alexametrics
23 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Tiga Bulan Terkumpul Hampir Rp 200 Juta, Sudah Bantu Puluhan Teman

Banyak kisah menginspirasi yang diawali dengan membantu orang lain. Dari hal-hal sederhana. Apa yang dilakukan Hendra ini juga sama. Penyandang disabilitas tersebut memulai kisah inspiratifnya dengan membantu sesama difabel. Apa yang dia kerjakan?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hendra terlihat sibuk saat ditemui di rumahnya, kemarin (19/10). Dia tengah mempersiapkan diri bekerja sebagai ojek online. Sesaat kemudian, ponselnya berbunyi. Bukan pesan masuk, melainkan orderan ojek.

Tanpa menunggu lama, Hendra segera tancap gas dari rumahnya di Taman Bambu Blok A-10 Kelurahan Wirolegi, Sumbersari. Ia segera menuju lokasi orderan salah satu pelanggannya. Sepertinya di daerah perkotaan.

Selama perjalanan, pria bernama lengkap Hendra Setiawan ini mengaku terngiang banyak hal. Sebab, saat keluar rumah, dirinya juga membawa mimpi untuk para rekannya sesama difabel. “Alhamdulillah, open donasi sudah hampir mencapai limited,” katanya, ketika berbincang dengan Jawa Pos Radar Jember seusai mengantar pelanggan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Setiap hari, selain menarik ojek, Hendra juga memiliki kesibukan lain. Dia menjadi motor penggerak penggalangan dana untuk membantu penyandang disabilitas di Jember. Dibantu teman-temannya dari platform penggalangan dana daring dan komunitas relawan di Jember, dia membuka donasi sejak Mei lalu.

Hanya butuh sekitar tiga bulan, tepatnya pada Agustus lalu, donasi miliknya sudah terkumpul Rp 199 juta dengan total 3.900 donatur. “Bahkan itu lebih-lebih. Sumbangan donatur juga terus mengalir,” imbuhnya.

Kaki palsu sebelah kanan yang melekat di tubuh Hendra benar-benar membuatnya jadi aktor kemanusiaan. Ia ingin rekannya sesama difabel juga terbantu dan lebih produktif. Karena itu, dengan hasil donasi yang telah terkumpul itu, selain bakal digunakan untuk memperbarui kaki palsu miliknya, dia juga akan menyumbangkan sisanya untuk difabel yang lain. “Jelas tersisa sangat banyak. Satu kaki palsu biasanya seharga Rp 5-7 juta. Sisanya itu saya teruskan untuk membantu teman-teman difabel yang lain,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hendra terlihat sibuk saat ditemui di rumahnya, kemarin (19/10). Dia tengah mempersiapkan diri bekerja sebagai ojek online. Sesaat kemudian, ponselnya berbunyi. Bukan pesan masuk, melainkan orderan ojek.

Tanpa menunggu lama, Hendra segera tancap gas dari rumahnya di Taman Bambu Blok A-10 Kelurahan Wirolegi, Sumbersari. Ia segera menuju lokasi orderan salah satu pelanggannya. Sepertinya di daerah perkotaan.

Selama perjalanan, pria bernama lengkap Hendra Setiawan ini mengaku terngiang banyak hal. Sebab, saat keluar rumah, dirinya juga membawa mimpi untuk para rekannya sesama difabel. “Alhamdulillah, open donasi sudah hampir mencapai limited,” katanya, ketika berbincang dengan Jawa Pos Radar Jember seusai mengantar pelanggan.

Setiap hari, selain menarik ojek, Hendra juga memiliki kesibukan lain. Dia menjadi motor penggerak penggalangan dana untuk membantu penyandang disabilitas di Jember. Dibantu teman-temannya dari platform penggalangan dana daring dan komunitas relawan di Jember, dia membuka donasi sejak Mei lalu.

Hanya butuh sekitar tiga bulan, tepatnya pada Agustus lalu, donasi miliknya sudah terkumpul Rp 199 juta dengan total 3.900 donatur. “Bahkan itu lebih-lebih. Sumbangan donatur juga terus mengalir,” imbuhnya.

Kaki palsu sebelah kanan yang melekat di tubuh Hendra benar-benar membuatnya jadi aktor kemanusiaan. Ia ingin rekannya sesama difabel juga terbantu dan lebih produktif. Karena itu, dengan hasil donasi yang telah terkumpul itu, selain bakal digunakan untuk memperbarui kaki palsu miliknya, dia juga akan menyumbangkan sisanya untuk difabel yang lain. “Jelas tersisa sangat banyak. Satu kaki palsu biasanya seharga Rp 5-7 juta. Sisanya itu saya teruskan untuk membantu teman-teman difabel yang lain,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hendra terlihat sibuk saat ditemui di rumahnya, kemarin (19/10). Dia tengah mempersiapkan diri bekerja sebagai ojek online. Sesaat kemudian, ponselnya berbunyi. Bukan pesan masuk, melainkan orderan ojek.

Tanpa menunggu lama, Hendra segera tancap gas dari rumahnya di Taman Bambu Blok A-10 Kelurahan Wirolegi, Sumbersari. Ia segera menuju lokasi orderan salah satu pelanggannya. Sepertinya di daerah perkotaan.

Selama perjalanan, pria bernama lengkap Hendra Setiawan ini mengaku terngiang banyak hal. Sebab, saat keluar rumah, dirinya juga membawa mimpi untuk para rekannya sesama difabel. “Alhamdulillah, open donasi sudah hampir mencapai limited,” katanya, ketika berbincang dengan Jawa Pos Radar Jember seusai mengantar pelanggan.

Setiap hari, selain menarik ojek, Hendra juga memiliki kesibukan lain. Dia menjadi motor penggerak penggalangan dana untuk membantu penyandang disabilitas di Jember. Dibantu teman-temannya dari platform penggalangan dana daring dan komunitas relawan di Jember, dia membuka donasi sejak Mei lalu.

Hanya butuh sekitar tiga bulan, tepatnya pada Agustus lalu, donasi miliknya sudah terkumpul Rp 199 juta dengan total 3.900 donatur. “Bahkan itu lebih-lebih. Sumbangan donatur juga terus mengalir,” imbuhnya.

Kaki palsu sebelah kanan yang melekat di tubuh Hendra benar-benar membuatnya jadi aktor kemanusiaan. Ia ingin rekannya sesama difabel juga terbantu dan lebih produktif. Karena itu, dengan hasil donasi yang telah terkumpul itu, selain bakal digunakan untuk memperbarui kaki palsu miliknya, dia juga akan menyumbangkan sisanya untuk difabel yang lain. “Jelas tersisa sangat banyak. Satu kaki palsu biasanya seharga Rp 5-7 juta. Sisanya itu saya teruskan untuk membantu teman-teman difabel yang lain,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/