alexametrics
29.6 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Ibu Korban Kasus Pembunuhan Mahasiswa Unej 2013 Menangis Depan Hakim

Kasus Pembunuhan Mahasiswa Unej 2013 Masuk Sidang Pemeriksaan Saksi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Agenda pemeriksaan saksi kasus pembunuhan mahasiswa Unej diwarnai suasana haru. Saksi yang didatangkan jaksa penuntut umum (JPU), yakni ibu korban, menangis di depan majelis hakim, kemarin (19/7), di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jember.

Para pihak yang mendengarkan keterangan saksi pun terbawa suasana duka, atas kasus pembunuhan keji perbuatan kedua terdakwa. Seketika, Eni memberikan keterangan dengan nada lirih. Suasana menjadi hening di ruang sidang Candra.

Korban Begal Malah Jadi Tersangka Atas Pembunuhan Pembegal

Mobile_AP_Rectangle 2

Sidang kasus pembunuhan berencana mahasiswa Unej yang melibatkan dua orang terdakwa pada tahun 2013 lalu sudah memasuki meja hijau. Sidang itu dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim Diah Poernomojekti.  Sementara, kedua terdakwa, Arif Rachman Hakim dan Muh Rofiqih, mengikuti sidang secara virtual dari Lapas Kelas II A Jember.

Dalam keterangannya di hadapan majelis hakim, ibu korban mendapati sang buah hati sudah berada di kamar jenazah RSD dr Soebandi Jember. Putranya yang bernama Galau Wahyu sudah dalam kondisi luka bakar parah. Namun, saksi mengaku tetap mengenali jenazah itu adalah putranya dari beberapa bekas pakaian milik korban. “Kondisi jenazah masih utuh, celananya robek, bentuknya sudah tidak dikenali,” katanya.

Sebagai informasi, tragedi pembunuhan Galau yang dilakukan oleh kedua terdakwa itu terjadi pada 2013 silam. Kasus pembunuhan Galau berhasil diungkap Satreskrim Polres Jember pada Februari 2022 lalu.

Selama sembilan tahun, kedua terdakwa kabur dari kejaran petugas. Hingga akhirnya dibekuk oleh jajaran Polres Jember di Bali. Terdakwa menghabisi nyawa korban dengan sangat sadis. Saat ditemukan, Selasa (26/2) 2013 silam, di salah satu bangunan kosong di Jalan M Yamin, Tegal Besar, Kaliwates, tak jauh dari pintu masuk Perumahan Bumi Tegal Besar (BTB), kondisinya sangat mengenaskan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Agenda pemeriksaan saksi kasus pembunuhan mahasiswa Unej diwarnai suasana haru. Saksi yang didatangkan jaksa penuntut umum (JPU), yakni ibu korban, menangis di depan majelis hakim, kemarin (19/7), di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jember.

Para pihak yang mendengarkan keterangan saksi pun terbawa suasana duka, atas kasus pembunuhan keji perbuatan kedua terdakwa. Seketika, Eni memberikan keterangan dengan nada lirih. Suasana menjadi hening di ruang sidang Candra.

Korban Begal Malah Jadi Tersangka Atas Pembunuhan Pembegal

Sidang kasus pembunuhan berencana mahasiswa Unej yang melibatkan dua orang terdakwa pada tahun 2013 lalu sudah memasuki meja hijau. Sidang itu dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim Diah Poernomojekti.  Sementara, kedua terdakwa, Arif Rachman Hakim dan Muh Rofiqih, mengikuti sidang secara virtual dari Lapas Kelas II A Jember.

Dalam keterangannya di hadapan majelis hakim, ibu korban mendapati sang buah hati sudah berada di kamar jenazah RSD dr Soebandi Jember. Putranya yang bernama Galau Wahyu sudah dalam kondisi luka bakar parah. Namun, saksi mengaku tetap mengenali jenazah itu adalah putranya dari beberapa bekas pakaian milik korban. “Kondisi jenazah masih utuh, celananya robek, bentuknya sudah tidak dikenali,” katanya.

Sebagai informasi, tragedi pembunuhan Galau yang dilakukan oleh kedua terdakwa itu terjadi pada 2013 silam. Kasus pembunuhan Galau berhasil diungkap Satreskrim Polres Jember pada Februari 2022 lalu.

Selama sembilan tahun, kedua terdakwa kabur dari kejaran petugas. Hingga akhirnya dibekuk oleh jajaran Polres Jember di Bali. Terdakwa menghabisi nyawa korban dengan sangat sadis. Saat ditemukan, Selasa (26/2) 2013 silam, di salah satu bangunan kosong di Jalan M Yamin, Tegal Besar, Kaliwates, tak jauh dari pintu masuk Perumahan Bumi Tegal Besar (BTB), kondisinya sangat mengenaskan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Agenda pemeriksaan saksi kasus pembunuhan mahasiswa Unej diwarnai suasana haru. Saksi yang didatangkan jaksa penuntut umum (JPU), yakni ibu korban, menangis di depan majelis hakim, kemarin (19/7), di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jember.

Para pihak yang mendengarkan keterangan saksi pun terbawa suasana duka, atas kasus pembunuhan keji perbuatan kedua terdakwa. Seketika, Eni memberikan keterangan dengan nada lirih. Suasana menjadi hening di ruang sidang Candra.

Korban Begal Malah Jadi Tersangka Atas Pembunuhan Pembegal

Sidang kasus pembunuhan berencana mahasiswa Unej yang melibatkan dua orang terdakwa pada tahun 2013 lalu sudah memasuki meja hijau. Sidang itu dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim Diah Poernomojekti.  Sementara, kedua terdakwa, Arif Rachman Hakim dan Muh Rofiqih, mengikuti sidang secara virtual dari Lapas Kelas II A Jember.

Dalam keterangannya di hadapan majelis hakim, ibu korban mendapati sang buah hati sudah berada di kamar jenazah RSD dr Soebandi Jember. Putranya yang bernama Galau Wahyu sudah dalam kondisi luka bakar parah. Namun, saksi mengaku tetap mengenali jenazah itu adalah putranya dari beberapa bekas pakaian milik korban. “Kondisi jenazah masih utuh, celananya robek, bentuknya sudah tidak dikenali,” katanya.

Sebagai informasi, tragedi pembunuhan Galau yang dilakukan oleh kedua terdakwa itu terjadi pada 2013 silam. Kasus pembunuhan Galau berhasil diungkap Satreskrim Polres Jember pada Februari 2022 lalu.

Selama sembilan tahun, kedua terdakwa kabur dari kejaran petugas. Hingga akhirnya dibekuk oleh jajaran Polres Jember di Bali. Terdakwa menghabisi nyawa korban dengan sangat sadis. Saat ditemukan, Selasa (26/2) 2013 silam, di salah satu bangunan kosong di Jalan M Yamin, Tegal Besar, Kaliwates, tak jauh dari pintu masuk Perumahan Bumi Tegal Besar (BTB), kondisinya sangat mengenaskan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/