alexametrics
26.6 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Kasus Kekerasan Anak di Jember Tinggi, Perlu Penanganan Serius

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Kekerasan terhadap anak masih seringkali terjadi, termasuk di Jember. Di Jember, angka kasus kekerasan anak tergolong tinggi dan tetap berada di atas angka kasus kekerasan terhadap perempuan.

“Kasus kekerasan anak bisa mencapai tiga sampai empat kali lipat dari kasus kekerasan perempuan,” ungkap Joko Sutriswanto, Kabid Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember, Rabu (20/7).

Menurutnya, guna menekan jumlah angka kasus kekerasan terhadap anak di daerah, Pemprov Jatim telah memunculkan gagasan pendirian Lembaga Perlindungan Anak (LPS) di seluruh kabupaten dan kota. “Untuk di Jember ada lima desa percontohan LPA. Desa Patempuran (Kalisat), Kesilir (Wuluhan), Sumberkalong (Kalisat), Sukoreno (Umbulsari) dan Desa Harjomulyo (Silo),” ungkap Joko.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Jember Peringkat Tiga Besar Laporan Kekerasan Anak Se-Jatim

Dia menegaskan, tujuan pembentukan LPA tersebut untuk memenuhi hak anak. Kendati di Jember saat ini telah memiliki UPT Perlindungan Anak. Keberadaan LPA di setiap desa, kata dia, nanti harus ditunjang oleh SK perlindungan anak. Seperti peraturan desa (perdes) tentang perlindungan anak dan perdes pembentukan gugus tugas perlindungan anak dan Forum Anak Desa (FAD).

Di tingkat kabupaten, Joko menambahkan, juga ada gugus tugas kabupaten layak anak, serta Forum Anak Jember (FAJ). Sehingga diharapkan, LPA semakin tangguh mengatasi permasalahan kekerasan terhadap anak.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Kekerasan terhadap anak masih seringkali terjadi, termasuk di Jember. Di Jember, angka kasus kekerasan anak tergolong tinggi dan tetap berada di atas angka kasus kekerasan terhadap perempuan.

“Kasus kekerasan anak bisa mencapai tiga sampai empat kali lipat dari kasus kekerasan perempuan,” ungkap Joko Sutriswanto, Kabid Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember, Rabu (20/7).

Menurutnya, guna menekan jumlah angka kasus kekerasan terhadap anak di daerah, Pemprov Jatim telah memunculkan gagasan pendirian Lembaga Perlindungan Anak (LPS) di seluruh kabupaten dan kota. “Untuk di Jember ada lima desa percontohan LPA. Desa Patempuran (Kalisat), Kesilir (Wuluhan), Sumberkalong (Kalisat), Sukoreno (Umbulsari) dan Desa Harjomulyo (Silo),” ungkap Joko.

BACA JUGA: Jember Peringkat Tiga Besar Laporan Kekerasan Anak Se-Jatim

Dia menegaskan, tujuan pembentukan LPA tersebut untuk memenuhi hak anak. Kendati di Jember saat ini telah memiliki UPT Perlindungan Anak. Keberadaan LPA di setiap desa, kata dia, nanti harus ditunjang oleh SK perlindungan anak. Seperti peraturan desa (perdes) tentang perlindungan anak dan perdes pembentukan gugus tugas perlindungan anak dan Forum Anak Desa (FAD).

Di tingkat kabupaten, Joko menambahkan, juga ada gugus tugas kabupaten layak anak, serta Forum Anak Jember (FAJ). Sehingga diharapkan, LPA semakin tangguh mengatasi permasalahan kekerasan terhadap anak.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Kekerasan terhadap anak masih seringkali terjadi, termasuk di Jember. Di Jember, angka kasus kekerasan anak tergolong tinggi dan tetap berada di atas angka kasus kekerasan terhadap perempuan.

“Kasus kekerasan anak bisa mencapai tiga sampai empat kali lipat dari kasus kekerasan perempuan,” ungkap Joko Sutriswanto, Kabid Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember, Rabu (20/7).

Menurutnya, guna menekan jumlah angka kasus kekerasan terhadap anak di daerah, Pemprov Jatim telah memunculkan gagasan pendirian Lembaga Perlindungan Anak (LPS) di seluruh kabupaten dan kota. “Untuk di Jember ada lima desa percontohan LPA. Desa Patempuran (Kalisat), Kesilir (Wuluhan), Sumberkalong (Kalisat), Sukoreno (Umbulsari) dan Desa Harjomulyo (Silo),” ungkap Joko.

BACA JUGA: Jember Peringkat Tiga Besar Laporan Kekerasan Anak Se-Jatim

Dia menegaskan, tujuan pembentukan LPA tersebut untuk memenuhi hak anak. Kendati di Jember saat ini telah memiliki UPT Perlindungan Anak. Keberadaan LPA di setiap desa, kata dia, nanti harus ditunjang oleh SK perlindungan anak. Seperti peraturan desa (perdes) tentang perlindungan anak dan perdes pembentukan gugus tugas perlindungan anak dan Forum Anak Desa (FAD).

Di tingkat kabupaten, Joko menambahkan, juga ada gugus tugas kabupaten layak anak, serta Forum Anak Jember (FAJ). Sehingga diharapkan, LPA semakin tangguh mengatasi permasalahan kekerasan terhadap anak.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/