alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Andalannya Durian Merico dan Duyung Desa Suger

Pengunjung Langsung Makan di Tempat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Di sepanjang jalan Desa Suger Kidul, Jelbuk, perbatasan Jember dengan Bondowoso, sejumlah pedagang durian mejajakan durian di pinggir jalan. Beberapa lapak durian dengan tenda sederhana menjadi ladang untuk mengais rejeki. Buah durian dengan aroma khas itu kini tampak berjejeran rapi di beberapa lapak pedagang kendati belum begitu ramai.

Satu di antara pedagang durian di sekitar itu yakni Hakiki, 24, warga Desa Suger Kidul. Buah durian yang ia jual didatangkan dari beberapa kabupaten tetangga. “Durian ini saya datangkan dari pengepul Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Banyuwangi, juga ada yang dari Jember sendiri,” katanya.

Kuliner Berkelas di Cafe Bernuansa Rustic

Mobile_AP_Rectangle 2

Membuka lapak di pinggir jalan, menurut Hakiki, para pembeli langsung menyantap duriannya di lokasi. Rata-rata mereka mencicipi raja buah itu di tenda miliknya. Durian yang dia jual adalah durian lokal, yakni montong, merico, dan duyung. Durian merica, atau dalam bahasa Jawa disebut merico, adalah salah satu durian lokal. Dengan ukuran yang kecil, durian itu memiliki rasa manis dan legit. Dengan dagingnya yang lembut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Di sepanjang jalan Desa Suger Kidul, Jelbuk, perbatasan Jember dengan Bondowoso, sejumlah pedagang durian mejajakan durian di pinggir jalan. Beberapa lapak durian dengan tenda sederhana menjadi ladang untuk mengais rejeki. Buah durian dengan aroma khas itu kini tampak berjejeran rapi di beberapa lapak pedagang kendati belum begitu ramai.

Satu di antara pedagang durian di sekitar itu yakni Hakiki, 24, warga Desa Suger Kidul. Buah durian yang ia jual didatangkan dari beberapa kabupaten tetangga. “Durian ini saya datangkan dari pengepul Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Banyuwangi, juga ada yang dari Jember sendiri,” katanya.

Kuliner Berkelas di Cafe Bernuansa Rustic

Membuka lapak di pinggir jalan, menurut Hakiki, para pembeli langsung menyantap duriannya di lokasi. Rata-rata mereka mencicipi raja buah itu di tenda miliknya. Durian yang dia jual adalah durian lokal, yakni montong, merico, dan duyung. Durian merica, atau dalam bahasa Jawa disebut merico, adalah salah satu durian lokal. Dengan ukuran yang kecil, durian itu memiliki rasa manis dan legit. Dengan dagingnya yang lembut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Di sepanjang jalan Desa Suger Kidul, Jelbuk, perbatasan Jember dengan Bondowoso, sejumlah pedagang durian mejajakan durian di pinggir jalan. Beberapa lapak durian dengan tenda sederhana menjadi ladang untuk mengais rejeki. Buah durian dengan aroma khas itu kini tampak berjejeran rapi di beberapa lapak pedagang kendati belum begitu ramai.

Satu di antara pedagang durian di sekitar itu yakni Hakiki, 24, warga Desa Suger Kidul. Buah durian yang ia jual didatangkan dari beberapa kabupaten tetangga. “Durian ini saya datangkan dari pengepul Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Banyuwangi, juga ada yang dari Jember sendiri,” katanya.

Kuliner Berkelas di Cafe Bernuansa Rustic

Membuka lapak di pinggir jalan, menurut Hakiki, para pembeli langsung menyantap duriannya di lokasi. Rata-rata mereka mencicipi raja buah itu di tenda miliknya. Durian yang dia jual adalah durian lokal, yakni montong, merico, dan duyung. Durian merica, atau dalam bahasa Jawa disebut merico, adalah salah satu durian lokal. Dengan ukuran yang kecil, durian itu memiliki rasa manis dan legit. Dengan dagingnya yang lembut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/