alexametrics
23.1 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Komunikasi Radio hingga Papua

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 tidak membuat pelajar yang tergabung dalam Pramuka berhenti berkegiatan. Bahkan, lewat Jamboree on the Air (JOTA) dan Jamboree on the Internet (JOTI), mereka bisa menjalin silaturahmi antarpulau se-Indonesia, termasuk Sumatra hingga Papua.

Para anggota Pramuka dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Jember tersebut tampak antusias diberi pembekalan komunikasi radio. Sebab, selama ini mereka mengenal radio sebagai media hiburan. Sementara, mereka biasa komunikasi lewat handphone.

Rasa bahagia mereka pun muncul, kala frekuensi yang dicarinya mampu menembus anggota Pramuka dari luar kota, hingga luar Pulau Jawa.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kegiatan JOTA dan JOTI dilakukan tiap tahun sekali. Tapi, kali ini (di tengah pandemi korona) ada penyesuaian jadwal dari beberapa anak Pramuka dibagi tiga waktu, yaitu mulai hari pertama 16 Oktober hingga hari ketiga atau terakhir 18 Oktober.

Kegiatan rutin tahunan tersebut dilakukan serentak seluruh Pramuka dunia. Kegiatan JOTI hampir sama dengan video call, yakni antaranak Pramuka antarpenjuru bisa saling terkoneksi. Sementara itu, JOTA menjadi kegiatan lewat pesawat radio, yaitu para anggota mencari sejauh mana bisa mendapatkan frekuensi dari stasiun JOTA lainnya. “Dari Sumatra, Kalimantan, Nusa Tenggara, hingga Papua, anak-anak dapat dan bisa berkomunikasi lewat radio,” terang Hanifah dari Dewan Kerja (DKJ) Kwarcab Jember.

Sayangnya, untuk menembus stasiun JOTA dari luar negeri belum mampu. “Tadi dicoba belum ada yang bisa berkomunikasi ke Pramuka luar negeri,” terangnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 tidak membuat pelajar yang tergabung dalam Pramuka berhenti berkegiatan. Bahkan, lewat Jamboree on the Air (JOTA) dan Jamboree on the Internet (JOTI), mereka bisa menjalin silaturahmi antarpulau se-Indonesia, termasuk Sumatra hingga Papua.

Para anggota Pramuka dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Jember tersebut tampak antusias diberi pembekalan komunikasi radio. Sebab, selama ini mereka mengenal radio sebagai media hiburan. Sementara, mereka biasa komunikasi lewat handphone.

Rasa bahagia mereka pun muncul, kala frekuensi yang dicarinya mampu menembus anggota Pramuka dari luar kota, hingga luar Pulau Jawa.

Kegiatan JOTA dan JOTI dilakukan tiap tahun sekali. Tapi, kali ini (di tengah pandemi korona) ada penyesuaian jadwal dari beberapa anak Pramuka dibagi tiga waktu, yaitu mulai hari pertama 16 Oktober hingga hari ketiga atau terakhir 18 Oktober.

Kegiatan rutin tahunan tersebut dilakukan serentak seluruh Pramuka dunia. Kegiatan JOTI hampir sama dengan video call, yakni antaranak Pramuka antarpenjuru bisa saling terkoneksi. Sementara itu, JOTA menjadi kegiatan lewat pesawat radio, yaitu para anggota mencari sejauh mana bisa mendapatkan frekuensi dari stasiun JOTA lainnya. “Dari Sumatra, Kalimantan, Nusa Tenggara, hingga Papua, anak-anak dapat dan bisa berkomunikasi lewat radio,” terang Hanifah dari Dewan Kerja (DKJ) Kwarcab Jember.

Sayangnya, untuk menembus stasiun JOTA dari luar negeri belum mampu. “Tadi dicoba belum ada yang bisa berkomunikasi ke Pramuka luar negeri,” terangnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 tidak membuat pelajar yang tergabung dalam Pramuka berhenti berkegiatan. Bahkan, lewat Jamboree on the Air (JOTA) dan Jamboree on the Internet (JOTI), mereka bisa menjalin silaturahmi antarpulau se-Indonesia, termasuk Sumatra hingga Papua.

Para anggota Pramuka dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Jember tersebut tampak antusias diberi pembekalan komunikasi radio. Sebab, selama ini mereka mengenal radio sebagai media hiburan. Sementara, mereka biasa komunikasi lewat handphone.

Rasa bahagia mereka pun muncul, kala frekuensi yang dicarinya mampu menembus anggota Pramuka dari luar kota, hingga luar Pulau Jawa.

Kegiatan JOTA dan JOTI dilakukan tiap tahun sekali. Tapi, kali ini (di tengah pandemi korona) ada penyesuaian jadwal dari beberapa anak Pramuka dibagi tiga waktu, yaitu mulai hari pertama 16 Oktober hingga hari ketiga atau terakhir 18 Oktober.

Kegiatan rutin tahunan tersebut dilakukan serentak seluruh Pramuka dunia. Kegiatan JOTI hampir sama dengan video call, yakni antaranak Pramuka antarpenjuru bisa saling terkoneksi. Sementara itu, JOTA menjadi kegiatan lewat pesawat radio, yaitu para anggota mencari sejauh mana bisa mendapatkan frekuensi dari stasiun JOTA lainnya. “Dari Sumatra, Kalimantan, Nusa Tenggara, hingga Papua, anak-anak dapat dan bisa berkomunikasi lewat radio,” terang Hanifah dari Dewan Kerja (DKJ) Kwarcab Jember.

Sayangnya, untuk menembus stasiun JOTA dari luar negeri belum mampu. “Tadi dicoba belum ada yang bisa berkomunikasi ke Pramuka luar negeri,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/