alexametrics
21.8 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Juara Milik Kalisat

Liga Pelajar Piala Asskab PSSI Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

”Alhamdulillah, di tengah anggaran yang sulit untuk asosiasi sepak bola, kami berusaha menggelar kompetisi ini. Semoga ini menjadi momentum munculnya bibit baru bagi Jember. Apalagi ke depan kita harus siap-siap di popda,” kata Sutikno, ketua Umum Asskab PSSI Jember.

Sutikno menambahkan, kompetisi Liga Pelajar ini sempat vakum dan Asskab Jember ingin menghidupkan lagi kompetisi yang dinanti-nanti kalangan pelajar tersebut. “Saya dan teman-teman pengurus sebatas tanggung jawab moral gelar kompetisi untuk pembinaan ini, walau tidak ada anggaran dari pemerintah,” tambahnya.

Menurut dia, Jember itu potensi bibit pemainnya bagus. Namun, jika tidak ada sebuah kompetisi maka potensi itu tidak akan pernah diketahui. “Pada intinya lewat kompetisi ini kami ingin mengorbitkan pesepak bola,” lanjutnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara Heri Candra, pelatih SMAN Balung mengakui, final lawan SMAN Kalisat sangat berat. Sebab, tahun ini timnya sudah dua kali berjumpa saat kompetisi di Unej dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). “Kami tetap kalah dengan skor sama, 2-0,” terangnya. Kendati demikian, Heri Candra mengatakan, cukup bangga dengan anak didiknya.

Sebab, sampai ke final sudah prestasi terbaik. SMAN Balung dalam kompetisi sepak bola antar pelajar se Jember, sulit menembus semi final. Langganan masuk semifinal tingkat SMA sederajat, adalah SMA Bima Ambulu, dan SMK PGRI Tanggul, sementara untuk sekolah di kota Jember adalah SMAN 5.

Sebaliknya, pelatih SMAN Kalisat Wahid Sofyan mengatakan, yang berat pada liga pelajar ini justru berjumpa dengan SMK PGRI Tanggul pada laga semifinal. “Walau kami pernah memang dengan SMAN Balung, tapi tetap ada antisipasi. Lantaran, mereka punya pengalaman berjumpa dengan kami,” tuturnya.

- Advertisement -

”Alhamdulillah, di tengah anggaran yang sulit untuk asosiasi sepak bola, kami berusaha menggelar kompetisi ini. Semoga ini menjadi momentum munculnya bibit baru bagi Jember. Apalagi ke depan kita harus siap-siap di popda,” kata Sutikno, ketua Umum Asskab PSSI Jember.

Sutikno menambahkan, kompetisi Liga Pelajar ini sempat vakum dan Asskab Jember ingin menghidupkan lagi kompetisi yang dinanti-nanti kalangan pelajar tersebut. “Saya dan teman-teman pengurus sebatas tanggung jawab moral gelar kompetisi untuk pembinaan ini, walau tidak ada anggaran dari pemerintah,” tambahnya.

Menurut dia, Jember itu potensi bibit pemainnya bagus. Namun, jika tidak ada sebuah kompetisi maka potensi itu tidak akan pernah diketahui. “Pada intinya lewat kompetisi ini kami ingin mengorbitkan pesepak bola,” lanjutnya.

Sementara Heri Candra, pelatih SMAN Balung mengakui, final lawan SMAN Kalisat sangat berat. Sebab, tahun ini timnya sudah dua kali berjumpa saat kompetisi di Unej dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). “Kami tetap kalah dengan skor sama, 2-0,” terangnya. Kendati demikian, Heri Candra mengatakan, cukup bangga dengan anak didiknya.

Sebab, sampai ke final sudah prestasi terbaik. SMAN Balung dalam kompetisi sepak bola antar pelajar se Jember, sulit menembus semi final. Langganan masuk semifinal tingkat SMA sederajat, adalah SMA Bima Ambulu, dan SMK PGRI Tanggul, sementara untuk sekolah di kota Jember adalah SMAN 5.

Sebaliknya, pelatih SMAN Kalisat Wahid Sofyan mengatakan, yang berat pada liga pelajar ini justru berjumpa dengan SMK PGRI Tanggul pada laga semifinal. “Walau kami pernah memang dengan SMAN Balung, tapi tetap ada antisipasi. Lantaran, mereka punya pengalaman berjumpa dengan kami,” tuturnya.

”Alhamdulillah, di tengah anggaran yang sulit untuk asosiasi sepak bola, kami berusaha menggelar kompetisi ini. Semoga ini menjadi momentum munculnya bibit baru bagi Jember. Apalagi ke depan kita harus siap-siap di popda,” kata Sutikno, ketua Umum Asskab PSSI Jember.

Sutikno menambahkan, kompetisi Liga Pelajar ini sempat vakum dan Asskab Jember ingin menghidupkan lagi kompetisi yang dinanti-nanti kalangan pelajar tersebut. “Saya dan teman-teman pengurus sebatas tanggung jawab moral gelar kompetisi untuk pembinaan ini, walau tidak ada anggaran dari pemerintah,” tambahnya.

Menurut dia, Jember itu potensi bibit pemainnya bagus. Namun, jika tidak ada sebuah kompetisi maka potensi itu tidak akan pernah diketahui. “Pada intinya lewat kompetisi ini kami ingin mengorbitkan pesepak bola,” lanjutnya.

Sementara Heri Candra, pelatih SMAN Balung mengakui, final lawan SMAN Kalisat sangat berat. Sebab, tahun ini timnya sudah dua kali berjumpa saat kompetisi di Unej dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). “Kami tetap kalah dengan skor sama, 2-0,” terangnya. Kendati demikian, Heri Candra mengatakan, cukup bangga dengan anak didiknya.

Sebab, sampai ke final sudah prestasi terbaik. SMAN Balung dalam kompetisi sepak bola antar pelajar se Jember, sulit menembus semi final. Langganan masuk semifinal tingkat SMA sederajat, adalah SMA Bima Ambulu, dan SMK PGRI Tanggul, sementara untuk sekolah di kota Jember adalah SMAN 5.

Sebaliknya, pelatih SMAN Kalisat Wahid Sofyan mengatakan, yang berat pada liga pelajar ini justru berjumpa dengan SMK PGRI Tanggul pada laga semifinal. “Walau kami pernah memang dengan SMAN Balung, tapi tetap ada antisipasi. Lantaran, mereka punya pengalaman berjumpa dengan kami,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/