mengajukan tahap 3 itu harus ada laporan serapan minimal 90 persen pada tahap keduanya. Kemudian, capaian output minimal 75 persen,” tutur Ghofur.

Anggaran 98,4 persen itu jika dihitung nominalnya yakni senilai Rp 307 miliar dari Rp 312 miliar. Artinya, masih ada sekitar Rp 6 Miliar dana yang masih dalam proses penyaluran. “Memang sedang proses, karena masih ada yang baru mengajukan. Kemudian, ada syarat yang belum dipenuhi oleh mereka. Salah satunya harus melaporkan BLT desanya per bulan Desember itu,” lanjutnya.

Kemudian, lanjut dia, yang tak kalah penting adalah penyetoran data penurunan angka stunting. Data ini juga menjadi syarat dalam penyaluran DD. Setiap desa diminta untuk membuat laporan terkait konvergensi angka stunting hingga November 2021.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/