alexametrics
31.9 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Sampah Masih Menjadi Masalah

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID – Bisa dipastikan orang-orang selalu membuang sampah setiap hari. Tak heran, keberadaan sampah yang dihasilkan terus meningkat. Apalagi pada momen-momen tertentu, seperti Agustusan atau hari-hari besar lainnya. Seperti yang terjadi di Alun-Alun Jember ketika ada kegiatan. Jumlah sampah yang dibuang warga meningkat dan lebih banyak dari hari biasanya.

Bagi mereka yang tidak peduli dengan urusan sampah, mungkin hanya tahu kondisi alun-alun tetap bersih. Tetapi, jika ditengok, sampah yang dihasilkan meningkat. Hanya orang-orang yang peduli terhadap sampah yang mengetahui secara pasti berapa volume sampah yang dipungut.

Ahmad, sopir truk pengangkut sampah, mengatakan, khusus untuk sampah di alun-alun, jumlahnya akan meningkat saat ada momen besar seperti Agustusan. “Sampahnya banyak, tetapi masih cukup untuk diangkut dengan satu truk. Itu hanya alun-alun saja,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Persoalan sampah di Jember, menurutnya, patut menjadi perhatian bersama. Hal itu bukan hanya di kota, tetapi juga di tempat pembuangan akhir (TPA). Ahmad menyebut, sampah di TPA Pakusari saat ini cukup memprihatinkan akibat alat berat yang rusak. “Alatnya rusak semua, satu yang bisa operasi,” katanya.

Lantaran kekurangan alat berat, sampah di TPA Pakusari kini tak dibuang di lokasi utama seperti sebelum-sebelumnya. “Ini ya tetap dibuang ke Pakusari. Tapi sekarang dibuang di sebelahnya gudang, karena tidak bisa masuk,” jelasnya.

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID – Bisa dipastikan orang-orang selalu membuang sampah setiap hari. Tak heran, keberadaan sampah yang dihasilkan terus meningkat. Apalagi pada momen-momen tertentu, seperti Agustusan atau hari-hari besar lainnya. Seperti yang terjadi di Alun-Alun Jember ketika ada kegiatan. Jumlah sampah yang dibuang warga meningkat dan lebih banyak dari hari biasanya.

Bagi mereka yang tidak peduli dengan urusan sampah, mungkin hanya tahu kondisi alun-alun tetap bersih. Tetapi, jika ditengok, sampah yang dihasilkan meningkat. Hanya orang-orang yang peduli terhadap sampah yang mengetahui secara pasti berapa volume sampah yang dipungut.

Ahmad, sopir truk pengangkut sampah, mengatakan, khusus untuk sampah di alun-alun, jumlahnya akan meningkat saat ada momen besar seperti Agustusan. “Sampahnya banyak, tetapi masih cukup untuk diangkut dengan satu truk. Itu hanya alun-alun saja,” katanya.

Persoalan sampah di Jember, menurutnya, patut menjadi perhatian bersama. Hal itu bukan hanya di kota, tetapi juga di tempat pembuangan akhir (TPA). Ahmad menyebut, sampah di TPA Pakusari saat ini cukup memprihatinkan akibat alat berat yang rusak. “Alatnya rusak semua, satu yang bisa operasi,” katanya.

Lantaran kekurangan alat berat, sampah di TPA Pakusari kini tak dibuang di lokasi utama seperti sebelum-sebelumnya. “Ini ya tetap dibuang ke Pakusari. Tapi sekarang dibuang di sebelahnya gudang, karena tidak bisa masuk,” jelasnya.

RADAR JEMBER.ID – Bisa dipastikan orang-orang selalu membuang sampah setiap hari. Tak heran, keberadaan sampah yang dihasilkan terus meningkat. Apalagi pada momen-momen tertentu, seperti Agustusan atau hari-hari besar lainnya. Seperti yang terjadi di Alun-Alun Jember ketika ada kegiatan. Jumlah sampah yang dibuang warga meningkat dan lebih banyak dari hari biasanya.

Bagi mereka yang tidak peduli dengan urusan sampah, mungkin hanya tahu kondisi alun-alun tetap bersih. Tetapi, jika ditengok, sampah yang dihasilkan meningkat. Hanya orang-orang yang peduli terhadap sampah yang mengetahui secara pasti berapa volume sampah yang dipungut.

Ahmad, sopir truk pengangkut sampah, mengatakan, khusus untuk sampah di alun-alun, jumlahnya akan meningkat saat ada momen besar seperti Agustusan. “Sampahnya banyak, tetapi masih cukup untuk diangkut dengan satu truk. Itu hanya alun-alun saja,” katanya.

Persoalan sampah di Jember, menurutnya, patut menjadi perhatian bersama. Hal itu bukan hanya di kota, tetapi juga di tempat pembuangan akhir (TPA). Ahmad menyebut, sampah di TPA Pakusari saat ini cukup memprihatinkan akibat alat berat yang rusak. “Alatnya rusak semua, satu yang bisa operasi,” katanya.

Lantaran kekurangan alat berat, sampah di TPA Pakusari kini tak dibuang di lokasi utama seperti sebelum-sebelumnya. “Ini ya tetap dibuang ke Pakusari. Tapi sekarang dibuang di sebelahnya gudang, karena tidak bisa masuk,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/