alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Bupati Apresiasi Festival Rakyat Rambipuji

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. mengapresiasi Festival Rakyat Rambipuji yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-74 Republik Indonesia di Lapangan Rambipuji, Minggu, 18 Agustus 2019.

Menurut Bupati, Festival Rakyat Rambipuji betul-betul menjadi festival rakyat. Seluruh lapisan masyarakat, dari anak-anak sampai lansia, terlihat berpartisipasi.

Festival ini juga menunjukkan masyarakat Rambipuji kreatif, mampu memberikan hiburan sekaligus berdampak positif terhadap ekonomi masyarakat.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Festival ini festival rakyat, yang bukan hanya menghibur, bukan hanya berkreasi, tapi juga meningkatkan ekonomi kerakyatan masyarakat Rambupuji,” kata Bupati.

Festival yang dimotori pemuda karang taruna setempat itu menyajikan flash mob tarian Pandhalungan dan permainan 1.000 Meriam Bumbung.

Bupati menyebut, seni dan budaya tidak mengenal sekat. Tarian Pandhalungan yang dimainkan banyak orang pun menjadi bentuk komunikasi pemersatu.

“Semua menyatu menjadi satu, dan semua bergembira. Saya yakin kedepan festival ini akan menjadi salah satu festival unggulan Kabupaten Jember,” katanya.

Demikian pula dengan permainan Meriam Bumbung. Bupati menilai penyajian permainan ini sebagai upaya memaknai perjuangan pendahulu bangsa.

“Sekarang kita cuma bermain dan bergembira, tapi dulu pendahulu kita berkorban nyawa untuk merebut kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Karena itu, permainan Meriam Bumbung bisa menjadi salah satu pengingat perjuangan pahlawan dan meningkatkan nasionalisme di kalangan generasi muda.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. mengapresiasi Festival Rakyat Rambipuji yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-74 Republik Indonesia di Lapangan Rambipuji, Minggu, 18 Agustus 2019.

Menurut Bupati, Festival Rakyat Rambipuji betul-betul menjadi festival rakyat. Seluruh lapisan masyarakat, dari anak-anak sampai lansia, terlihat berpartisipasi.

Festival ini juga menunjukkan masyarakat Rambipuji kreatif, mampu memberikan hiburan sekaligus berdampak positif terhadap ekonomi masyarakat.

“Festival ini festival rakyat, yang bukan hanya menghibur, bukan hanya berkreasi, tapi juga meningkatkan ekonomi kerakyatan masyarakat Rambupuji,” kata Bupati.

Festival yang dimotori pemuda karang taruna setempat itu menyajikan flash mob tarian Pandhalungan dan permainan 1.000 Meriam Bumbung.

Bupati menyebut, seni dan budaya tidak mengenal sekat. Tarian Pandhalungan yang dimainkan banyak orang pun menjadi bentuk komunikasi pemersatu.

“Semua menyatu menjadi satu, dan semua bergembira. Saya yakin kedepan festival ini akan menjadi salah satu festival unggulan Kabupaten Jember,” katanya.

Demikian pula dengan permainan Meriam Bumbung. Bupati menilai penyajian permainan ini sebagai upaya memaknai perjuangan pendahulu bangsa.

“Sekarang kita cuma bermain dan bergembira, tapi dulu pendahulu kita berkorban nyawa untuk merebut kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Karena itu, permainan Meriam Bumbung bisa menjadi salah satu pengingat perjuangan pahlawan dan meningkatkan nasionalisme di kalangan generasi muda.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. mengapresiasi Festival Rakyat Rambipuji yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-74 Republik Indonesia di Lapangan Rambipuji, Minggu, 18 Agustus 2019.

Menurut Bupati, Festival Rakyat Rambipuji betul-betul menjadi festival rakyat. Seluruh lapisan masyarakat, dari anak-anak sampai lansia, terlihat berpartisipasi.

Festival ini juga menunjukkan masyarakat Rambipuji kreatif, mampu memberikan hiburan sekaligus berdampak positif terhadap ekonomi masyarakat.

“Festival ini festival rakyat, yang bukan hanya menghibur, bukan hanya berkreasi, tapi juga meningkatkan ekonomi kerakyatan masyarakat Rambupuji,” kata Bupati.

Festival yang dimotori pemuda karang taruna setempat itu menyajikan flash mob tarian Pandhalungan dan permainan 1.000 Meriam Bumbung.

Bupati menyebut, seni dan budaya tidak mengenal sekat. Tarian Pandhalungan yang dimainkan banyak orang pun menjadi bentuk komunikasi pemersatu.

“Semua menyatu menjadi satu, dan semua bergembira. Saya yakin kedepan festival ini akan menjadi salah satu festival unggulan Kabupaten Jember,” katanya.

Demikian pula dengan permainan Meriam Bumbung. Bupati menilai penyajian permainan ini sebagai upaya memaknai perjuangan pendahulu bangsa.

“Sekarang kita cuma bermain dan bergembira, tapi dulu pendahulu kita berkorban nyawa untuk merebut kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Karena itu, permainan Meriam Bumbung bisa menjadi salah satu pengingat perjuangan pahlawan dan meningkatkan nasionalisme di kalangan generasi muda.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/