alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Virus Bisa di Feses dan Urine

Mobile_AP_Rectangle 1

DROPLETS yang dihasilkan dari batuk dan bersin penderita Covid-19 menjadi transmisi penularan virus korona. Namun, diketahui virus korona tidak hanya ada di cairan pernapasan ataupun air liur penderita. Tetapi juga ada di feses atau tinja dan air seni atau urine. Termasuk pada pasien yang telah meninggal.

Dokter spesialis forensik RSD dr Soebandi, dr M Afiful Jauhani menerangkan, petugas pemulasaraan jenazah Covid-19 tentu menerapkan protokol kesehatan, termasuk memakai APD. “Memakai APD itu untuk menghindari terpapar cairan jenazah pasien korona ataupun benda-benda yang sudah terkontaminasi virus korona,” jelasnya.

Namun diketahui, berbagai studi, baik dari negara-negara seperti Eropa, Amerika, hingga Tiongkok, menemukan virus tersebut juga ada di tinja atau feses dan air seni. Karenanya, petugas pemulasaraan jenazah pasien korona harus menghindari cairan dari jenazah.

Mobile_AP_Rectangle 2

dr Afiful sendiri belum bisa memastikan seberapa besar kemungkinan penularan virus melalui feses dan air seni pasien korona. “Artinya, butuh penelitian dan kajian lebih lanjut lagi,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

- Advertisement -

DROPLETS yang dihasilkan dari batuk dan bersin penderita Covid-19 menjadi transmisi penularan virus korona. Namun, diketahui virus korona tidak hanya ada di cairan pernapasan ataupun air liur penderita. Tetapi juga ada di feses atau tinja dan air seni atau urine. Termasuk pada pasien yang telah meninggal.

Dokter spesialis forensik RSD dr Soebandi, dr M Afiful Jauhani menerangkan, petugas pemulasaraan jenazah Covid-19 tentu menerapkan protokol kesehatan, termasuk memakai APD. “Memakai APD itu untuk menghindari terpapar cairan jenazah pasien korona ataupun benda-benda yang sudah terkontaminasi virus korona,” jelasnya.

Namun diketahui, berbagai studi, baik dari negara-negara seperti Eropa, Amerika, hingga Tiongkok, menemukan virus tersebut juga ada di tinja atau feses dan air seni. Karenanya, petugas pemulasaraan jenazah pasien korona harus menghindari cairan dari jenazah.

dr Afiful sendiri belum bisa memastikan seberapa besar kemungkinan penularan virus melalui feses dan air seni pasien korona. “Artinya, butuh penelitian dan kajian lebih lanjut lagi,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

DROPLETS yang dihasilkan dari batuk dan bersin penderita Covid-19 menjadi transmisi penularan virus korona. Namun, diketahui virus korona tidak hanya ada di cairan pernapasan ataupun air liur penderita. Tetapi juga ada di feses atau tinja dan air seni atau urine. Termasuk pada pasien yang telah meninggal.

Dokter spesialis forensik RSD dr Soebandi, dr M Afiful Jauhani menerangkan, petugas pemulasaraan jenazah Covid-19 tentu menerapkan protokol kesehatan, termasuk memakai APD. “Memakai APD itu untuk menghindari terpapar cairan jenazah pasien korona ataupun benda-benda yang sudah terkontaminasi virus korona,” jelasnya.

Namun diketahui, berbagai studi, baik dari negara-negara seperti Eropa, Amerika, hingga Tiongkok, menemukan virus tersebut juga ada di tinja atau feses dan air seni. Karenanya, petugas pemulasaraan jenazah pasien korona harus menghindari cairan dari jenazah.

dr Afiful sendiri belum bisa memastikan seberapa besar kemungkinan penularan virus melalui feses dan air seni pasien korona. “Artinya, butuh penelitian dan kajian lebih lanjut lagi,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/