alexametrics
22.8 C
Jember
Monday, 15 August 2022

New Normal, Penumpang Angkot Masih Sepi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah sopir angkutan kota di terminal Pakusari mengeluh rugi terutama pada masa pendemi saat ini. Terlebih lagi, para sopir tersebut tidak memiliki usaha lain selain menjadi pengemudi angkot.

Ya, sejak virus korona merebak, mereka mengalami penurunan jumlah penumpang yang drastis. Bahkan, sebelumnya pernah dilarang untuk beroperasi selama tiga bulan, yakni pada pertengahan Maret hingga Juni.

Kondisi ini tak banyak berubah meski telah memasuki era new normal. Keadaan terminal masih tampak lengang. Tak ada penumpang yang datang beramai-ramai seperti biasanya. Bahkan para pengemudi angkot dan bus juga berkurang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Sodikin, salah satu sopir angkot di Terminal Pakusari, para sopir saat ini merasa bimbang untuk beroperasi. Mereka bingung antara memilih diam di rumah namun tak mendapat pemasukan, atau mencari penumpang namun harus siap merogoh kocek terlebih dahulu untuk membeli bahan bakar.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah sopir angkutan kota di terminal Pakusari mengeluh rugi terutama pada masa pendemi saat ini. Terlebih lagi, para sopir tersebut tidak memiliki usaha lain selain menjadi pengemudi angkot.

Ya, sejak virus korona merebak, mereka mengalami penurunan jumlah penumpang yang drastis. Bahkan, sebelumnya pernah dilarang untuk beroperasi selama tiga bulan, yakni pada pertengahan Maret hingga Juni.

Kondisi ini tak banyak berubah meski telah memasuki era new normal. Keadaan terminal masih tampak lengang. Tak ada penumpang yang datang beramai-ramai seperti biasanya. Bahkan para pengemudi angkot dan bus juga berkurang.

Menurut Sodikin, salah satu sopir angkot di Terminal Pakusari, para sopir saat ini merasa bimbang untuk beroperasi. Mereka bingung antara memilih diam di rumah namun tak mendapat pemasukan, atau mencari penumpang namun harus siap merogoh kocek terlebih dahulu untuk membeli bahan bakar.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah sopir angkutan kota di terminal Pakusari mengeluh rugi terutama pada masa pendemi saat ini. Terlebih lagi, para sopir tersebut tidak memiliki usaha lain selain menjadi pengemudi angkot.

Ya, sejak virus korona merebak, mereka mengalami penurunan jumlah penumpang yang drastis. Bahkan, sebelumnya pernah dilarang untuk beroperasi selama tiga bulan, yakni pada pertengahan Maret hingga Juni.

Kondisi ini tak banyak berubah meski telah memasuki era new normal. Keadaan terminal masih tampak lengang. Tak ada penumpang yang datang beramai-ramai seperti biasanya. Bahkan para pengemudi angkot dan bus juga berkurang.

Menurut Sodikin, salah satu sopir angkot di Terminal Pakusari, para sopir saat ini merasa bimbang untuk beroperasi. Mereka bingung antara memilih diam di rumah namun tak mendapat pemasukan, atau mencari penumpang namun harus siap merogoh kocek terlebih dahulu untuk membeli bahan bakar.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/