alexametrics
24 C
Jember
Monday, 8 August 2022

Duh, Bapak Perkosa Anak Kandung

Mobile_AP_Rectangle 1

Pelaku meminta kerokan oleh korban. Kemudian, dengan alasan ada roh jahat yang menempel, pelaku meminta korban berbaring di atas kasur. Kemudian, AS meminta korban memejamkan mata untuk dibacakan doa-doa.

Namun, korban yang sempat mengeluh pusing itu justru tak sadarkan diri. Saat korban terbangun, pelaku sudah dalam kondisi berada di samping korban. “Pelaku sempat membaca doa-doa untuk korban, doa-doa agar roh jahat di badan korban pergi,” tegasnya.

Saat sang anaknya terbangun, perbuatan cabul itu sudah terjadi. Mengetahui hal tersebut, ibu korban melaporkannya ke polisi. Setelah memeriksa beberapa saksi, polisi hendak menangkap pelaku, namun yang bersangkutan lebih dulu melarikan diri.

Mobile_AP_Rectangle 2

Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat dengan Pasal 46 UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang PKDRT subsider Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

- Advertisement -

Pelaku meminta kerokan oleh korban. Kemudian, dengan alasan ada roh jahat yang menempel, pelaku meminta korban berbaring di atas kasur. Kemudian, AS meminta korban memejamkan mata untuk dibacakan doa-doa.

Namun, korban yang sempat mengeluh pusing itu justru tak sadarkan diri. Saat korban terbangun, pelaku sudah dalam kondisi berada di samping korban. “Pelaku sempat membaca doa-doa untuk korban, doa-doa agar roh jahat di badan korban pergi,” tegasnya.

Saat sang anaknya terbangun, perbuatan cabul itu sudah terjadi. Mengetahui hal tersebut, ibu korban melaporkannya ke polisi. Setelah memeriksa beberapa saksi, polisi hendak menangkap pelaku, namun yang bersangkutan lebih dulu melarikan diri.

Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat dengan Pasal 46 UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang PKDRT subsider Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Pelaku meminta kerokan oleh korban. Kemudian, dengan alasan ada roh jahat yang menempel, pelaku meminta korban berbaring di atas kasur. Kemudian, AS meminta korban memejamkan mata untuk dibacakan doa-doa.

Namun, korban yang sempat mengeluh pusing itu justru tak sadarkan diri. Saat korban terbangun, pelaku sudah dalam kondisi berada di samping korban. “Pelaku sempat membaca doa-doa untuk korban, doa-doa agar roh jahat di badan korban pergi,” tegasnya.

Saat sang anaknya terbangun, perbuatan cabul itu sudah terjadi. Mengetahui hal tersebut, ibu korban melaporkannya ke polisi. Setelah memeriksa beberapa saksi, polisi hendak menangkap pelaku, namun yang bersangkutan lebih dulu melarikan diri.

Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat dengan Pasal 46 UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang PKDRT subsider Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/