alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Bakal Buka Lima Fakultas Baru

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Alih status IAIN Jember menuju Universitas Islam Negeri (UIN) KH Ahmad Shiddiq sudah di depan mata. Hal itu setelah IAIN Jember  mendapatkan nilai tertinggi dalam visitasi kedua peralihan status oleh assesor dari Kementerian Agama RI pada Senin (16/12) kemarin.

Rektor IAIN Jember Prof Babun Suharto mengatakan, dalam visitasi, ada beberapa aspek yang dinilai. Mulai dari  sarana -prasarana, akreditasi, kerja sama Internasional, dan lainnya. “Kami meraih nilai tertinggi lagi untuk visitasi kedua kalinya ini,” ucapnya.

Menurutnya, dalam visitasi peralihan status tahap pertama, IAIN Jember menyabet nilai 337.   Visitasi  tahap kedua meraih nilai tertinggi sebanyak 352. Nilai itu mengungguli 9 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang juga mengajukan peralihan status yang sama.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Sebenarnya, 350 itu sudah direkomendasikan untuk jadi UIN. Tapi lebih dari nilai itu, sudah masuk kategori sangat direkomendasikan,” jelasnya. Dengan penambahan nilai itu, Babun optimistis, transisi menuju UIN tinggal selangkah lagi.

Bahkan, pihaknya saat ini telah menerima hibah tanah sebanyak 52 hektare dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI yang berlokasi di Kecamatan Senduro Lumajang. Di lokasi itu pula, akan dijadikan sebagai kampus cabang II UIN KH Ahmad Shiddiq.

Tak sampai di situ, di Kampus cabang tersebut,  berbagai fakultas dan jurusan baru sudah disiapkan. Seperti Fakultas Kesehatan dan Psikologi, Fakultas Sains dan Teknologi (Sainstek), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Fakultas Teknologi Pedesaan, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

Peresmian IAIN Menjadi UIN diprediksi setelah peresmian Patung Fatmawati Sukarno di Bengkulu pada Februari 2020 mendatang. “Insya Allah, peresmian UIN  tidak akan berselang lama,” ungkapnya. 

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Alih status IAIN Jember menuju Universitas Islam Negeri (UIN) KH Ahmad Shiddiq sudah di depan mata. Hal itu setelah IAIN Jember  mendapatkan nilai tertinggi dalam visitasi kedua peralihan status oleh assesor dari Kementerian Agama RI pada Senin (16/12) kemarin.

Rektor IAIN Jember Prof Babun Suharto mengatakan, dalam visitasi, ada beberapa aspek yang dinilai. Mulai dari  sarana -prasarana, akreditasi, kerja sama Internasional, dan lainnya. “Kami meraih nilai tertinggi lagi untuk visitasi kedua kalinya ini,” ucapnya.

Menurutnya, dalam visitasi peralihan status tahap pertama, IAIN Jember menyabet nilai 337.   Visitasi  tahap kedua meraih nilai tertinggi sebanyak 352. Nilai itu mengungguli 9 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang juga mengajukan peralihan status yang sama.

“Sebenarnya, 350 itu sudah direkomendasikan untuk jadi UIN. Tapi lebih dari nilai itu, sudah masuk kategori sangat direkomendasikan,” jelasnya. Dengan penambahan nilai itu, Babun optimistis, transisi menuju UIN tinggal selangkah lagi.

Bahkan, pihaknya saat ini telah menerima hibah tanah sebanyak 52 hektare dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI yang berlokasi di Kecamatan Senduro Lumajang. Di lokasi itu pula, akan dijadikan sebagai kampus cabang II UIN KH Ahmad Shiddiq.

Tak sampai di situ, di Kampus cabang tersebut,  berbagai fakultas dan jurusan baru sudah disiapkan. Seperti Fakultas Kesehatan dan Psikologi, Fakultas Sains dan Teknologi (Sainstek), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Fakultas Teknologi Pedesaan, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

Peresmian IAIN Menjadi UIN diprediksi setelah peresmian Patung Fatmawati Sukarno di Bengkulu pada Februari 2020 mendatang. “Insya Allah, peresmian UIN  tidak akan berselang lama,” ungkapnya. 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Alih status IAIN Jember menuju Universitas Islam Negeri (UIN) KH Ahmad Shiddiq sudah di depan mata. Hal itu setelah IAIN Jember  mendapatkan nilai tertinggi dalam visitasi kedua peralihan status oleh assesor dari Kementerian Agama RI pada Senin (16/12) kemarin.

Rektor IAIN Jember Prof Babun Suharto mengatakan, dalam visitasi, ada beberapa aspek yang dinilai. Mulai dari  sarana -prasarana, akreditasi, kerja sama Internasional, dan lainnya. “Kami meraih nilai tertinggi lagi untuk visitasi kedua kalinya ini,” ucapnya.

Menurutnya, dalam visitasi peralihan status tahap pertama, IAIN Jember menyabet nilai 337.   Visitasi  tahap kedua meraih nilai tertinggi sebanyak 352. Nilai itu mengungguli 9 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang juga mengajukan peralihan status yang sama.

“Sebenarnya, 350 itu sudah direkomendasikan untuk jadi UIN. Tapi lebih dari nilai itu, sudah masuk kategori sangat direkomendasikan,” jelasnya. Dengan penambahan nilai itu, Babun optimistis, transisi menuju UIN tinggal selangkah lagi.

Bahkan, pihaknya saat ini telah menerima hibah tanah sebanyak 52 hektare dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI yang berlokasi di Kecamatan Senduro Lumajang. Di lokasi itu pula, akan dijadikan sebagai kampus cabang II UIN KH Ahmad Shiddiq.

Tak sampai di situ, di Kampus cabang tersebut,  berbagai fakultas dan jurusan baru sudah disiapkan. Seperti Fakultas Kesehatan dan Psikologi, Fakultas Sains dan Teknologi (Sainstek), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Fakultas Teknologi Pedesaan, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

Peresmian IAIN Menjadi UIN diprediksi setelah peresmian Patung Fatmawati Sukarno di Bengkulu pada Februari 2020 mendatang. “Insya Allah, peresmian UIN  tidak akan berselang lama,” ungkapnya. 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/