alexametrics
21.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Sisir Rumah-Rumah Ibu Hamil

Polisi Buru Pembuang dan Pembakar Bayi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus penemuan mayat bayi dengan kondisi terbakar masih menjadi teka-teki. Hingga kemarin, polisi belum berhasil menyimpulkan siapa pelaku dan apa yang menjadi motifnya sampai tega membuang orok yang baru dilahirkan tersebut. Kendati begitu, aparat tak mau menyerah. Bekerja sama dengan sejumlah pemerintah desa, mereka mendatangi ibu hamil di beberapa desa sekitar lokasi peristiwa.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Penjabat Sementara (PS) Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kalisat Aipda Abdul Harus Nasution mengatakan, malam itu juga, pascapenemuan jasad bayi terbakar di Dusun Kramat, Desa Sebanen, Kecamatan Kalisat, pihaknya langsung mendatangi rumah ibu-ibu yang diketahui hamil. Petugas diantar perangkat desa setempat. “Setelah kami datangi, ternyata warga atau ibu yang lagi hamil masih belum melahirkan,” ujarnya.

Sejauh ini, pihaknya masih memanggil saksi yang kali pertama menemukan bayi. Tapi berdasarkan beberapa bukti dan keterangan saksi, dugaan sementara pelaku membakar bayi yang diduga hasil hubungan gelap itu pada malam hari. “Karena saat saksi yang pertama kali menemukan, api sudah padam,” kata Haris.

Mobile_AP_Rectangle 2

Polisi juga menengarai, bayi tersebut baru dilahirkan. Sebab, di lokasi kejadian, juga ditemukan plasenta atau ari-ari yang masih melekat di tubuh bayi. “Jadi, dari bentuk fisiknya, menurut keterangan dokter rumah sakit (RSD Kalisat, Red) bayi yang dibakar itu umur kandungannya sudah sembilan bulan,” terangnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus penemuan mayat bayi dengan kondisi terbakar masih menjadi teka-teki. Hingga kemarin, polisi belum berhasil menyimpulkan siapa pelaku dan apa yang menjadi motifnya sampai tega membuang orok yang baru dilahirkan tersebut. Kendati begitu, aparat tak mau menyerah. Bekerja sama dengan sejumlah pemerintah desa, mereka mendatangi ibu hamil di beberapa desa sekitar lokasi peristiwa.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Penjabat Sementara (PS) Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kalisat Aipda Abdul Harus Nasution mengatakan, malam itu juga, pascapenemuan jasad bayi terbakar di Dusun Kramat, Desa Sebanen, Kecamatan Kalisat, pihaknya langsung mendatangi rumah ibu-ibu yang diketahui hamil. Petugas diantar perangkat desa setempat. “Setelah kami datangi, ternyata warga atau ibu yang lagi hamil masih belum melahirkan,” ujarnya.

Sejauh ini, pihaknya masih memanggil saksi yang kali pertama menemukan bayi. Tapi berdasarkan beberapa bukti dan keterangan saksi, dugaan sementara pelaku membakar bayi yang diduga hasil hubungan gelap itu pada malam hari. “Karena saat saksi yang pertama kali menemukan, api sudah padam,” kata Haris.

Polisi juga menengarai, bayi tersebut baru dilahirkan. Sebab, di lokasi kejadian, juga ditemukan plasenta atau ari-ari yang masih melekat di tubuh bayi. “Jadi, dari bentuk fisiknya, menurut keterangan dokter rumah sakit (RSD Kalisat, Red) bayi yang dibakar itu umur kandungannya sudah sembilan bulan,” terangnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus penemuan mayat bayi dengan kondisi terbakar masih menjadi teka-teki. Hingga kemarin, polisi belum berhasil menyimpulkan siapa pelaku dan apa yang menjadi motifnya sampai tega membuang orok yang baru dilahirkan tersebut. Kendati begitu, aparat tak mau menyerah. Bekerja sama dengan sejumlah pemerintah desa, mereka mendatangi ibu hamil di beberapa desa sekitar lokasi peristiwa.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Penjabat Sementara (PS) Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kalisat Aipda Abdul Harus Nasution mengatakan, malam itu juga, pascapenemuan jasad bayi terbakar di Dusun Kramat, Desa Sebanen, Kecamatan Kalisat, pihaknya langsung mendatangi rumah ibu-ibu yang diketahui hamil. Petugas diantar perangkat desa setempat. “Setelah kami datangi, ternyata warga atau ibu yang lagi hamil masih belum melahirkan,” ujarnya.

Sejauh ini, pihaknya masih memanggil saksi yang kali pertama menemukan bayi. Tapi berdasarkan beberapa bukti dan keterangan saksi, dugaan sementara pelaku membakar bayi yang diduga hasil hubungan gelap itu pada malam hari. “Karena saat saksi yang pertama kali menemukan, api sudah padam,” kata Haris.

Polisi juga menengarai, bayi tersebut baru dilahirkan. Sebab, di lokasi kejadian, juga ditemukan plasenta atau ari-ari yang masih melekat di tubuh bayi. “Jadi, dari bentuk fisiknya, menurut keterangan dokter rumah sakit (RSD Kalisat, Red) bayi yang dibakar itu umur kandungannya sudah sembilan bulan,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/