alexametrics
30.6 C
Jember
Sunday, 23 January 2022

Berikut Strategi DP3AKB Tekan AKI/AKB di Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) terus menggenjot program untuk menekan tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Terbaru, DP3AKB melakukan kerja sama dengan beberapa lembaga. Salah satunya adalah Universitas Muhammadiyah Jember (UMJ).

Kerja sama itu berbentuk penerjunan mahasiswa KKN di enam lokasi yang menjadi kantong AKI/AKB di Jember. Meliputi tiga wilayah di lereng Argopuro, yaitu Desa Sukorambi, Kecamatan Sukorambi; Desa Kemiri, Kecamatan Panti; dan Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari. Sedangkan tiga wilayah lainnya ada di lereng Gunung Raung. Yaitu di Desa Rowosari dan Sumberjambe di Kecamatan Sumberjambe, serta Desa/Kecamatan Ledokombo. “Keenam desa itu merupakan lumbung AKI/AKB,” kata Joko Sutriswanto, Kepala Bidang Perencanaan DP3AKB Jember.

Nantinya, melalui program pengabdian mahasiswa ini, beberapa wilayah tersebut diharapkan mulai mengaktifkan kembali forum anak desa. Dengan begitu, jumlah forum anak desa di Jember yang eksis makin banyak. Selain itu, ada edukasi kesehatan reproduksi serta sosialisasi pernikahan dini bagi remaja di daerah tersebut. “Peran mahasiswa juga diharapkan bisa memprakarsai adanya forum anak desa yang mulai hidup,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Terpisah, Kaprodi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Politik (FISIP) UMJ Itok Wicaksono menjelaskan, nantinya para mahasiswa akan menggagas beberapa program pembinaan yang erat dengan isu kemanusiaan. Program itu diwujudkan melalui tiga kegiatan. Yakni, pembentukan desa layak anak, pendataan dan pembinaan perempuan kepala keluarga, serta pembinaan terhadap komunitas remaja. “Mahasiswa KKN diharapkan dapat menganalisis apa yang menjadi kebutuhan dari tiga bidang itu,” jelas Itok, kemarin (19/10).

Melalui kegiatan yang telah digagas tersebut, masyarakat dan remaja setempat dapat mengusulkan program yang nantinya mendapat pembiayaan dari desa. Tentunya, program yang diusulkan memiliki keterkaitan dengan penanganan AKI/AKB dan stunting. Pelaksanaan KKN yang telah berlangsung sejak September itu akan berlangsung selama enam bulan dan terintegrasi dengan program Kampus Merdeka.

- Advertisement -

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) terus menggenjot program untuk menekan tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Terbaru, DP3AKB melakukan kerja sama dengan beberapa lembaga. Salah satunya adalah Universitas Muhammadiyah Jember (UMJ).

Kerja sama itu berbentuk penerjunan mahasiswa KKN di enam lokasi yang menjadi kantong AKI/AKB di Jember. Meliputi tiga wilayah di lereng Argopuro, yaitu Desa Sukorambi, Kecamatan Sukorambi; Desa Kemiri, Kecamatan Panti; dan Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari. Sedangkan tiga wilayah lainnya ada di lereng Gunung Raung. Yaitu di Desa Rowosari dan Sumberjambe di Kecamatan Sumberjambe, serta Desa/Kecamatan Ledokombo. “Keenam desa itu merupakan lumbung AKI/AKB,” kata Joko Sutriswanto, Kepala Bidang Perencanaan DP3AKB Jember.

Nantinya, melalui program pengabdian mahasiswa ini, beberapa wilayah tersebut diharapkan mulai mengaktifkan kembali forum anak desa. Dengan begitu, jumlah forum anak desa di Jember yang eksis makin banyak. Selain itu, ada edukasi kesehatan reproduksi serta sosialisasi pernikahan dini bagi remaja di daerah tersebut. “Peran mahasiswa juga diharapkan bisa memprakarsai adanya forum anak desa yang mulai hidup,” tuturnya.

Terpisah, Kaprodi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Politik (FISIP) UMJ Itok Wicaksono menjelaskan, nantinya para mahasiswa akan menggagas beberapa program pembinaan yang erat dengan isu kemanusiaan. Program itu diwujudkan melalui tiga kegiatan. Yakni, pembentukan desa layak anak, pendataan dan pembinaan perempuan kepala keluarga, serta pembinaan terhadap komunitas remaja. “Mahasiswa KKN diharapkan dapat menganalisis apa yang menjadi kebutuhan dari tiga bidang itu,” jelas Itok, kemarin (19/10).

Melalui kegiatan yang telah digagas tersebut, masyarakat dan remaja setempat dapat mengusulkan program yang nantinya mendapat pembiayaan dari desa. Tentunya, program yang diusulkan memiliki keterkaitan dengan penanganan AKI/AKB dan stunting. Pelaksanaan KKN yang telah berlangsung sejak September itu akan berlangsung selama enam bulan dan terintegrasi dengan program Kampus Merdeka.

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) terus menggenjot program untuk menekan tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Terbaru, DP3AKB melakukan kerja sama dengan beberapa lembaga. Salah satunya adalah Universitas Muhammadiyah Jember (UMJ).

Kerja sama itu berbentuk penerjunan mahasiswa KKN di enam lokasi yang menjadi kantong AKI/AKB di Jember. Meliputi tiga wilayah di lereng Argopuro, yaitu Desa Sukorambi, Kecamatan Sukorambi; Desa Kemiri, Kecamatan Panti; dan Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari. Sedangkan tiga wilayah lainnya ada di lereng Gunung Raung. Yaitu di Desa Rowosari dan Sumberjambe di Kecamatan Sumberjambe, serta Desa/Kecamatan Ledokombo. “Keenam desa itu merupakan lumbung AKI/AKB,” kata Joko Sutriswanto, Kepala Bidang Perencanaan DP3AKB Jember.

Nantinya, melalui program pengabdian mahasiswa ini, beberapa wilayah tersebut diharapkan mulai mengaktifkan kembali forum anak desa. Dengan begitu, jumlah forum anak desa di Jember yang eksis makin banyak. Selain itu, ada edukasi kesehatan reproduksi serta sosialisasi pernikahan dini bagi remaja di daerah tersebut. “Peran mahasiswa juga diharapkan bisa memprakarsai adanya forum anak desa yang mulai hidup,” tuturnya.

Terpisah, Kaprodi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Politik (FISIP) UMJ Itok Wicaksono menjelaskan, nantinya para mahasiswa akan menggagas beberapa program pembinaan yang erat dengan isu kemanusiaan. Program itu diwujudkan melalui tiga kegiatan. Yakni, pembentukan desa layak anak, pendataan dan pembinaan perempuan kepala keluarga, serta pembinaan terhadap komunitas remaja. “Mahasiswa KKN diharapkan dapat menganalisis apa yang menjadi kebutuhan dari tiga bidang itu,” jelas Itok, kemarin (19/10).

Melalui kegiatan yang telah digagas tersebut, masyarakat dan remaja setempat dapat mengusulkan program yang nantinya mendapat pembiayaan dari desa. Tentunya, program yang diusulkan memiliki keterkaitan dengan penanganan AKI/AKB dan stunting. Pelaksanaan KKN yang telah berlangsung sejak September itu akan berlangsung selama enam bulan dan terintegrasi dengan program Kampus Merdeka.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca