alexametrics
23.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Sampah Masih Menjadi Masalah

Mobile_AP_Rectangle 1

Menurut Wahyudi, salah seorang warga Kaliwates, persoalan sampah bukan hanya terjadi di TPA. Akan tetapi, kampanye akan pemilahan sampah kepada masyarakat juga belum sepenuhnya berhasil.

Hal itu, menurutnya, bisa dibuktikan dengan proses pembuangan awal, yakni sangat jarang orang yang membedakan sampah organik dan anorganik, serta jenis sampah lain. “Pemilahan sampah masih sebatas wacana. Penerapannya masih lemah,” ucapnya.

Wahyudi menyebut, membuang sampah dengan cara memilah memang gampang-gampang susah. Gampangnya, orang bisa melakukan pemilihan antara sampah plastik, kertas, daun, ataupun pun jenis lain. Akan tetapi, yang menjadi susah, hampir di semua tempat umum tidak ada tempat pemilahan sampah seperti yang dimaksud.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Di alun-alun ada tepat sampah yang berbeda-beda. Tetapi, kebiasaan banyak orang masih membuang sampah dengan cara dicampur. Contohnya, orang yang makan nasi bungkus hampir tidak pernah memilah pembuangan plastik serta kertasnya. Begitu pula dengan nasi kotak, hampir tidak pernah dipilah kertas kotaknya, dengan plastik yang ada di dalamnya. Jadi, pemilahan sampah itu sampai sekarang masih sebatas wacana,” tuturnya.

Agar masyarakat menerapkan pembuangan sampah dengan memilah jenis sampah, menurutnya, kampanye tentang sampah harus terus dilakukan terutama pemerintah. “Jangan bosan-bosan mengampanyekan pentingnya kebersihan. Kalau perlu setiap ada kegiatan, ingatkan saja,” kata Wahyudi berpendapat. (*)

- Advertisement -

Menurut Wahyudi, salah seorang warga Kaliwates, persoalan sampah bukan hanya terjadi di TPA. Akan tetapi, kampanye akan pemilahan sampah kepada masyarakat juga belum sepenuhnya berhasil.

Hal itu, menurutnya, bisa dibuktikan dengan proses pembuangan awal, yakni sangat jarang orang yang membedakan sampah organik dan anorganik, serta jenis sampah lain. “Pemilahan sampah masih sebatas wacana. Penerapannya masih lemah,” ucapnya.

Wahyudi menyebut, membuang sampah dengan cara memilah memang gampang-gampang susah. Gampangnya, orang bisa melakukan pemilihan antara sampah plastik, kertas, daun, ataupun pun jenis lain. Akan tetapi, yang menjadi susah, hampir di semua tempat umum tidak ada tempat pemilahan sampah seperti yang dimaksud.

“Di alun-alun ada tepat sampah yang berbeda-beda. Tetapi, kebiasaan banyak orang masih membuang sampah dengan cara dicampur. Contohnya, orang yang makan nasi bungkus hampir tidak pernah memilah pembuangan plastik serta kertasnya. Begitu pula dengan nasi kotak, hampir tidak pernah dipilah kertas kotaknya, dengan plastik yang ada di dalamnya. Jadi, pemilahan sampah itu sampai sekarang masih sebatas wacana,” tuturnya.

Agar masyarakat menerapkan pembuangan sampah dengan memilah jenis sampah, menurutnya, kampanye tentang sampah harus terus dilakukan terutama pemerintah. “Jangan bosan-bosan mengampanyekan pentingnya kebersihan. Kalau perlu setiap ada kegiatan, ingatkan saja,” kata Wahyudi berpendapat. (*)

Menurut Wahyudi, salah seorang warga Kaliwates, persoalan sampah bukan hanya terjadi di TPA. Akan tetapi, kampanye akan pemilahan sampah kepada masyarakat juga belum sepenuhnya berhasil.

Hal itu, menurutnya, bisa dibuktikan dengan proses pembuangan awal, yakni sangat jarang orang yang membedakan sampah organik dan anorganik, serta jenis sampah lain. “Pemilahan sampah masih sebatas wacana. Penerapannya masih lemah,” ucapnya.

Wahyudi menyebut, membuang sampah dengan cara memilah memang gampang-gampang susah. Gampangnya, orang bisa melakukan pemilihan antara sampah plastik, kertas, daun, ataupun pun jenis lain. Akan tetapi, yang menjadi susah, hampir di semua tempat umum tidak ada tempat pemilahan sampah seperti yang dimaksud.

“Di alun-alun ada tepat sampah yang berbeda-beda. Tetapi, kebiasaan banyak orang masih membuang sampah dengan cara dicampur. Contohnya, orang yang makan nasi bungkus hampir tidak pernah memilah pembuangan plastik serta kertasnya. Begitu pula dengan nasi kotak, hampir tidak pernah dipilah kertas kotaknya, dengan plastik yang ada di dalamnya. Jadi, pemilahan sampah itu sampai sekarang masih sebatas wacana,” tuturnya.

Agar masyarakat menerapkan pembuangan sampah dengan memilah jenis sampah, menurutnya, kampanye tentang sampah harus terus dilakukan terutama pemerintah. “Jangan bosan-bosan mengampanyekan pentingnya kebersihan. Kalau perlu setiap ada kegiatan, ingatkan saja,” kata Wahyudi berpendapat. (*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/