alexametrics
23.4 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Tim Jalu Seharusnya Rajin Blusukan

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID – Setiap hari, jumlah pengendara bermotor di Kabupaten Jember selalu bertambah. Bila kondisi itu tidak diimbangi dengan perawatan jalan, bisa saja angka kecelakaan yang akibat jalan rusak semakin bertambah. Untuk itu, penutupan jalan lubang penting dilakukan. Apalagi, sudah ada Tim Jalan Lubang (Jalu) yang telah diresmikan oleh Bupati Jember.

Belum lama ini, ada satu lagi jalan berlubang, yaitu di wilayah pusat Kota Jember. Tepatnya di Jalan Bengawan Solo, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Jalan tersebut setidaknya sudah rusak sejak sepekan terakhir. Sayangnya, hingga kemarin belum ada penambalan jalan.

Menurut Hendrik, 32, warga yang kerap melintas di jalan itu, kondisi lubang di jalan tersebut memang tak begitu parah. Akan tetapi, kerusakan itu bisa berakibat fatal apabila ada warga yang mengalami kecelakaan. “Akibat jalan lubang, juga pernah terjadi kecelakaan yang sampai merenggut nyawa. Jangan sampai itu terulang,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Untuk mencegah hal itu terjadi, warga berinisiatif memberi tanda dengan meletakkan sebuah wadah makanan serta kayu yang di atasnya diberi bendera. Dengan begitu, pengendara yang melintas akan menghindari jalan lubang jauh sebelum melewati jalan lubang yang posisinya di pinggir jalan. “Kalau tidak diberi tanda, malah berbahaya,” imbuhnya

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID – Setiap hari, jumlah pengendara bermotor di Kabupaten Jember selalu bertambah. Bila kondisi itu tidak diimbangi dengan perawatan jalan, bisa saja angka kecelakaan yang akibat jalan rusak semakin bertambah. Untuk itu, penutupan jalan lubang penting dilakukan. Apalagi, sudah ada Tim Jalan Lubang (Jalu) yang telah diresmikan oleh Bupati Jember.

Belum lama ini, ada satu lagi jalan berlubang, yaitu di wilayah pusat Kota Jember. Tepatnya di Jalan Bengawan Solo, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Jalan tersebut setidaknya sudah rusak sejak sepekan terakhir. Sayangnya, hingga kemarin belum ada penambalan jalan.

Menurut Hendrik, 32, warga yang kerap melintas di jalan itu, kondisi lubang di jalan tersebut memang tak begitu parah. Akan tetapi, kerusakan itu bisa berakibat fatal apabila ada warga yang mengalami kecelakaan. “Akibat jalan lubang, juga pernah terjadi kecelakaan yang sampai merenggut nyawa. Jangan sampai itu terulang,” tuturnya.

Untuk mencegah hal itu terjadi, warga berinisiatif memberi tanda dengan meletakkan sebuah wadah makanan serta kayu yang di atasnya diberi bendera. Dengan begitu, pengendara yang melintas akan menghindari jalan lubang jauh sebelum melewati jalan lubang yang posisinya di pinggir jalan. “Kalau tidak diberi tanda, malah berbahaya,” imbuhnya

RADAR JEMBER.ID – Setiap hari, jumlah pengendara bermotor di Kabupaten Jember selalu bertambah. Bila kondisi itu tidak diimbangi dengan perawatan jalan, bisa saja angka kecelakaan yang akibat jalan rusak semakin bertambah. Untuk itu, penutupan jalan lubang penting dilakukan. Apalagi, sudah ada Tim Jalan Lubang (Jalu) yang telah diresmikan oleh Bupati Jember.

Belum lama ini, ada satu lagi jalan berlubang, yaitu di wilayah pusat Kota Jember. Tepatnya di Jalan Bengawan Solo, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Jalan tersebut setidaknya sudah rusak sejak sepekan terakhir. Sayangnya, hingga kemarin belum ada penambalan jalan.

Menurut Hendrik, 32, warga yang kerap melintas di jalan itu, kondisi lubang di jalan tersebut memang tak begitu parah. Akan tetapi, kerusakan itu bisa berakibat fatal apabila ada warga yang mengalami kecelakaan. “Akibat jalan lubang, juga pernah terjadi kecelakaan yang sampai merenggut nyawa. Jangan sampai itu terulang,” tuturnya.

Untuk mencegah hal itu terjadi, warga berinisiatif memberi tanda dengan meletakkan sebuah wadah makanan serta kayu yang di atasnya diberi bendera. Dengan begitu, pengendara yang melintas akan menghindari jalan lubang jauh sebelum melewati jalan lubang yang posisinya di pinggir jalan. “Kalau tidak diberi tanda, malah berbahaya,” imbuhnya

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/