alexametrics
26.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Alasan Dibalik Perombakan Alun-Alun Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Satu per satu pembenahan mulai digarap Pemkab Jember di bawah kepemimpinan Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman. Tentu saja hal tersebut bertujuan memajukan Kabupaten Jember, sehingga bisa menjadi daya tarik. Tujuannya supaya mampu menumbuhkan perekonomian masyarakat Jember.

Selain itu, pembangunan juga ditujukan untuk membuat masyarakat Jember nyaman. Mengingat potensi Kabupaten Jember juga tak kalah menarik jika dibandingkan dengan daerah lain. Misalnya di Alun-Alun Jember, saat penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jember memasuki level 1, ada berapa orang yang terbantu?

Tentu saja, banyak pedagang kaki lima yang mulai menemukan titik terang dengan bisa berjualan di sekitar alun-alun Jember. Selain itu, pusat kota tersebut juga menjadi candu sebagian warga untuk berolahraga dan bersantai bersama keluarga masing-masing.

Mobile_AP_Rectangle 2

Karena itu, Hendy bermaksud memaksimalkan potensi dengan mengolah perwajahan Jember. “Nantinya, Alun-Alun Jember ini bakal kami sulap sebagai destinasi wisata yang menjadi perwajahan Kabupaten Jember,” ungkap Hendy, belum lama ini.

Selain itu, ada misi yang perlu pihaknya luruskan di sejumlah titik keramaian Kabupaten Jember. Yakni terkait parkir liar. Mengingat, fenomena ini banyak ditemui di penjuru Jember, para juru parkir liar yang tak bisa dipertanggungjawabkan. “Memang kemarin kami agak kendurkan sedikit karena terdampak pandemi,” ujarnya.

Menurut dia, para oknum jukir liar tersebut memang banyak yang kesusahan karena terdampak Covid-19. Namun, dia menegaskan bahwa selanjutnya bakal ditertibkan agar tidak meresahkan masyarakat. Dengan begitu, bisa memaksimalkan tata perwajahan Kabupaten Jember.

- Advertisement -

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Satu per satu pembenahan mulai digarap Pemkab Jember di bawah kepemimpinan Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman. Tentu saja hal tersebut bertujuan memajukan Kabupaten Jember, sehingga bisa menjadi daya tarik. Tujuannya supaya mampu menumbuhkan perekonomian masyarakat Jember.

Selain itu, pembangunan juga ditujukan untuk membuat masyarakat Jember nyaman. Mengingat potensi Kabupaten Jember juga tak kalah menarik jika dibandingkan dengan daerah lain. Misalnya di Alun-Alun Jember, saat penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jember memasuki level 1, ada berapa orang yang terbantu?

Tentu saja, banyak pedagang kaki lima yang mulai menemukan titik terang dengan bisa berjualan di sekitar alun-alun Jember. Selain itu, pusat kota tersebut juga menjadi candu sebagian warga untuk berolahraga dan bersantai bersama keluarga masing-masing.

Karena itu, Hendy bermaksud memaksimalkan potensi dengan mengolah perwajahan Jember. “Nantinya, Alun-Alun Jember ini bakal kami sulap sebagai destinasi wisata yang menjadi perwajahan Kabupaten Jember,” ungkap Hendy, belum lama ini.

Selain itu, ada misi yang perlu pihaknya luruskan di sejumlah titik keramaian Kabupaten Jember. Yakni terkait parkir liar. Mengingat, fenomena ini banyak ditemui di penjuru Jember, para juru parkir liar yang tak bisa dipertanggungjawabkan. “Memang kemarin kami agak kendurkan sedikit karena terdampak pandemi,” ujarnya.

Menurut dia, para oknum jukir liar tersebut memang banyak yang kesusahan karena terdampak Covid-19. Namun, dia menegaskan bahwa selanjutnya bakal ditertibkan agar tidak meresahkan masyarakat. Dengan begitu, bisa memaksimalkan tata perwajahan Kabupaten Jember.

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Satu per satu pembenahan mulai digarap Pemkab Jember di bawah kepemimpinan Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman. Tentu saja hal tersebut bertujuan memajukan Kabupaten Jember, sehingga bisa menjadi daya tarik. Tujuannya supaya mampu menumbuhkan perekonomian masyarakat Jember.

Selain itu, pembangunan juga ditujukan untuk membuat masyarakat Jember nyaman. Mengingat potensi Kabupaten Jember juga tak kalah menarik jika dibandingkan dengan daerah lain. Misalnya di Alun-Alun Jember, saat penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jember memasuki level 1, ada berapa orang yang terbantu?

Tentu saja, banyak pedagang kaki lima yang mulai menemukan titik terang dengan bisa berjualan di sekitar alun-alun Jember. Selain itu, pusat kota tersebut juga menjadi candu sebagian warga untuk berolahraga dan bersantai bersama keluarga masing-masing.

Karena itu, Hendy bermaksud memaksimalkan potensi dengan mengolah perwajahan Jember. “Nantinya, Alun-Alun Jember ini bakal kami sulap sebagai destinasi wisata yang menjadi perwajahan Kabupaten Jember,” ungkap Hendy, belum lama ini.

Selain itu, ada misi yang perlu pihaknya luruskan di sejumlah titik keramaian Kabupaten Jember. Yakni terkait parkir liar. Mengingat, fenomena ini banyak ditemui di penjuru Jember, para juru parkir liar yang tak bisa dipertanggungjawabkan. “Memang kemarin kami agak kendurkan sedikit karena terdampak pandemi,” ujarnya.

Menurut dia, para oknum jukir liar tersebut memang banyak yang kesusahan karena terdampak Covid-19. Namun, dia menegaskan bahwa selanjutnya bakal ditertibkan agar tidak meresahkan masyarakat. Dengan begitu, bisa memaksimalkan tata perwajahan Kabupaten Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/