alexametrics
24.8 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Tingkatkan Konsep Penyakit dan Sakit

Budaya MCK di Sungai Belum Sirna

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengetahuan tentang konsep penyakit dan sakit masyarakat Jember perlu diperhatikan. Walau memiliki kamar mandi di rumahnya, tapi masih saja ada yang memakai sungai sebagai tempat mandi, cuci, dan kakus (MCK).

Pastikan Kesehatan Ibu Hamil agar Tak Berisiko Stunting

Setiap hari banyak warga, terutama yang tinggal di bantaran Sungai Bedadung, melakukan aktivitas MCK. Diketahui, mereka bukannya tidak memiliki kamar mandi di rumahnya. Melainkan karena dirasa lebih praktis dan efisien jika melakukan MCK, terlebih lagi mencuci pakaian, di sungai.

Mobile_AP_Rectangle 2

Seperti halnya Wati, warga yang tinggal di sekitar Jembatan Semanggi, memilih mencuci pakaiannya di sungai ketimbang kamar mandi rumahnya. “Kalau di kamar mandi rumah harus menimba. Kalau di sini (sungai, Red) lebih praktis, airnya mengalir dan tidak perlu menimba,” paparnya.

Namun, ketika kondisi air sungai naik ataupun airnya kotor, Wati memilih tidak mencuci di sungai. Hal senada juga disampaikan oleh Asim, yang juga memilih mencuci di sungai. “Setiap hari saya mencuci baju di sungai. Kalau air sungai tinggi atau airnya kotor, pakaian yang mau dicuci saya simpan dulu dan dicuci di sungai kemudian harinya,” terangnya.

Menurut Asim, sudah pernah ada sosialisasi untuk tidak melakukan aktivitas MCK di sungai oleh pemerintah. Akan tetapi, dirinya tetap melakukan MCK di sungai.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengetahuan tentang konsep penyakit dan sakit masyarakat Jember perlu diperhatikan. Walau memiliki kamar mandi di rumahnya, tapi masih saja ada yang memakai sungai sebagai tempat mandi, cuci, dan kakus (MCK).

Pastikan Kesehatan Ibu Hamil agar Tak Berisiko Stunting

Setiap hari banyak warga, terutama yang tinggal di bantaran Sungai Bedadung, melakukan aktivitas MCK. Diketahui, mereka bukannya tidak memiliki kamar mandi di rumahnya. Melainkan karena dirasa lebih praktis dan efisien jika melakukan MCK, terlebih lagi mencuci pakaian, di sungai.

Seperti halnya Wati, warga yang tinggal di sekitar Jembatan Semanggi, memilih mencuci pakaiannya di sungai ketimbang kamar mandi rumahnya. “Kalau di kamar mandi rumah harus menimba. Kalau di sini (sungai, Red) lebih praktis, airnya mengalir dan tidak perlu menimba,” paparnya.

Namun, ketika kondisi air sungai naik ataupun airnya kotor, Wati memilih tidak mencuci di sungai. Hal senada juga disampaikan oleh Asim, yang juga memilih mencuci di sungai. “Setiap hari saya mencuci baju di sungai. Kalau air sungai tinggi atau airnya kotor, pakaian yang mau dicuci saya simpan dulu dan dicuci di sungai kemudian harinya,” terangnya.

Menurut Asim, sudah pernah ada sosialisasi untuk tidak melakukan aktivitas MCK di sungai oleh pemerintah. Akan tetapi, dirinya tetap melakukan MCK di sungai.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengetahuan tentang konsep penyakit dan sakit masyarakat Jember perlu diperhatikan. Walau memiliki kamar mandi di rumahnya, tapi masih saja ada yang memakai sungai sebagai tempat mandi, cuci, dan kakus (MCK).

Pastikan Kesehatan Ibu Hamil agar Tak Berisiko Stunting

Setiap hari banyak warga, terutama yang tinggal di bantaran Sungai Bedadung, melakukan aktivitas MCK. Diketahui, mereka bukannya tidak memiliki kamar mandi di rumahnya. Melainkan karena dirasa lebih praktis dan efisien jika melakukan MCK, terlebih lagi mencuci pakaian, di sungai.

Seperti halnya Wati, warga yang tinggal di sekitar Jembatan Semanggi, memilih mencuci pakaiannya di sungai ketimbang kamar mandi rumahnya. “Kalau di kamar mandi rumah harus menimba. Kalau di sini (sungai, Red) lebih praktis, airnya mengalir dan tidak perlu menimba,” paparnya.

Namun, ketika kondisi air sungai naik ataupun airnya kotor, Wati memilih tidak mencuci di sungai. Hal senada juga disampaikan oleh Asim, yang juga memilih mencuci di sungai. “Setiap hari saya mencuci baju di sungai. Kalau air sungai tinggi atau airnya kotor, pakaian yang mau dicuci saya simpan dulu dan dicuci di sungai kemudian harinya,” terangnya.

Menurut Asim, sudah pernah ada sosialisasi untuk tidak melakukan aktivitas MCK di sungai oleh pemerintah. Akan tetapi, dirinya tetap melakukan MCK di sungai.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/