alexametrics
27.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Duh, Bapak Perkosa Anak Kandung

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, Radar Ijen – Sungguh terlalu. Ada bapak yang tega memperkosa anak kandungnya sendiri. Kejadiannya memang bukan baru-baru ini. Namun, seorang bapak berinisial AS, asal Desa Pancoran, Bondowoso, ini baru saja ditangkap. Dia sudah buron selama dua tahun lamanya.

Kapolres AKBP Erick Frendriz mengatakan, bapak bejat ini diringkus di Desa Sulek, Tlogosari. Pelaku yang berasal dari Desa Pancoran itu buron selama hampir dua tahun. Pelaku yang berusia 51 tahun ini melarikan diri setelah ketahuan mencabuli anak kandungnya yang berusia 22 tahun. “Pelaku mengaku mencabuli anaknya dengan memanfaatkan kondisi rumah yang kosong,” jelasnya.

Pada 2018, pelaku dilaporkan telah memerkosa anaknya. Ibu korban melapor ke polisi. Saat itu, polisi sudah menetapkan tersangka. Namun, ketika hendak ditangkap, pelaku melarikan diri. Selama ini pelaku tergolong licin, karena sempat pergi ke luar kota dan berpindah-pindah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kasatreskrim AKP Agung Ari Bowo bercerita kronologi perbuatan tersangka. Perbuatan bejat pelaku diawali dengan meminta kerokan. Pelaku mengeluh kelelahan. Saat itulah sang anak mengeluh pusing. Entah apa yang dipikirkan pelaku, dia malah memperdaya anaknya yang berusia 22 tahun. “Pelaku pun memperkosa anaknya yang mengeluh pusing dan tak sadarkan diri,” tegasnya.

Dalam pemeriksaan, pelaku sempat mengatakan mengelabui korban dengan mengatakan bahwa korban tengah dirasuki makhluk halus. “Pengakuan tersangka, anaknya ini sempat diberitahu bahwa di badan korban terdapat roh jahat yang menempel,” jelas Kasatreskrim.

- Advertisement -

BONDOWOSO, Radar Ijen – Sungguh terlalu. Ada bapak yang tega memperkosa anak kandungnya sendiri. Kejadiannya memang bukan baru-baru ini. Namun, seorang bapak berinisial AS, asal Desa Pancoran, Bondowoso, ini baru saja ditangkap. Dia sudah buron selama dua tahun lamanya.

Kapolres AKBP Erick Frendriz mengatakan, bapak bejat ini diringkus di Desa Sulek, Tlogosari. Pelaku yang berasal dari Desa Pancoran itu buron selama hampir dua tahun. Pelaku yang berusia 51 tahun ini melarikan diri setelah ketahuan mencabuli anak kandungnya yang berusia 22 tahun. “Pelaku mengaku mencabuli anaknya dengan memanfaatkan kondisi rumah yang kosong,” jelasnya.

Pada 2018, pelaku dilaporkan telah memerkosa anaknya. Ibu korban melapor ke polisi. Saat itu, polisi sudah menetapkan tersangka. Namun, ketika hendak ditangkap, pelaku melarikan diri. Selama ini pelaku tergolong licin, karena sempat pergi ke luar kota dan berpindah-pindah.

Kasatreskrim AKP Agung Ari Bowo bercerita kronologi perbuatan tersangka. Perbuatan bejat pelaku diawali dengan meminta kerokan. Pelaku mengeluh kelelahan. Saat itulah sang anak mengeluh pusing. Entah apa yang dipikirkan pelaku, dia malah memperdaya anaknya yang berusia 22 tahun. “Pelaku pun memperkosa anaknya yang mengeluh pusing dan tak sadarkan diri,” tegasnya.

Dalam pemeriksaan, pelaku sempat mengatakan mengelabui korban dengan mengatakan bahwa korban tengah dirasuki makhluk halus. “Pengakuan tersangka, anaknya ini sempat diberitahu bahwa di badan korban terdapat roh jahat yang menempel,” jelas Kasatreskrim.

BONDOWOSO, Radar Ijen – Sungguh terlalu. Ada bapak yang tega memperkosa anak kandungnya sendiri. Kejadiannya memang bukan baru-baru ini. Namun, seorang bapak berinisial AS, asal Desa Pancoran, Bondowoso, ini baru saja ditangkap. Dia sudah buron selama dua tahun lamanya.

Kapolres AKBP Erick Frendriz mengatakan, bapak bejat ini diringkus di Desa Sulek, Tlogosari. Pelaku yang berasal dari Desa Pancoran itu buron selama hampir dua tahun. Pelaku yang berusia 51 tahun ini melarikan diri setelah ketahuan mencabuli anak kandungnya yang berusia 22 tahun. “Pelaku mengaku mencabuli anaknya dengan memanfaatkan kondisi rumah yang kosong,” jelasnya.

Pada 2018, pelaku dilaporkan telah memerkosa anaknya. Ibu korban melapor ke polisi. Saat itu, polisi sudah menetapkan tersangka. Namun, ketika hendak ditangkap, pelaku melarikan diri. Selama ini pelaku tergolong licin, karena sempat pergi ke luar kota dan berpindah-pindah.

Kasatreskrim AKP Agung Ari Bowo bercerita kronologi perbuatan tersangka. Perbuatan bejat pelaku diawali dengan meminta kerokan. Pelaku mengeluh kelelahan. Saat itulah sang anak mengeluh pusing. Entah apa yang dipikirkan pelaku, dia malah memperdaya anaknya yang berusia 22 tahun. “Pelaku pun memperkosa anaknya yang mengeluh pusing dan tak sadarkan diri,” tegasnya.

Dalam pemeriksaan, pelaku sempat mengatakan mengelabui korban dengan mengatakan bahwa korban tengah dirasuki makhluk halus. “Pengakuan tersangka, anaknya ini sempat diberitahu bahwa di badan korban terdapat roh jahat yang menempel,” jelas Kasatreskrim.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/