alexametrics
26.7 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Tak Ada Jalur Khusus, Kerap Dimarjinalkan Pengendara Motor

Warga Jember yang tergabung dalam komunitas sepeda ontel memang sudah semakin merebak. Namun, mereka harus selalu mengalah dari pengendara lain saat berada di jalan aspal. Maklum, tak ada jalur khusus yang disediakan.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Roda zaman terus berputar. Pesatnya perkembangan alat transportasi semakin menggeser keberadaan sepeda ontel. Tetapi jangan salah, sepeda ontel kini telah menjadi bagian dari hobi, termasuk menjadi salah satu sarana berolahraga.

Tak heran jika ribuan warga Jember banyak yang tetap bersepeda. Pun demikian, banyak yang tergabung dalam sebuah komunitas. Komunitas sepeda ontel di Kota Suwar-Suwir ini tersebar di sejumlah kecamatan. Sebagian besar ada di bawah naungan Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Jember. Sementara, komunitas lain dengan sepeda yang merupakan produk baru juga banyak.

Sepeda ontel dulunya memang menjadi alat transportasi. Namun, kini keberadaannya bukan hanya demikian, namun lebih pada penyaluran hobi. Baik sepeda yang tua maupun buatan masa kini. Bersepeda juga dianggap bisa menyehatkan karena setiap mengayuh membutuhkan tenaga dan seluruh tubuh bergerak.

Mobile_AP_Rectangle 2

Humas Kosti Jember Ali Hasyimi menjelaskan, bersepeda di zaman sekarang menghadapi banyak tantangan. Salah satunya hilir mudik kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor. “Di jalanan, para pengendara mobil atau motor, rata-rata banyak yang tidak mau mengalah,” kata pria yang tinggal di Lingkungan Talangsari, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, tersebut.

Tak hanya itu, warga yang naik sepeda ontel, menurutnya kerap dimarjinalkan oleh pengendara bermotor. Bahkan, di jalanan, Ali maupun teman-temannya banyak yang dikata-katai lantaran dianggap mengganggu jalanan. “Dianggap menghambat jalan, padahal kami sudah di pinggir. Tetap saja ada pengendara yang seperti itu,” imbuhnya.

Karena hal tersebut, mereka yang tergabung dalam komunitas maupun yang tidak, terpaksa kerap mengalah sekalipun dimarahi tanpa melakukan salah. Di jalanan, mereka harus tetap bersabar dan terus mengayuh pedal sepedanya dengan santai.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Roda zaman terus berputar. Pesatnya perkembangan alat transportasi semakin menggeser keberadaan sepeda ontel. Tetapi jangan salah, sepeda ontel kini telah menjadi bagian dari hobi, termasuk menjadi salah satu sarana berolahraga.

Tak heran jika ribuan warga Jember banyak yang tetap bersepeda. Pun demikian, banyak yang tergabung dalam sebuah komunitas. Komunitas sepeda ontel di Kota Suwar-Suwir ini tersebar di sejumlah kecamatan. Sebagian besar ada di bawah naungan Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Jember. Sementara, komunitas lain dengan sepeda yang merupakan produk baru juga banyak.

Sepeda ontel dulunya memang menjadi alat transportasi. Namun, kini keberadaannya bukan hanya demikian, namun lebih pada penyaluran hobi. Baik sepeda yang tua maupun buatan masa kini. Bersepeda juga dianggap bisa menyehatkan karena setiap mengayuh membutuhkan tenaga dan seluruh tubuh bergerak.

Humas Kosti Jember Ali Hasyimi menjelaskan, bersepeda di zaman sekarang menghadapi banyak tantangan. Salah satunya hilir mudik kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor. “Di jalanan, para pengendara mobil atau motor, rata-rata banyak yang tidak mau mengalah,” kata pria yang tinggal di Lingkungan Talangsari, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, tersebut.

Tak hanya itu, warga yang naik sepeda ontel, menurutnya kerap dimarjinalkan oleh pengendara bermotor. Bahkan, di jalanan, Ali maupun teman-temannya banyak yang dikata-katai lantaran dianggap mengganggu jalanan. “Dianggap menghambat jalan, padahal kami sudah di pinggir. Tetap saja ada pengendara yang seperti itu,” imbuhnya.

Karena hal tersebut, mereka yang tergabung dalam komunitas maupun yang tidak, terpaksa kerap mengalah sekalipun dimarahi tanpa melakukan salah. Di jalanan, mereka harus tetap bersabar dan terus mengayuh pedal sepedanya dengan santai.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Roda zaman terus berputar. Pesatnya perkembangan alat transportasi semakin menggeser keberadaan sepeda ontel. Tetapi jangan salah, sepeda ontel kini telah menjadi bagian dari hobi, termasuk menjadi salah satu sarana berolahraga.

Tak heran jika ribuan warga Jember banyak yang tetap bersepeda. Pun demikian, banyak yang tergabung dalam sebuah komunitas. Komunitas sepeda ontel di Kota Suwar-Suwir ini tersebar di sejumlah kecamatan. Sebagian besar ada di bawah naungan Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Jember. Sementara, komunitas lain dengan sepeda yang merupakan produk baru juga banyak.

Sepeda ontel dulunya memang menjadi alat transportasi. Namun, kini keberadaannya bukan hanya demikian, namun lebih pada penyaluran hobi. Baik sepeda yang tua maupun buatan masa kini. Bersepeda juga dianggap bisa menyehatkan karena setiap mengayuh membutuhkan tenaga dan seluruh tubuh bergerak.

Humas Kosti Jember Ali Hasyimi menjelaskan, bersepeda di zaman sekarang menghadapi banyak tantangan. Salah satunya hilir mudik kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor. “Di jalanan, para pengendara mobil atau motor, rata-rata banyak yang tidak mau mengalah,” kata pria yang tinggal di Lingkungan Talangsari, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, tersebut.

Tak hanya itu, warga yang naik sepeda ontel, menurutnya kerap dimarjinalkan oleh pengendara bermotor. Bahkan, di jalanan, Ali maupun teman-temannya banyak yang dikata-katai lantaran dianggap mengganggu jalanan. “Dianggap menghambat jalan, padahal kami sudah di pinggir. Tetap saja ada pengendara yang seperti itu,” imbuhnya.

Karena hal tersebut, mereka yang tergabung dalam komunitas maupun yang tidak, terpaksa kerap mengalah sekalipun dimarahi tanpa melakukan salah. Di jalanan, mereka harus tetap bersabar dan terus mengayuh pedal sepedanya dengan santai.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/