alexametrics
31 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Sehari Dapat Rp 25 Ribu, Tetap Kerja meski Hujan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER – Sore itu hujan mengguyur sebagian besar wilayah Jember. Jalanan di sekitar stasiun tampak sepi. Dari jauh, seorang lelaki terlihat pergi dari lokasi pembuangan sampah sementara. Dia pun sempat berteduh, namun melanjutkan pekerjaanya meski hujan deras mengguyur.

Tak lama kemudian, hujan mereda. Supria Anang Syah tampak tersenyum saat dihampiri. Seketika, pria 42 tahun itu berdiri dan berbincang dengan wartawan Jawa Pos Radar Jember. Supri tak mau salaman karena tangannya kotor bekas memilah sampah.

Supri menyebut, menjadi pemulung sudah dilakoninya sekitar 17 tahun terakhir. Dia tak pernah ganti profesi hingga sampai punya dua orang anak. “Mulai dulu sampai sekarang tetap mencari rongsokan. Mencarinya di sekitar stasiun saja dan di tempat sampah ini,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Supri mengaku tak pernah berkhayal mendapatkan barang bekas yang banyak. Dia hanya berharap agar mendapatkan rezeki yang cukup. Namun, karena hanya memulung sampah, hasilnya tak pernah banyak. “Hampir setiap hari dapatnya sekitar Rp 25 ribu. Kadang-kadang kurang dari itu. Kalau lebih jarang,” ucap Supri sambil memasukkan barang bekas ke dalam sak yang nyaris penuh.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER – Sore itu hujan mengguyur sebagian besar wilayah Jember. Jalanan di sekitar stasiun tampak sepi. Dari jauh, seorang lelaki terlihat pergi dari lokasi pembuangan sampah sementara. Dia pun sempat berteduh, namun melanjutkan pekerjaanya meski hujan deras mengguyur.

Tak lama kemudian, hujan mereda. Supria Anang Syah tampak tersenyum saat dihampiri. Seketika, pria 42 tahun itu berdiri dan berbincang dengan wartawan Jawa Pos Radar Jember. Supri tak mau salaman karena tangannya kotor bekas memilah sampah.

Supri menyebut, menjadi pemulung sudah dilakoninya sekitar 17 tahun terakhir. Dia tak pernah ganti profesi hingga sampai punya dua orang anak. “Mulai dulu sampai sekarang tetap mencari rongsokan. Mencarinya di sekitar stasiun saja dan di tempat sampah ini,” tuturnya.

Supri mengaku tak pernah berkhayal mendapatkan barang bekas yang banyak. Dia hanya berharap agar mendapatkan rezeki yang cukup. Namun, karena hanya memulung sampah, hasilnya tak pernah banyak. “Hampir setiap hari dapatnya sekitar Rp 25 ribu. Kadang-kadang kurang dari itu. Kalau lebih jarang,” ucap Supri sambil memasukkan barang bekas ke dalam sak yang nyaris penuh.

JEMBER, RADARJEMBER – Sore itu hujan mengguyur sebagian besar wilayah Jember. Jalanan di sekitar stasiun tampak sepi. Dari jauh, seorang lelaki terlihat pergi dari lokasi pembuangan sampah sementara. Dia pun sempat berteduh, namun melanjutkan pekerjaanya meski hujan deras mengguyur.

Tak lama kemudian, hujan mereda. Supria Anang Syah tampak tersenyum saat dihampiri. Seketika, pria 42 tahun itu berdiri dan berbincang dengan wartawan Jawa Pos Radar Jember. Supri tak mau salaman karena tangannya kotor bekas memilah sampah.

Supri menyebut, menjadi pemulung sudah dilakoninya sekitar 17 tahun terakhir. Dia tak pernah ganti profesi hingga sampai punya dua orang anak. “Mulai dulu sampai sekarang tetap mencari rongsokan. Mencarinya di sekitar stasiun saja dan di tempat sampah ini,” tuturnya.

Supri mengaku tak pernah berkhayal mendapatkan barang bekas yang banyak. Dia hanya berharap agar mendapatkan rezeki yang cukup. Namun, karena hanya memulung sampah, hasilnya tak pernah banyak. “Hampir setiap hari dapatnya sekitar Rp 25 ribu. Kadang-kadang kurang dari itu. Kalau lebih jarang,” ucap Supri sambil memasukkan barang bekas ke dalam sak yang nyaris penuh.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/